
Harap tinggalkan, jangan dibaca!!
Hanya sedikit cerita hasrat manis manja, yang membawa arus ke 21+
Suasana malam dengan romansa yang menawan.
Sang rembulan seolah telah tersenyum dari balik awan.
Merayu mesra dengan rasa manja dalam dekapan.
Cinta baru telah tertanam dalam hati sang suami tampan.
Lea yang tidak henti menggodanya, dan Setya dari tadi hanya terdiam dengan senyuman tipis nan menawan.
"Emh, pokoknya jangan dimiripin sama Zio lagi. Aku sudah berikan hukuman."
Setya sampai disuruh mingkem dan tidak boleh bergerak. Tangan sang istri semakin menelusuri di setiap lekukan wajah suaminya.
Lea tidak suka, perilaku Setya yang seolah seperti Zio. Bahkan, saat memanggil sayang.
"Aku suka Mas Setya yang begini. Nah, diem nggak banyak ngomong." Cetusnya dan memegang bibir suaminya, sampai mengerucut seperti mulut bebek gemoy.
Lea memundurkan badannya dan melepaskan Setya, ia berkata "Aku tahu, kalau Mas Setya tidak mencintaiku. Aku sadar akan perasaan kita berdua. Aku tidak akan memaksa Mas Setya untuk mencintai aku."
Lea tersenyum, dalam hatinya perih. Lea tahu apa saja tentang Setya. Meski tidak keseluruhan, tapi dia juga tahu tentang perasaan Setya untuknya itu, hanya terikat akan janji suci atas perjodohan. Bukan karena mereka saling mencintai.
Setya menatap manis dan perlahan tangannya meraih tangan Lea.
"Lea, aku sudah jatuh cinta."
Memegang tangan istrinya, mencium punggung tangan dengan lembut. Ada hal yang tidak dimengerti. Bahwa seorang Setya sudah terpikat akan sosok Lea.
"Lea, aku mencintai kamu." Ucap Setya dan ia hendak menciumnya. Sayangnya, Lea telah memalingkan wajahnya.
"Jangan ucapkan itu sekarang. Aku tidak bisa menerimanya. Tapi, aku akan pada posisiku sebagai seorang istri. Aku siap melayani kamu."
Lea dengan tengil menjatuhkan suaminya ke atas tempat tidur.
"Lea??"
Kedua wajah yang saling menatap, Lea akan menjerat Setya Yuda Wardhana.
Tatapan Lea sangat tengil dan tidak merasa gugup sedikitpun. Lea berkata "Mas Setya. Aku akan memuaskan kamu."
Nyees!
Bibir Lea begitu bringas saat melummat bibir suaminya. Ciuman liar dengan liddah berputar sampai membelit manis. Kedua Liddah saling bertautan mesra.
Saat ini, tanpa disadari, tangan Setya bergerak, langsung menyentuh the twins Lea.
Lea melepasakan ciumannya, dan melihat tangan Setya yang sudah menyetuh dadanya. "Mas Setya"
Setya yang bingung, dan takut kalau disalahkan lagi. Lea tidak berfikir buruk tentang Setya selama bersama Micheel. Lea hanya percaya, apa yang diajarkan oleh Yuna.
Kalau Setya suaminya, dan hanya Lea yang memiliki Setya seutuhnya, bukan Micheel mantan kekasih Setya. Itu, perkataan Yuna kepada Lea.
Sepertinya, Lea mempercayai ucapan Yuna. Lea bahkan meminta Yuna untuk mengajarinya, agar dirinya bisa menjerat suami tampannya. Lea ingin membuat Setya lupa, akan sosok Micheel.
"Kenapa ciuman Lea membuatku gila?" Batin Setya, berdebar.
Setya yang masih mingkem dan tidak berkata apapun, hanya menatap wajah istrinya. Entah kenapa, tangannya jadi berubah nakal, sampai memegang dua gundukan.
