Permen Kapas

Permen Kapas
Hubungan Dewasa


__ADS_3

Hai, jangan dibaca ya.


Awas! 21+


Malam pertama dan ingin tidur bersama. Kedua insan muda menuju hubungan dewasa.


Sudah menikah dan halal, dengan niat yang bersungguh-sungguh. Saat tidak mau didahului adiknya. Sampai harus menggauli istri cantiknya.


Rona pipi merah merona, membeku dalam dekapan. Ratu tak berkutik lagi, saat Raja bersikap dewasa.


"Ratuku. Kamu takut?" Tanya Raja dan ia sudah mendekap istrinya.


"Aku tidak takut. Hanya saja, aku belum terbiasa." Jawab Ratu.


Raja merasakan debaran jantung Ratu yang sudah naik turun. Saat tangan Raja mendekap dua benda kenyal yang bersembunyi di dalam braa. Denyutan merdu dari dadanya Ratu, terasa berdetak cepat.


Deg-Deg-Ser.


Ratu hanya bisa terdiam dan Raja mulai mengecup lembut leher jenjangnya. Ratu pasrah menerimanya, dan sudah memejamkan mata.


"Kamu sengaja telanjang di depanku. Apa kamu ingin menjerat gairah sexxualku?"


"Ti-tidak. Aku tidak berniat begitu." Gugupan Ratu dan ia bahkan belum sampai memakai gaun tidurnya.


Sewaktu di kamar mandi, pakaiannya basah dan kembali ke kamar berniat ganti baju. Tetapi, Raja masih berada di kamarnya.


Ratu menganggap, kalau Raja tidak akan berani menatapnya. Dugaan Ratu salah, ternyata suaminya malah mendekat dan mendekap dua bukit kembarnya.


"Raja, geli." Ucap Ratu, saat Raja sudah bermain-main pada dadanya.


"Ratuku, aku hanya penasaran."


"Raja, aku belum siap."


"Sepertinya, aku akan memakanmu."


Raja juga tidak mau kalah, soal malam pertama. Dia yang sudah menikah lebih dulu, dan harus merasakan hubungan dewasanya. Raja memang kekanakan, tidak mau diduluin oleh adik-adiknya.


"Dasar, cowok nakal." Ratu semakin terbuai akan sentuhan tangan Raja. Bibir dan liddah Raja juga sudah mengecup lehernya.


"Ratuku, apa aku terlihat memaksa kamu?" Tanya Raja dan masih saja memilin gemas gundukan kenyal.


"Emh, ti-tidak." Balasnya, yang sudah hilang sikap pembatasan diri.


Seharian, Raja sudah bersikap manis padanya. Ratu bisa merasakan, kalau dirinya sudah menjadi kesayangan Raja.


"Kalau kamu tidak ingin tidur di kamarku. Aku bisa tidur disini."


Raja melepaskan sang Ratu, dari sentuhan lembutnya itu.


Ratu membalikan badannya, perlahan berkata "Baik. Terserah kamu saja. Aku tidak ada melarang kamu."


"Ratuku, aku janji. Aku tidak akan menyakitimu."


"Bagaimana, kalau nantinya perasaan kamu jadi berubah dan berpaling dariku?"


"Kamu boleh menghukum aku. Semaumu." Tangan kanan Raja, menyelipkan rambut Ratu ke belakang telinga kiri Ratu. Raja berbisik "Bisakah, malam ini kita melakukan hal dewasa?"


"Raja, ak-aku." Belum sampai menjawab. Raja menaklukan Ratu.


Melihat sorot mata Ratu yang gelisah. Ada debaran hebat yang membawanya untuk segera mencium keningnya Ratu.


Paras polos itu, hanya mengenakan dalaman saja. Mata Raja, sudah tidak perjaka saat tadi melihatnya.


Lekukan indah, meski belum terlihat menonjol. Kulit putih bersih dan sangat terawat. Tidak ada bekas luka maupun tai lalat. Begitu manis dan rasanya sudah menarik lembut permen kapasnya.


Nyyees!


