Permen Kapas

Permen Kapas
Visual & Persaudaraan


__ADS_3

Yuk, kita kenalan dulu dengan para tokoh dan visual dari cerita Permen Kapas.



Allea Gita Madaharsa, yang suka dipanggil dengan nama Lea.


Dia adalah putri kedua dari pasangan Arjuna Madaharsa dan Beby Ayazma.


Mereka hanya orang tua biasa, seolah takdir membuat jalan materinya begitu lancar dan bebas hambatan. Sekarang, masuk daftar orang terkaya di negeri ini. Ya sebut saja, mereka itu keluarga konglomerat.


Tinggal di sebuah rumah dan jauh dari hiruk-pikuk ibukota. Rumah dengan halaman yang sangat-sangat luas, bak tinggal di tengah hutan belantara.



"Kalian akan terus mengurung aku di rumah ini? Aku ini bukan tarzan. Kenapa aku tidak bisa sebebas anak-anak yang lainnya?"


Itulah, perkataan Lea di usianya yang baru genap 17 tahun dan pada akhirnya setelah lulus SMA, Lea tinggal di hotel milik sang Mama.


Awalnya, dari kecil sampai remaja selalu di kawal. Meski, ia sekolah di yayasan swasta yang didirikan oleh sang Mama. Tetap saja, Lea kecil yang aktifnya luar biasa, selalu menghilang di lingkungan rumahnya itu. Sempat mengira dia di culik orang. Tahu-tahu juga balik sendiri setelah selesai bermain. Ada satu anak perempuan yang selalu mengikuti jejak langkah kakinya, dan pada akhirnya anak itu menjadi sahabat sekaligus asistennya, yaitu Yuna Kartika



Yuna Kartika, putri kedua dari pekerja kebun di rumah Lea. Nah, dia ini yang suka mengikuti langkah jejak Lea setiap pergi meninggalkan rumah.



Yuna yang sering mengekor di belakang Lea, dia sangat menyukai Lea yang apa adanya, asyik dan menyenangkan. Tidak seperti sosok Tuan Putri yang selalu meminta dilayani dan Lea sudah menganggap Yuna seperti sahabat.


Lalu ada lagi, satu orang yang mengekor di belakang Lea dan sampai menjadi pacarnya, yaitu Zio.



Zio Adhi Wardhana, putra kedua dari Presdir Hendri Wardhana, dengan istri keduanya, mantan artis terkenal Jenny.


Zio yang terkadang kekanakan dan manis, dia sangat menyukai Lea yang sering bertingkah aneh. Menurut Zio, gadis seperti Lea sangat jarang ditemui, sayangnya hari ini sifat Lea tampak berbeda dan menjadi sosok yang manis. Bukan lagi, seperti Lea yang dia kenal.


Mungkin, karena Lea sudah menemukan hal yang menarik perhatiannya, yaitu pria yang bernama Setya Yuda Wardhana.


Setya sendiri, adalah Kakak tiri Zio. Dia putra pertama Hendri Wardhana dengan seorang wanita biasa yang bernama Malika Saputri. Sayangnya, di usia Setya yang baru 9 tahun, sang Ibu wafat karena sakit yang di deritanya.



Setya Yuda Wardhana, termasuk pria dingin dan keras kepala. Setelah lulus sarjana, ia tidak kembali ke rumah dan berniat melanjutkan kuliahnya di Amerika. Sayangnya, sang Ibu tiri menekannya. Agar tidak melanjutkan kuliahnya dan membuat Setya memiliki kartu keluarga sendiri, dengan alasan Setya anak pertama dan harus bisa merasakan hidup yang keras, agar nantinya bisa menjadi pemimpin yang hebat.


Itulah, asalan sang Ibu tiri di depan Ayah kandungnya. Tetapi, Setya tidak terima begitu saja dan akhirnya memilih kabur dari rumah, tanpa membawa apapun. Lalu, tinggal di kost-kostan milik orang tua sahabatnya, sekalian menjadi pengawas di kost itu dan sahabatnya itu tidak menarik biaya kepadanya.


Berkat seorang kenalan di kost-kostan itu, akhirnya Setya bekerja di The Queen's Hotel sebagai pelayan pembantu di dapur.


Setya menganggap, ini hanya pengalaman menarik. Tetapi dia selalu mengingat sang Ibu. Andai saja Ibu kandungnya masih hidup, Setya tidak akan hidup dengan Ibu tiri. Itulah, dalam benak Setya ketika merindukan Ibu kandungnya.


Setya sendiri, punya kekasih hati yang bernama Micheel, dan ia seorang artis cantik yang sedang naik daun.

__ADS_1



Micheel Herlisa, seusia Setya dan ia teman semasa di bangku SMA. Setelah lulus SMA mereka menjalin hubungan secara LDR. Micheel bahkan juga sering menyusul Setya saat tinggal di Amerika, dan terakhir kalinya kesana, bertemu si Ibu tiri. Pada akhirnya, drama queen bisa dimainkan oleh si Ibu tiri, bahwa Setya hanya sibuk pacaran dengan seorang artis.


Lalu, ada putra tampan pimpinan agensi Micheel yaitu Kevin Fernando.



Kevin Fernando adalah putra angkat dari pimpinan agensi yang dinaungi oleh Micheel Herlisa. Kevin sendiri juga seusia Micheel, tapi mereka tidak mengenal dekat. Hanya sebatas hubungan tentang pekerjaan.


