Permen Kapas

Permen Kapas
Reuni VIP


__ADS_3

Suasana malam pertemuan dengan para teman SMA


Di sebuah restoran mewah dengan nuansa bintang lima


Pasangan aromanis datang mengendarai motor maticnya


Keduanya tampak penampilan biasa dengan kaos hitamnya


"Wah wah, akhirnya yang ditunggu datang juga."


Bilangnya sih teman baik, tapi tidak tahu respon mereka itu asli atau palsu.


Dua pria rupawan yang seusia Setya, tampak berdiri di depan restoran. Mereka berdua yang membuat acara pertemuan ini.


Mumpung, banyak yang pulang dari tempat study mereka, ada pula yang libur bekerja, lalu sang bintang terang juga masih menunggu persiapan syuting filmnya.


"Setya, yang lain sudah menunggu di dalam."


"Ini kenalin, Allea. Dia istriku." Ucap Setya dan Lea hanya tampak tersenyum tipis.


Kedua orang itu terdiam dan seketika tertawa senang, ia menepuk bahu Setya. "Aku juga bawa istri, kamu santai saja."


Setya berkata "Aku serius. Ini istriku, aku tidak bercanda."


Keduanya jadi mingkem, bahkan mereka berdua juga menunggu kedatangan sang bintang terang, Micheel.


Alumni Brecce Internasional School, dan pertemuan ini, teman khusus sewaktu di kelas XII. Meski tidak semuanya hadir, tapi beberapa teman sudah memenuhi ruangan VIP yang dipesan oleh X dan Y. Ya sebut saja begitu. X pria menawan dan begajulan. Y, pria manis tapi pandai melawan.


"Iya, Iya. Kita juga santai. Ajak bini kamu masuk ke dalam." Ucap X.


Y berkata "Setya santai saja, banyak yang belum datang."


Wajah Lea tampak manis. Setya masih memegang tangan istrinya. Begitu erat, tidak ingin melepaskannya.


"Mas, apa mereka juga teman Bang Jojo?" Tanya Lea, yang tidak tahu.


"Iya." Jawab Setya dengan wajah tersenyum.


Lea merasa berdebar, pastinya akan ada Micheel dan sepupu tampannya, "Apa Bang Jojo juga akan datang kemari?"


"Aku tidak tahu. Tadi di rumah, Jojo tidak bilang apa-apa."


Lea dan Setya. Tadi sewaktu, di kost putra Arjuna, juga mampir ke rumah Jonathan, soalnya Jojo di rumah. Semenjak kejadian malam itu, Jojo meluncur ke rumah Oma Darra.


Dua teman yang masih berada di depan pintu restoran. Sudah tampak berbisik tentang Setya. Yang begini-begitu, sampai motor Setya juga menjadi perbincangannya.


Saat berjalan bersama, Lea menoleh ke arah Setya, ia jadi berkata "Mas kenapa nggak bilang kalau kita ada acara? Tahu begitu, kita tidak usah bawa motor."


"Kenapa? Kamu malu?" Tanya Setya, menatap wajah istrinya.


"Bukannya malu, aku hanya ingin Mas Setya tidak dipandang sebelah mata."


"Sayang, apapun keadaan kita. Hanya kita. Mau orang lain omongin apa soal kita, ya biarkan saja. Selama kamu senang naik motor. Aku tidak akan malu, orang mau bilang apa soal aku."


"Iya, aku suka naik motor. Soalnya, bisa peluk erat." Lea kegemasan, sampai merangkul erat lengan suaminya.


Setya yang dulunya sekolah di Islamic School, karena harapan sang bunda. Tapi setelah SMA, Presdir Hendri memindahkan sekolah Setya atas recomendasi seorang rekan.


Di Brecce Internasional School. Sekolahan putra-putri dari kalangan atas, terutama putra Presdir. Tidak seperti waktu SD, SMP.


Presdir Hendri, sangat berharap, Setya bisa menjadi penerusnya dan Setya harus berteman dengan para putra dari golongan A.


