Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
Pulang dari pesta


__ADS_3

Setibanya dirumah, Gania langsung naik ke lantai atas dan masuk ke kamarnya, ia segera berganti pakaian menggunakan piyama dan kembali ke rutinitas malamnya untuk belajar.


Di sisi lain, Gibran yang mengagumi Gania pun saat ini mencoba mencari akun sosial media Gania, setelah ia scroll akhirnya ia menemukan akun instagramnya namun sayang akun Gania adalah akun privat.


"aargh di privat lagi, apa aku follow aja ya"


Karena sudah penasaran, ia seperti tak sadar jari jarinya menencet tulisan "ikuti".


Gania yang sedang membaca buku pun segera meraih ponselnya ketika tahu ada notifikasi. Setelah ia membaca notifikasinya ternyata (@gibran mulai mengikuti anda)


"hah apa ini Kak Gibran? ngapain dia stalking instagramku?" tanyanya dalam hati


"izinkan ngga ya? iyain aja deh lagian juga ngga ada apa-apanya disini ahhaha"


Akhirnya Gania mengizinkan Gibran untuk mengikuti akun instagramnya. Gibran yang cemas menunggu pun seketika beranjak dari ranjang dan tertawa bahagia melihat Gania mengizinkannya mengikuti akun instagramnya namun sayangnya Gania tidak mengikutinya balik.


"hah ngga di follback? cuek banget tuh anak, tapi gapapa deh" ucap Gibran


Setelah ia scroll ternyata feed instagram Gania hanya terdapat foto-foto pemandangan saja. Ya, memang Gania tipe orang yang jarang mengambil foto dirinya sendiri.


"hah kok ngga ada fotonya sih?" lagi-lagi Gibran kecewa.


Di sisi lain, Papa Arya yang merasa lelah pun juga merasakan sedikit sesak pada nafasnya. Ia segera meminum obat rutinnya tapi belum juga ada perubahan.

__ADS_1


"Ya Allah bagaimana ini, kenapa masih sesak"


Seketika ia teringat lagi tentang bagaimana nasib perusahaannya kalau ia akan mundur lebih awal.


"apa aku harus cerita sama Ibu dan minta saran ke Ibu" tanya Papa Arya kepada diri sendiri, akhirnya ia meraih handphonenya dan mengirimkan pesan ke Ibunya.


"Bu, besok pagi Ibu bisa kesini? Ada hal penting yang harus saya katakan ke Ibu" tulisnya


"ada apa Arya? besok pagi Ibu usahakan ya" balasnya.


Lain lagi dengan Gania, ia yang dari tadi berada di kamar pun lagi-lagi merasa bosan karena terus membaca bukunya. Ia merebahkan tubuh kecilnya ke ranjang dan tak lama kemudian ia mulai terlelap.


05.00


*tok tok*


"non, ayo turun sarapan dulu" seperti biasa, Bi Asih memanggil Gania untuk segera turun dan sarapan bersama


"iya Bi" kemudian mereka turun bersama


Di Ruang Makan


"emm cucu Nenek kok baru turun"

__ADS_1


"hah Nenek? Nenek kapan kesini? Tumen pagi-pagi kesini? Gania kangen sama Nenek tauu"


"kangen kok ngga pernah main ke rumah Nenek?" tanya Nenek sambil memeluk hangat cucu tunggalnya


"hehe maaf Nek, Gania masih Ujian Nasional" jawab Gania dengan melepaskan diri dari pelukan Nenek


"ooh Ujian Nasional? ya sudah sini duduk sarapan yang banyak biar fokus pas mengerjakan soal"


Kemudian Nenek mengambilkan sarapan untuk Gania.


"emm Papa mana Nek? kok tumben belum keluar?" "tadi Papamu udah Nenek kasih sarapan kok, Papamu sarapan di kamar katanya kurang enak badan"


"Gania liat Papa dulu ya Nek" Gania berdiri akan menghampiri Papa dikamar


"eehh ngga usah, Papamu nggapapa cuma kecapekan aja. Udah buruan dihabisin sarapannya terus berangkat keburu telat"


"hmm"


Kemudian Gania segera menghabiskan sarapannya dan berangkat ke sekolah.


"Nek, Gania berangkat dulu ya. Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam hati-hati ya"

__ADS_1


__ADS_2