
Pukul setengah enam pagi, Gibran dan Gania masih terlelap dengan tidurnya. Tapi tidak dengan Baby Gift, ia sudah membuka mata dan bermain dengan mainan gantung yang tergantung di box bayi.
Ia menendang mainan itu hingga berputar.
"ehehekk" gelak tawa Baby Gift terdengar
Gania lalu mengerjapkan matanya.
"aaeehh" gumam Baby Gift gemas
"hah Gift udah bangun" gumam Gania sambil mendudukkan dirinya
Lalu ia menghampiri Baby Gift di box bayi. Dilihatnya sang putri sedang asyik bermain dengan mainan gantungnya yang di tendanginya.
"sayangnya Mommy udah bangun" sapa Gania sambil menoel-noel pipi chubby Baby Gift
"mmomh" ucap Baby Gift
"iya, Mommy baru bangun" jawab Gania
Mendengar Gania berbicara, Gibran pun mengerjapkan matanya.
"eughh" lenguh Gibran sambil menggeliat
Ide jahil Gania pun muncul, ia meraup Baby Gift lalu mendudukkannya di ranjang sebelah Daddy Gibran.
Baby Gift yang melihat Daddynya pun menepuk pipi Daddy dengan gemas, sesekali ia juga meremas.
"aaowwhh" gumam Baby Gift
"sayangnya Daddy udah bangun" gumam Gibran sambil mendekatkan wajahnya
Puk Baby Gift menepuk mata Daddynya.
"emhh" Gibran kesakitan
"hahaha, jangan sayang" ucap Gania sambil memindahkan tangan putrinya dari wajah Gibran
"siapa yang nakal" goda Gibran sambil meraih tubuh montok Baby Gift untuk di peluknya
"siapa yang nakal" goda Gibran lagi dengan semakin mengeratkan pelukannya
"aaaakk.. hekk.. hekk" Baby Gift tergelak
__ADS_1
"Daddy kangen sama Baby" ucap Gibran sambil menciumi seluruh wajah Baby Gift
"kemarin siang Daddy kirim mainan, bilang apa sama Daddy?" Gibran masih mendekap, memeluk, dan menciumi sang putri
"thankyou Daddy" jawab Gania sambil mengajarinya
"gimana sayang? Thankyou" Gania mengulanginya
"uuuwhh" ucap Baby Gift
"yaahaha"
Gibran dan Gania tertawa bersama.
"jam berapa Yang?" tanya Gibran
"setengah enam"
"kamu bangunin Gift?" tanya Gibran lagi
"engga, dia bangun lebih dulu. Malah aku bangun karena dengar dia ketawa" jawab Gania
"hmhh" Gibran kembali mencium kedua pipi chubby Baby Gift hingga Baby merasa sangat geli
Empat puluh lima menit telah berlalu, kini jam menunjukkan pukul 06.15. Saatnya bagi Gibran untuk mandi membersihkan diri.
"kenapa sayang?" tanya Gania sambil mendekat ke Baby Gift
Dilihatnya, sprei putih bersih ranjangnya basah.
"Baby ngompol?" tanya Gania lalu tertawa
"hikk.." Baby Gift kembali merengek
"gapapa, Mommy lepas ya celananya" ucap Gania kemudian melepas celana yang Baby Gift gunakan
Ceklek pintu kamar mandi dibuka.
"kenapa?" tanya Gibran sambil mengeringkan rambutnya
"ngompol" jawab Gania yang masih mencari celana ganti
"bajunya juga basah Yang" ucap Gibran yang meraba baju Baby Gift
__ADS_1
"mandi sekalian aja" imbuh Gibran
Kemudian Gibran melepas baju tidur yang Baby Gift gunakan. Sementara Gania menyiapkan air hangat di ember.
Setelah airnya siap, Gania membawa Baby Gift ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Pyuk Pyuk Pyuk Baby Gift menepuk air yang merendam tubuhnya dan sesekali mencipratkannya.
Gania tak menghiraukannya, karena memang itulah kebiasaan putrinya. Ia sibuk meratakan busa sabun pada tubuh montok Baby Gift.
"senangnya main air" ucap Gibran dari pintu kamar mandi yang memang tak di tutup
"iya" jawab Gania sambil membilas tubuh Baby Gift
Setelah itu Gania meraih handuk yang sudah disiapkannya, lalu meraup Baby Gift yang masih asyik bermain air.
"hhhmmm" gumam Baby Gift saat tubuhnya di bungkus handuk oleh Mommynya
"yuk gosok gigi" ucap Gania sambil menggoyangkan tubuh putrinya
"gosok gigi?" tanya Gibran heran
"iya, sama gosok gusi haha"
Lalu Gibran mengekori Gania yang membawa putri mereka untuk duduk di sofa. Gania mendudukkan Baby Gift sendiri, lalu ia mengambil gosokan gigi khusus bayi berbahan silikon yang belum lama ini ia beli.
"aaa.. bwehh" Baby Gift memainkan lidahnya dengan gemas
Setelah menemukannya, Gania memasang gosok gigi itu di jari telunjuknya. Lalu ia membuka mulut Baby Gift dan mulai menggosok gigi serta gusinya pelan.
"aku baru tahu" gumam Gibran yang masih berdiri di samping Gania
"iya, biasanya kan Baby mandi kalau ngga ada Daddy" jawab Gania
Baby Gift tak merengek sama sekali, malah ia senang, sesekali ia menggigit gosokan giginya hingga membuat tertahan disana.
"jangan digigit sayang" ucap Gania sambil berusaha melepaskan
Sok Gosok Gosok Gania kembali menggosok. :v
Setelah dirasa cukup, Gania mengakhirinya. Lalu mulai memakaikan pakaian pada tubuh montok putrinya.
"Mas, kamu juga ganti baju sana" ucap Gania
__ADS_1
"oh iya"
Kemudian Gibran juga berganti pakaian di ruangan lain sebelum nantinya berangkat bekerja.