Ratu merasakan hal manis, saat Raja mengecup keningnya begitu lama dan sampai merinding dibuatnya.


"Sayang, aku mau kamu. Aku ingin mencintaimu."

__ADS_1


"Raja, kamu harus mencintai aku."


Raja menyentuh bibir imut Ratu, tatapan Raja begitu menggoda. Ratu hanya diam dan pasrah akan sentuhan jemari Raja.


"Bibir ini milikku, cuma milikku." Ucap Raja.


Ratu berbedar dan denyut jantungnya semakin membuatnya terhanyut, tanpa sadar tangannya sudah memegang dada Raja.


"Aku ingin merasakannya dengan cinta."


Raja memegang dagunya, sampai mendongakkan kepala Ratu.


Keduanya menatap lekat, jarak bibir mereka begitu dekat. Semakin dekat dan mengecupnya.


Emmh


Raja mencium bibir luarnya begitu lembut, perlahan semakin kasar dan sampai menggigit gemas nan manis.


"Aaagh." Batinnya sudah melayang.


Ratu merasakan kesakitan di bibirnya, sayangnya sentuhan Raja dari jemari nakal sudah menyusup ke dalam braa.


Braa berwarna putih dengan tali kecil berenda bunga-bunga. Tampak manis dan terlihat begitu cantik.


Raja tidak mempedulikan nafas Ratu, yang seakan kehabisan oksigen di dalam mulutnya.


Semakin melummatnya dengan liddah yang bergerak lembut, Ratu mengikuti gerakan liddah manis sampai terasa ada hal yang aneh.


"Sayaang, kamu sudah basah." Raja menyengir gemas dan Ratu malu.


Malu sekali rasanya, dan ini untuk pertama kalinya bagi mereka.


Hawa apa yang membuat Raja bebas menggerakan jemarinya dan sudah berada di segitiga imutnya Ratu.


"Apa yang dia lakukan?!" Batin Ratu


Ratu jadi merem melek manis, diapun hanya berdiri pasrah dan merasakan kenikmati sentuhan suaminya.


"Raja, bisakah kita tidur saja?"


"Tidur? Berbaring? Oke." Raja meraih tubuhnya dan membuat Ratu naik ke atas perutnya. Raja mengecup lehernya sampai meninggalkan jejak kemerahan.


"Raja aku.."


Ratu tidak berani melanjutkan kata-katanya. Saat Raja menatap wajahnya dengan penuh pesona.


"Kenapa? Kamu tidak suka?"


"Hanya saja, aku penasaran. Bagaimana kamu mengetahui hal seperti ini?"


"Aku laki-laki. Meski aku belum pernah melakukannya. Tapi, aku juga nakal." Jawabnya.


"Nakal gimana?" Tatapan Ratu, yang penasaran.


"Nonton film." Jawabnya polos, membuat Ratu tersenyum.


Raja kembali menciumnya dan tangan Ratu memegang kedua bahunya. Raja berkata "Kita berdua harus bahagia."


"Iya, aku mau jadi milikmu."


Keduanya merasakan ciuman yang membawa ke ranjang dewasa. Bukan hanya tangan Raja yang aktif, tapi tangan Ratu juga sudah berselancar. Sampai melepaskan kaos Raja dan melemparnya. Ratu menyentuh roti sobek Raja, meski tidak macho, tapi menurut mata Ratu dada batako Raja senggungguhnya idaman Ratu.


Ratu memang tidak sudah pria kekar. Apalagi, yang kekar seperti bodyguard Raja.


Ratu lebih menyukai pria maskulin dengan segala pesona yang ada. Itu sudah ada di dalam diri Raja. Bukan hanya wajah yang rupawan, tapi Raja memang menawan dari segi penampilan luarnya.


Meski roti sobeknya tidak besar dan gagah, tapi dadanya juga berotot, terlihat sensual manis.


"Owh, cute. Aku suka ini." Ratu yang meraba, tapi pikirannya oleng entah kemana. Raja jadi menatap istri imutnya ini.


"Sayang."