Brecce Internasional Shcool, masih satu Yayasan Mahatma Corporation. Ya otomatis, masih satu kesatuan dari keluarga besarnya Lea.


Makanya, Jonathan juga bisa sekolah disana, itu karena permintaan Oma Darra. Hanya saja, tidak ada yang tahu, kalau Jonathan, Tuan Muda dari keluarga Mahatma.

__ADS_1


Lea yang hanya tahu, dari profil pribadi Setya, tidak banyak mengerti, kalau ternyata suaminya, sahabat sepupu tampannya, yang bernama Jonathan.


"Mas, jangan jauh-jauh." Bisik Lea, saat ia menatap semua teman Setya yang berpenampilan glamour.


Lea merasa salah kostum, ia melihat ke dirinya sendiri, hanya memakai pakaian casual. Kaos dan celana jeans. Itupun, Lea mandinya di kamar mandi kost putra.


"Sayang, kamu nggak perlu cemas." Bisik Setya ke arah telinganya.


"Iya Mas." Balas Lea berbisik.


Lea, saja yang putri konglomerat bisa minder, saat melihat para teman Setya yang berpakaian glamour. Meski tadi di luar, melihat teman suaminya hanya tampil berkemeja.


"Apa, mereka berdua tadi melepas jasnya?" Batin Lea dan merasa aneh.


"Dia! sepupunya Boyz." Batin salah satu dari para gadis, yang sudah berbincang di meja.


Gadis itu pacarnya Boyz. Hanya saja, Lea belum bisa merestui hubungan mereka.


Tampak terdiam, saat Setya datang bersama seorang perempuan. Lea memang terlihat biasa saja.


"Setya, duduklah." Ucap seorang gadis.


Lalu, seorang pemuda manis, mendekat "Temanku, kemarilah. Jangan mematung saja."


Setya memasih memegang tangan kiri Lea. Tangan kanan Lea juga tidak mau lepas dari lengan suaminya. Sudah ada di depan teman suaminya, tetap saja menempel.


"Kenapa aku merasa aneh. Aku malah cepat akrab sama teman-teman di kost. Sama Kak Alma juga." Lea merasa kalau di tempat VIP ini seketika terlihat horor. "Kenapa aku takut?"


"Sayang, duduk sini." Ucap Setya mempersilakan Lea duduk di kursi.



Restoran yang menyajikan menu barat. Ada hidangan pembuka, utama dan penutup. Meski terkesan formal, tapi tetap santai.


Makan malam segera di mulai. Micheel yang sudah tiba dan Jonathan baru saja datang.


Melihat Lea yang duduk di sebelah Setya, membuat Jonathan kesal.


"Lea sudah mengambil sahabatku." Geramnya.


"Bang Jojo, sini kalau berani sama aku?" Batinya Lea senang.


Setya tampak memperhatikan Lea dan Micheel yang duduk di seberang meja jadi melihat mereka. Perhatian Setya yang hanya untuk Lea. Tidak ada lagi, perhatian untuknya.


Semua jadi fokus kepada Setya dan Lea. Lalu, ada pula beberapa gadis yang menoleh ke arah Micheel, yang terlihat santai.


Makannya hanya 30 menit, setelah itu bersantai. Ada yang karaoke, ada pula yang bermesraan dengan temannya. Rayuan mautnya juga terdengar oleh telinga Lea. Ada juga yang sedang berbincang hangat.


Lea yang duduk di sebelah suaminya dan Jojo juga mengekor saja, dia tidak mau melepaskan Setya.


Di sudut ruangan, para cewek berkumpul "Eh, Setya bisa-bisanya mutusin Micheel hanya untuk gadis biasa."


Pacar baru Boyz menoleh ke arah Setya. "Ada yang aneh. Aku harus cari tahu dari Boyz."


"Apa Micheel tidak sakit hati, melihat mereka berduaan?" Seorang gadis berambut pendek, memakai outfit menawan, dengan balutan blezer berharga mahal.


"Sepertinya, Micheel baik-baik saja."


"Coba ajak kemari, aku penasaran."


"Gila. Kamu mau terang-terangan?"


