Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
Hasil


__ADS_3

Kurang lebih 7 menit telah berlalu, sekarang Pricilla keluar dari ruang pemeriksaan.


"gue ngga nyangka Gibran bakal bertindak sejauh ini" gumamnya sambil mencari sosok Gibran yang ia pikir menunggunya di luar


"loh, mana sih" ia mencari kesana kemari


"mungkin dia di parkiran" lalu ia berjalan menuju parkiran untuk mencari keberadaan Gibran


Setibanya di parkiran, ia tak juga menemukannya.


"siall! Gue ditinggal!" teriaknya kesal


"aarrghh!" teriaknya lagi


"mba, maaf jangan teriak teriak disini. Ini Rumah Sakit bukan pegunungan" ucap salah satu pengunjung Rumah Sakit


"kenapa hah? Lo ngga terima?"


"mba, jangan membuat kegaduhan" ucap Security


Pricilla mengendus kesal, kemudian pergi meninggalkan Security.


Ia berpanas-panasan menunggu taxi agar ia bisa kembali.


***


Setibanya di rumah, Gibran langsung masuk dan naik ke kamarnya untuk bertemu Gania.


Ceklek


"sayang" panggilnya, tapi tak ada jawaban dari Gania


Gibran kemudian mendekat ke tempat Gania yang sedang merebahkan dirinya.


"oh ternyata tidur" gumamnya


Gibran merangkak ke ranjang dan mendekatkan wajahnya ke perut Gania, kemudian mengecupnya dengan durasi yang lama.

__ADS_1


"terimakasih princess Daddy, kamu kuat" ucapnya setelah melepas kecupan


Mendengar suara dari Daddy, baby pun dengan cepat menendangkan kakinya ke dinding perut sang Mommy.


Tendangan itu dapat di rasakan langsung oleh Gibran, karena ia masih menempelkan pipinya di perut Gania.


Merasa ada pergerakan dan sentuhan, Gania pun mengerjapkan matanya.


"sayang, Mommy bangun karena tendangan keras darimu" ucap Gibran lagi sambil membelai perut Gania


Kemudian Gibran beralih merebahkan dirinya di samping Gania. Ia tahu, sepertinya Gania masih belum bisa mempercayainya.


"sayang, sabar ya. Aku sudah mengurusnya, kita tinggu hasilnya" ucap Gibran kemudian mencium pipi Gania


"semoga hasilnya memang benar dia bukan anakmu" jawab Gania dingin


"sudah pasti dia bukan anakku. Aku benar-benar tidak melakukannya"


"tunggu saja hasilnya" jawab Gania lagi dengan dingin


Kenapa Gania tidak bisa mempercayainya? Apa karena kondisinya yang sedang hamil dan hormonnya yang tidak menentu? Entahlah, Tapi Gibran akan selalu berusaha untuk meyakinkannya.


***


Sudah 3 hari Rumah Sakit tak kunjung memberi kabar kepada Gibran. Gibran semakin frustrasi, karena selama 3 hari ini juga, Gania tak mau tidur dengannya.


Pagi ini ia memutuskan untuk kembali ke Rumah Sakit dan menanyakan mengenai hasil Tes DNA yang ia lakukan 3 hari yang lalu.


"suster, bagaimana hasil Tes DNA tiga hari yang lalu?" tanya Gibran saat berpapasan dengan perawat yang mengambil sampelnya


"oh iya, maaf Pak kami belum memberikan kabar lebih lanjut. Maaf atas keteledoran kami" Perawat itu meminta maaf


"kenapa?" tanya Gibran heran


Lalu Perawat itu memberi tahu apa yang sebenarnya Pricilla sembunyikan.


Flashback 3 hari yang lalu

__ADS_1


"saya tidak hamil" ucap Pricilla


Perawat yang akan mengambil sampelnya pun mengeriyitkan dahinya.


"Ibu tidak hamil?" perawat itu memastikan


"iya, tapi beritahu ke semuanya bahwa saya hamil. Berikan hasil kecocokan DNA dan saya akan memberikan uang berapapun yang kamu minta asalkan kamu harus bantu saya"


Perawat itu tersenyum dan menahan tawa.


"maaf Ibu, kami tidak bisa"


"kenapa tidak? Kamu bisa mendapat keuntungan banyak dari ini, kamu tidak perlu lagi bekerja jika kamu mau membantu saya"


"maaf Ibu, sudah kebijakan Rumah Sakit untuk memberikan hasil sejujurnya kepada pasiennya" tolak perawat


"sombong sekali kamu!"


"maaf Ibu, di luar banyak yang mengantri"


Karena tidak ingin terjadi hal buruk, perawat itu mengusir Pricilla secara halus.


Flashback off


"jadi, dia tidak hamil?" tanya Gibran dengan suara lantang


"ti-tidak Pak" jawab Perawat itu sedikit ketakutan


"tapi dia memberikan saya hasil tes kehamilan dari Rumah Sakit ini" ucap Gibran


"maaf Pak, apakah hasil itu masih ada?"


"masih, ada di mobil saya, saya akan mengambilnya"


Bersambung...


Besok lagi ya :D

__ADS_1


__ADS_2