__ADS_1


"Emh, iya." Ratu tersenyum padanya.


"Kamu kenapa? Apa yang kamu pikirkan?"


"Aku suka kamu. Aku suka kamu yang begini. Tidak terlalu kekar, tapi tetap terlihat six pack." Jawabnya terdengar jujur.


"Kamu suka?" Tatapan Raja, yang berbinar dan Ratu manggut-manggut.


Mendengar itu, Raja menurunkan resleting celana jeans panjangnya dan membuk kancingnya. Ratu melihatnya tersipu malu.


"Raja, aku malu." Ratu menutup wajah dengan kedua telapak tangannya dan Raja tetap nekat melepaskan celana panjang yang dia pakai.


"Raja, hentikan. Aku tidak mau melihatnya."


"Siapa juga yang mau memperlihatkan perkututtku ini." Balas Raja dan ia masih mengenakan boxxer.


Raja kembali ke ranjang dan menindih tubuh istrinya. Ratu yang berbaring masih menutupi wajahnya.


"Emh, apa itu perkuttutmu?" Tanya Ratu yang merasa aneh, geli dan ada yang senut-senut menonjol.


"Iya, kamu harus menilai perkuttutku ini. Jangan cuma dadaku saja." Jawab Raja dengan tengilnya dan ia semakin gemas kepada Ratu.


"Nggak, aku nggak mau." Balasnya.


"Ayolah sayang. Biar kamu tahu, apa ini juga idamanmu?" Raja semakin menggoda dan Ratu tersipu.


"Aku malu, kamu jangan begitu."


"Kalau begini?!" Raja mendekati kedua gundukan Ratu dan menarik pelan dengan jemari kanannya.


"Ra-ja." Ratu tak kuasa. Tangan Raja sudah mencengkeram kedua tangannya ke atas bantal dan mulutnya mengucup sampai mengulum manis kedua benda kenyal miliknya itu.


"Rajaaa..." Berontaknya Ratu. Tapi, perlahan dia pasrah akan tindakan suami nakalnya ini.


Ratu pikir, Raja tidak bertenaga. Ternyata kedua tangannya, memegang erat pergelangan tangannya, dan ia sampai tidak bisa melawan kekuatan Raja.


"Raja, lepaskan aku. Aku mau bermain halus."


"Benarkah?!"


"Aku mohon."


Sayangnya, Raja tidak menggubrisnya dan ia semakin liar saat menindih tubuh istrinya.


Saat Ratu sudah terbuai, tangan kanan Raja bergerak melapaskan pengait braa yang masih terpakai menutupi bagian atas gundukan.


Jelas saja, kantongnya sudah ke atas. Raja sangat menikmati benda kenyal itu sampai menggigitnya gemas. Tubuh Ratu jadi menggeliat manja.


"Ratuku, nikmatilah." Ucap Raja dengan senangnya, saat membuat Ratunya pasrah.


Mengulum dan menjillati dengan liddahnya menari ke pucuk butik kembarnya.


Tangan satunya memusar bibir atas, sampai Ratu terbawa suasana, ia jadi menggigit jemari Raja.


Tangan kirinya bergerak lembut ke area inti, terasa cairan membasahi jari.


"Raja, aku suka." Ucapnya keenakan.


"Panggil aku sayang." Balasnya lembut.


"Saayang." Ratu yang merancu pelan diiringi ******* manja. Ratu, merem melek menikmati perlakukan suami tampannya.


"Bantu aku, elus-elus perkututtku ini."


"Hah? Elus-elus?" Jadi buyar lagi dan perlahan tangan kiri Ratu memasuki boxxer hitam yang masih membalut perkuttut suaminya.


"Nah, begitu enak. Lebih nakal, aku juga akan senang." Ucapnya Raja dan ia kembali mencium bibir imutnya Ratu.


"Sayang, aku tidak tahan." Ratu yang semakin menggeliat manja.


"Jangan ditahan, nikmati semuanya." Balasnya Raja.

__ADS_1


Ratu yang semakin terasaang, menggeliincang.


__ADS_2