"Kita ngerumpi begini, yang lain juga tahu. Kalau kita ngobrolin Setya sama Micheel."


Setya pergi ke toilet dan Jojo malah ngintilin dia, meninggalkan Lea seorang diri.

__ADS_1


Lea tampak biasa saja, ia melihat ke arah beberapa cowok yang sedang karaoke. Seorang gadis, mendekati Lea.


"Hai, apa kabar?" Sapanya dengan wajah tersenyum.


"Baik." Jawab Lea dengan senyuman dan itu Micheel.


Beberapa orang jadi melihat ke arah mereka berdua. Siapa yang tidak tahu soal percintaan Setya dan Micheel.


Malam ini, Setya yang sudah menikah, membawa istrinya untuk datang ke pertemuan para temannya.


"Aku sudah tahu tentang kamu dan Setya dari Kevin." Ucapnya.


"Aku tidak masalah." Balas Lea.


"Kamu dulunya pacar Zio. Lalu, Setya putus dari aku. Kalian berselingkuh di belakang Zio. Apa benar begitu?" Tanya Micheel memastikan.


"Ya bisa dikatakan begitu." Jawabnya Lea.


Karaoke yang tadinya, masih asyik sekarang berubah hening. Mereka membiarkan Micheel dan Lea berduaan. Lalu, para cowok bergabung dengan para cewek di ruangan VIP ini. Mereka itu, 12 perempuan, dan 9 laki-laki.


Micheel berkata "Aku tidak suka, bila Setya masih dihadapanku."


Lea bergerak menyamping dan menatap Micheel, ia berkata "Aku tahu, rasanya pasti berat untuk melupakan masa lalu kamu dengan suamiku. Awalnya aku juga sangat cemburu, tapi setelah dia menikahi aku. Cinta kita semakin nyata, aku tidak ingin siapapun mengganggu suamiku."


"Aku tidak berniat untuk mengganggu Setya. Hanya saja, aku tidak bisa fokus, dimanapun tempatnya, Setya muncul begitu saja." Balas Micheel.


"Kamu sepertinya sangat membenci suamiku." Ucap Lea.


"Bolehkan aku berbincang dengan Setya?" Tatapan Micheel yang sangat berharap.


Lea menahan rasa tidak nyaman, tapi dia berkata "Kalau suamiku bersedia, aku juga tidak masalah."


Setya dan Jojo malah ribut sendiri di kamar mandi.


"Jangan bilang, kamu selingkuh dari Micheel?"


"Aku sudah bilang. Aku sudah putus duluan sama Micheel baru jadian sama Lea. Lea yang selingkuh dari Zio." Jawab Setya.


"Kamu punya misi lain? Kamu memanfaatkan sepupuku?" Tatapan Jojo kesal.


Setya menatapnya "Jojo, kamu ini kenapa sih?!"


"Setya, aku kenal kamu. Aku sangat tahu, kamu mencintai Micheel."


"Iya, aku memang mencintainya, tapi itu semua sudah berlalu."


"Setya, aku nggak yakin kamu bisa mencintai Lea."


Setya begitu geram, dari tadi dipojokin oleh sahabatnya sendiri "Jojo, tahu apa kamu soal cinta? Percuma aku berjuang, kalau Micheel sudah merendahkan aku."


Jojo berkata "Setya, Lea tidak selemah yang kamu pikirkan. Aku tidak akan membiarkan kamu memanfaatkan keadaannya."


"Kamu pikir, aku ini pria macam apa?"


Setya malas berdebat lagi, ia pergi lebih dulu. Jojo masih terdiam di depan wastafel toilet.


Ada orang yang keluar dari kamar toilet, dia si mulut bawel. Jojo menatapnya dengan malas.


"Aku akan tutup mulut." Ucap lemesnya, kembali ke ruang VIP.


Mereka memilih toilet luar, biar tidak ada yang mendengar obrolannya, malah ada si biang gosip. Meski cowok, mulutnya lemes banget.


Setya melihat Lea yang bersama Micheel.


"Apa yang mereka obrolkan??!"

__ADS_1



__ADS_2