"Tidak apa-apa. Lakukan yang kamu mau Mas. Aku akan menerimanya. Aku tidak akan memarahimu."
Lea kembali mencium bibir suaminya dengan lembut, tangan kanannya sudah memegang ke daun telinga suaminya. Sedangnya tangan kirinya sudah menyikap kaos putih sang suami dan bersiap meraba dada kekar menawan.
__ADS_1
Owh ****!
'Gila, Lea kenapa bisa jago begini. Tidak mungkin kalau Zio yang mengajarinya, apa Rainer???' Otaknya kebakaran jenggot.
Tapi, suara deessahan lembut Lea, saat menggigit tipis leher suaminya, membuat Setya semakin menaikan hastrat sexxsualnya.
Setya yang tidak lagi berfikir, dia hanya menikmati kecupan dan sentuhan sang istri.
Lea membatin "Mana titik sesitifnya??Yuna pasti mengarang. Mas Setya nggak ngapa-ngapain aku." Oon sudah pikirannya.
Lea menyudahi ciumannya dan menatap kembali suaminya. Setya tersenyum dan Lea melihatnya tampak biasa saja.
"Mas Setya tidak merasakan sesuatu??"
"Apa yang sedang kamu lakukan padaku?"
Lea merasa tidak enak hati, perlahan menjauhi wajah suaminya dan duduk di atas tonjolan yang sudah mengeras tenggang dan hendak menusuknya.
"Apa Lea tidak merasakan denyutan juniorku??" Batin Setya.
Lea lepas harapan, ia jadi kesal dengan dirinya sendiri. Secepatnya, Lea turun dari batangan keras.
"Mas Setya. Aku tidur saja."
Setya jadi bingung, padahal sudah siap menuju ke mahkota istrinya, malah jadi buyar dalam harapan.
Lea meraih bantal, ia malah berbaring saja di sebelah suaminya.
Setya, perlahan tidur menyamping, menatap wajah Lea, bertanya "Kamu kenapa?"
"Aku tidak tahu, caranya memuaskan kamu." Jawaban polos dari istrinya.
Tatapan Setya berubah menawan, dalam hatinya bedecak mesra. Setya bertanya "Kamu ingin memuaskan aku?"
"Iya. Yuna bilang begitu. Agar aku menjadi istri yang hebat. Aku harus pakai jurus M-M." Jawab istrinya, yang begitu adanya.
"Aku harus tampil cantik di depanmu dengan Make-up. Aku harus bisa mengenyangkan perutmu dengan Masakanku. Terus, aku harus bisa Melayani di keseharianmu, lalu aku harus bisa Menyenangkan perasaanmu, dan aku harus bisa Memuaskan hasrat sexxsualmu." Ungkapnya dengan rasa percaya diri.
Setya tersenyum tipis, jempol menawan telah menyentuh bibir imut istrinya.
"Seharusnya, aku saja yang memakai jurus M-M. Aku yang seharusnya berusaha membuat kamu bahagia lahir dan batin." Bahasa Setya, udah seperti suami idaman.
"Mana mungkin, Mas Setya Make-up?!" Lea yang malah jadi Lola.
"M-Mku, hampir sama. Make-up diganti, aku harus tampil Mempesona, agar istriku selalu menyukaiku." Jawaban yang terkonyol selama hidupnya. Karena, Setya bukan sosok yang pandai merangkai kata, apalagi soal rayu-rayuan, tidak ada dalam kamus percintaannya selama bersama Micheel.
Gimana tidak memeleh, Lea seakan telah meraih Permen Kapas kesukaannya.
Mengembang lembut, dengan warna keceriaan, dan terasa manis saat memakannya.
Eitz, harus sabar saat memakan permen kapas.
Jangan!!
Permen kapas tidak bisa menunggu lama. Harus secepatnya dinikmati. Meski, nantinya sedikit mengeras. Akan tetapi, rasa manisnya tidak akan berubah saat dimakan.
Setya beralih posisi di atas Lea. Ia bertanya "Lea, apa kamu siap, untuk melayani aku?"