Sebut saja perusahaan A.J. memiliki beberapa artis terkenal dan ada pula team untuk produksi filmnya.


Perusahaan itu didirikan oleh tangan kanan Arjuna Madaharsa, yang bernama Jimmy Fernando.


Tetapi, perusahaan itu tetap milik Arjuna Madaharsa.


Semasa Arjuna masih menjadi aktor, Jimmy adalah manager Arjuna. Sampai saat ini, Bos Jimmy hanyalah tangan kanan. Siapa pemilik aslinya, tidak ada orang yang tahu, kecuali Kevin Fernando, sang putra tampan yang selalu stay di kantor sang Papi dan dia sedang dekat dengan Yuna.


Lalu, ada sepasang pengantin baru yaitu Varell dan Nada. Keduanya saat ini telah menunggu sang adik yang baru pulang kuliah.



"Kalian nungguin aku?"


"Iya."


Sepasang pengantin baru yang duduk di anak tangga, sisi sebelah kanan hotel. Tempat biasa Lea keluar masuk hotel. Karena, Lea tidak suka berjalan melewati pintu utama dan masuk ke lobby hotel.


"Ini buat aku?"


Lea jadi pengganggu, dia memilih duduk di tengah-tengah pasangan ini.


"Kenapa cemberut? Kamu nggak suka hadiah dari kita berdua?" Tanya Bang Varell dan dia juga makan permen kapas berwarna pink itu.


"Aku suka. Aku cuma lagi bad mood."


Nada merangkul adiknya, lalu bertanya "Apa kamu ada masalah sama Zio?"


"Tidak."


Rasanya manisnya permen kapas yang diberikan sepasang pengantin baru ini rasanya aneh. Meski ada rasa manis yang mendominasi rasanya, karena memang dari gula. Tetapi, saat mengetahui Setya yang kabur dari rumah, rasanya berubah pahit.


"Mas Setya lebih milih ceweknya dari pada menurut sama Papa Mama." Ucapan Zio, masih terus terngiang dalam benaknya.


"Dek, ayo cerita sama kita berdua? Siapa tahu, kita bisa bantuin meredam perasaan kamu." Nada yang masih belum melepaskan adiknya.


"Aku hanya sedang malas."


Varell mengedipkan mata ke arah Nada, dan Nada mengangguk. Lalu Nada berkata "Dek, kita pulang ke rumah yuk."


"Pulang ke rumah?"

__ADS_1


"Malam ini saja, besok pagi Mbak Nada sudah berangkat sama Bang Varell."


"Owh iya. Kalian mau pergi honeymoon."


Nada berkata "Ayo pulang, kita makan malam di rumah sama Papa Mama."


"Malam ini saja kan?!"


"Iya, malam ini saja."


Varell bertanya "Kamu mau dibawain oleh-oleh apa?"


"Bayi menangis."


"Bayi?" Varell yang merasa senang dan Nada mencubit lengan tangannya.


"Iya, kalian mau bulan madu sebulan. Apalagi kalau bukan bayi, yang akan kalian bawa pulang ke rumah."


Nada berkata "Iya, Mbak Nada akan bawakan itu."


Bang Varell pura-pura tidak mendengar hal itu.


Lea perlahan menatap iparnya "Ini, rasa permen kapasnya kok jadi aneh ya. Apa Bang Varell nggak ikhlas?"


"Ikhlas. Bang Varell selalu kasih yang kamu suka."


"Beneran?" Tatapan Lea dan Varell memalingkan wajahnya.


"Bocah ini biangnya. Padahal aku punya cara sendiri buat dekatin Nada."


"Iya, Bang Varell ikhlas lahir batin. Bang Varell sangat bahagia sekali. Bang Varell mau ucapin terima kasih, buat adikku yang luar biasa."


Lea lekas berdiri dan menatap mereka berdua. Pasangan baru itu menatap Lea.


"Mbak Nada, Bang Varell. Kemarin, aku sudah kasih pesta meriah buat kalian berdua. Tapi, aku buat kesalahan. Aku minta maaf, soal kue pengantin kalian. Itu, aku berikan kejutan manisnya. Jadi, ada sedikit jejak tangan aku di kue itu."


Nada dan Varell terdiam, wajah itu berpura tidak senang. Tatapan Nada, membuat Lea jadi gelisah dan berubah tersenyum nyengir.


"Aku sudah minta maaf. Aku nggak niat berbuat itu. Awalnya, aku nggak sengaja aja. Nempelin telapak tanganku, soalnya kaget, waktu ketabrak meja dorong itu. Aku jadinya, juga nyolek sedikit. Itu, aku cicip kuenya, apa kuenya layak dimakan atau tidak, begitu."


"Aku mohon, maafkan adikmu ini."


Nada dengan tatapan tajam berkata "Iya. Itu kue sesuai permintaan aku. Begitu kue datang, aku syok. Kenapa bisa ada jejak tangan. Siapa yang tega membuat itu."


Tatapan Nada seolah berubah sendu, "Tapi, aku senang. Kuenya enak dan aku suka jejak tangan dari adikku ini."


"Mbak Nada."


Seketika jadi melo dan air mata pelipur lara telah menetes. Bilang saja mau nangis karena patah hati sama Setya. Bicaranya ngalor-ngidul, cuma kepingin nangis dalam pelukan sang Kakak cantiknya.


"Sayang, Mbak Nada nggak marah sama kamu."

__ADS_1


Suara tangisnya sesenggukan.



__ADS_2