Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
Bersyukur


__ADS_3

Sore hari saat Gibran pulang kerja, setibanya di depan garasi rumahnya ia di suguhi pemandangan menggemaskan dari Baby Gift.


Sore ini Gania sengaja memandikannya di kolam renang karet yang ia beli minggu lalu. Gania memasangnya di taman depan, agar Baby Gift mendapatkan suasana baru.


"Daddy pulanggg" ucap Gania sambil membilas tubuh Baby Gift dari busa


Pyuk Pyuk Pyuk.. Baby Gift memainkan air yang merendam tubuhnya.


Gibran langsung turun dari mobilnya lalu menghampiri Baby Gift dan Gania.


"hiii cantiknya Daddy mandi" ucap Gibran sambil menekuk lututnya lalu mencubit lembut pipi chubby Baby Gift


"si cantik yang ini mandi, tapi si cantik yang mandiin belum" sahut Gania


"walaupun belum mandi tetap cantik" goda Gibran sambil meraih dagu sang istri


"apalagi kalau lagi tuker keringat, lebih cantik dari bidadari hahaha"


"isshh ada anak juga, ngomongnya masih aja nyleneh" ucap Gania sambil mencubit paha suami omesnya


"ya kan dia belum paham sayang" elak Gibran


"ya tapi kamu kebiasaan" cibir Gania sambil memalingkan wajahnya


"kebiasaan mengutarakan kebenaran" jawab Gibran


Pyuk.. Baby Gift mencipratkan air mandi ke Daddy.


"tuh kan Baby ngga suka kalau Daddynya nyleneh" ledek Gania sambil tertawa


"mentas dulu, dingin" teriak Nenek dari depan pintu

__ADS_1


"mentas?" tanya Gania sambil mengerutkan dahinya


"mentas itu artinya kayak 'udahan berendamnya' gitu loh yang" jelas Gibran


"oohh" jawab Gania sambil menganggukkan kepala


"yuk sama Daddy" ajak Gibran sambil menarik handuk lalu mengangkat Baby Gift


Gania yang mengikutinya di belakang pun sesekali. menggoda putrinya. Ia bermain ciluk ba hingga Baby Gift tertawa.


"cilukkk.."


"baaa"


Gania menutup wajahnya lalu membukanya.


"ehekk.." tawa Baby Gift sambil memukul bahu Daddynya


"cilukkk"


"ehek.. ehekk.. " tawa Baby Gift lagi


Setibanya di atas, Gibran langsung menidurkan Baby Gift di ranjangnya. Sedangkan Gania menyiapkan set pakaian serta bedak dan minyak telonnya.


"biar aku aja yang" ucap Gibran sambil meraih barang barang itu dari Gania


Gibran mengusapkan minyak telon ke seluruh tubuh Baby Gift kemudian membedakinya. Setelah itu ia memakaikan set pakaian.


"rambutnya sekalian sisirin Mas" ucap Gania sambil menyodorkan sisir khusus Baby


"ngga sabar pengen lihat dia di kuncir dua" gumam Gibran pada Gania saat menyisiri rambut putri mereka

__ADS_1


"sebentar lagi, tapi aku belum bisa bayangin pasti dia semakin menggemaskan dari sekarang" jawab Gania


"iya, sepertimu" jawab Gibran kemudian berdiri lalu mencium pipi serta dahi sang istri


"meski sudah beranak satu, tapi kamu tetap menjadi istri kecil bagiku" imbuh Gibran sambil memegang kedua pipi Gania


"Mas, apa kamu tahu, aku sempat mengira kamu suami yang galak loh hahaha" ucap Gania sambil tertawa


"kok bisa?" tanya Gibran heran


"dulu kamu tegas banget sama aku, aku kira kamu galak tapi ternyata dugaanku salah" jawab Gania menatap dalam mata Gibran


"memang sebenarnya aku begitu, tapi seiring berjalannya waktu aku selalu luluh padamu. Tapi bukan berarti aku tidak tegas lagi, aku hanya menghilangkan kegalakan yang tadinya melekat dalam diri ini" jawab Gibran


"kenapa omesnya ngga sekalian di hilangin?" tanya Gania sambil mengalungkan tangannya di. leher Gibran


"gimana mau hilangin, kamu aja..."


"hmmmhh" celoteh Baby Gift dari bawah sana memotong ucapan Daddynya


"oh Baby ngga diajak ngobrol ya tadi, maaf ya sayang" ucap Gania kemudian meraup putrinya


"kamu mandi dulu aja Mas, pakaianmu basah" imbuh Gania


"kamu juga basah" jawab Gibran


"bareng aja kalau gitu" imbuh Gibran lirih


"isshhh" Gania semakin gemas dengan suaminya, lalu ia mencubitnya hingga Gibran berlari dan masuk ke dalam kamar mandi.


Gania menggelengkan kepala dan tertawa.

__ADS_1


"omes omes gitu, tapi kamu selalu membuatku tidak bisa marah padamu Mas. Bersyukurnya aku hidup bersamamu seseorang yang selalu menjadikanku ratu, meski awalnya aku sangat tidak menginginkanmu" gumam Gania


Kemudian ia mengajak Baby Gift bermain di sofa.


__ADS_2