Semburat pipi kian merona kemerahan. Bibir Lea perlahan tersenyum manis dan tangannya sudah mengalungkan ke leher suaminya.
"Mas Setya, aku siap melayani kamu." Jawab Lea.
Setya memulai dengan mengecup kening Lea terasa sangat lama. Lea merasakan ciuman suaminya begitu hangat.
Sesaat, Couple Aromanis saling memandang, dengan harapan manis.
__ADS_1
Setya perlahan mencium bibir istrinya dan semakin membawa rasa untuk menuju ke hasrat sexxsualnya.
Melummat bibir imut istrinya dengan lembut. Rasanya begitu manis. Pastinya, akan menjadi candu untuk dirinya.
Melummat bibir dengan lembut dan liddah mereka sudah saling bertautan, sampai membelit mesra.
Tangan Setya sudah bergerak, menelisik ke bagian dalam pakaian.
"Mas Setya." Desahhan batin Lea yang telah menikmatinya. Sampai kedua tangannya, perlahan mendekap erat punggung suaminya.
Jari-jemari itu bergerak lembut, menuju ke the twins Lea. Setelah masuk, meraba nikmat ke dalam kantong kembar berwarna pinky gemas.
Hormonnya memacu cepat dan semakin meningkatkan hasrat pria menawan.
Cleessh
Lea merasakan kenikmatan lain, ada rasa geli-geli sedap.
Setya menelusuri ke bagian leher, mengecup manis perlahan menggigit kecil sampai meninggalkan jejak kemanisan.
"Mas!"
Skip
Saat malam bergairah dan sudah tanpa busana. Kedua insan yang sedang melakukan malam pertama, tampak mengguncang ranjang panasnya.
Celap celup dengan kehangatan dan sensasi menggeliaat manja, tergelinncaang dalam dekapan Setya.
Skip
"Kata Yuna bakalan enak. Kok malah sakit?" Batin Lea seketika oon.
'Yuna mana pernah ngerasain!'
Padahal tadi, Aaa..., sedapnya.
Malam romansa dewasa sudah berlalu. Lea dalam lilitan selimut sutera. Lea berfikir, itu tidak akan sakit, ternyata salah. Area inti miliknya sudah perih. Lea sampai melihat darah pelepasan keperawaannya.
"Sayang, kamu kenapa masih begitu?" Tanya suaminya.
Setya yang tampak memakai kimono handuk warna putih, sambil mengayak rambut basahnya, ia berjalan mendekati sang istri.
Lea masih berbaring di atas ranjang. Dia menjawab "Mas, iniku kok masih perih banget ya. Aku jadi takut berjalan."
Wajah Setya tampak menahan senyuman. Setya sudah mendekat, perlahan menggendong istri gemasnya.
"Aku akan memandikan kamu." Ucapan suaminya begitu gemas.
Lea langsung menjawab dengan cepat "Tidak perlu."
Tidak perlu, tapi masih memegang erat bahu suaminya. Setya dengan tenang membawa istrinya ke kamar mandi.
Perlahan mendudukannya di closet, air hangat di dalam bath-tub sudah terisi, sewaktu Setya mandi. Memang khusus disiapkan untuk istrinya tercinta.
Yuna sudah memberikan cacatan untuk keseharian Lea. Setya juga mengerti akan sosok tuan putri yang tampak biasa ini, memang sangat terjaga dan termanjakan.
Lea masih terbalut selimut, hanya bagian atas dada yang terlihat.
"Aku suka the twins milik kamu. Rasanya sangat manis." Ucap Setya, lantas pergi.
"Dadaku manis??"
Pikiran konyol Lea, ia jadi mengintip sendiri ke celah selimut dan perlahan Lea membuka selimutnya.
Dua gundukannya, sudah berhasil menaklukan hati sang suami. Lea jadi merasa bangga. Tidak perlu montok, yang penting rasa manisnya.
__ADS_1
Aauuu.