
Gania kemudian tersenyum lalu mengusap wajah Gibran dan sedikit mencubit pipinya karena saking gemasnya.
"yuk main air" ajak Gania
Kemudian Gibran beranjak dari duduknya dan dengan cepat membopong tubuh Gania yang berjalan belum jauh darinya.
"Giftt" panggil Gibran pada putrinya yang asyik bermain pasir
Baby Gift menoleh, ia tertawa melihat Daddy membopong Mommy dan memutarkan tubuhnya.
"aaaa Mas aku pusing" teriak Gania sambil memukul bahu suami jahilnya
"aaarrgh" Gibran menurunkan Gania
"aku selalu rindu masa-masa kita berdua" ucap Gibran pada Gania
"mmaaahh" teriak Baby Gift
"aku juga Mas, tapi kita tak mungkin meninggalkannya" jawab Gania sambil mengamati Baby Gift yang meneriaki mereka
Kemudian Gania meraup putrinya lalu mengajaknya bermain ombak bersama.
Gibran berbinar melihat anak istrinya yang sangat bahagia. Ia tak pernah menyangka sebelumnya jika kehidupannya akan selengkap ini.
"Mas, sini" teriak Gania yang juga melambaikan tangannya
Gibran langsung berlari menyusul Gania dan Baby Gift berada.
Blussshh ombak menerpa tubuh mereka.
"aaaehehek" teriak Baby Gift sambil tertawa
"hahaha" Gibran dan Gania sama-sama menertawakannya
"aawwhh" gumam Baby Gift sambil mencipratkan air ke Mommy Daddy
"hiiii" goda Gibran yang juga mencipratkan air
"aehehekk.." Baby Gift tertawa
Karena sudah puas dan Baby Gift terus bergidik kedinginan, Gibran dan Gania menyudahi aktivitas mereka bermain air. Mereka membersihkan diri dan berganti pakaian bersih yang Gania bawa tadi.
Tak terasa jam menunjukkan pukul 17.10. Setelah bermain air, ketiganya lapar. Lalu Gibran memutuskan untuk memesan seafood untuk dimakan.
"Baby makan ini" ucap Gania sambil mengeluarkan bekal roti khusus Baby
__ADS_1
"mamm.. mmhh" gumam Baby Gift sambil menepukkan kedua tangan
Gania lalu memberikannya dan membiarkan Baby Gift memegang serta memakannya sendiri. Sedangkan ia dan sang suami menyantap hidangan seafood yang sudah di depan mata.
"sunsetnya bagus" ucap Gania sambil mengunyah makanannya
"iya, habis ini kita foto bersama ya"
Kemudian Gania menganggukkan kepalanya.
Tak terasa ketiganya sudah selesai menyantap makanan masing-masing. Setelah itu Gibran membayar apa yang tadi ia pesan lalu membantu Gania berkemas sebelum akhirnya pulang.
"foto dulu" Gibran mengingatkan
"iya, aku ngga lupa" jawab Gania
Kemudian Gibran mengaktifkan kamera ponselnya dan ia serta Gania berpose bersama.
"Gift, lihat sini" ucap Gibran pada sang putri karena ia sibuk sendiri di gendongan Mommy
Baby Gift pun melihat ke kamera namun tak berekspresi sama sekali. Lalu Gania mencoba menggoda, akhirnya ia mau tertawa.
Cekrek Cekrek Cekrek.. Gibran mengambil gambar dengan cepat dan banyak hingga semua kehabisan gaya.
Mereka pun pulang.
Dalam perjalanan pulang, hari semakin gelap. Baby Gift yang tadinya masih aktif bergumam, berceloteh, serta bermain tangan pun kini berubah rewel.
"hikk.. hikk.." rengeknya sambil menggeliatkan tubuhnya yang berada di gendongan Mommynya
"mau gimana Gifttt" gerutu Gania yang merasa kesusahan mengatur tubuh Baby Gift karena menggeliat kesana kemari
"mungkin dia ngantuk Yang" sahut Gibran yang fokus dengan kemudinya
"ssstt ssttt minum susu ya" ucap Gania sambil membuka b*a nya
Hap
Baby Gift melahap p*t*ng Mommynya dengan cepat.
Puk Puk Puk
Gania menepuk-nepuk bokong Baby Gift agar cepat tertidur, mungkin ia lelah karena sore ini aktif bermain pasir dan air.
Gibran menoleh ke arah Gania yang juga memejamkan mata. Lalu ia mengusap rambut panjang Gania yang selama ini juga di sukainya.
__ADS_1
"ehh.. Mas.. " Gania kembali membuka mata dan menoleh ke arah suaminya
"tidurlah, kamu pasti lelah" ucap Gibran sambil tersenyum
"hmm" kemudian Gania kembali memejamkan mata.
1 jam kemudian mereka telah sampai di rumah. Nenek yang mendengar suara mobil pun segera keluar dari rumah.
Gibran turun dari mobil dan membuka pintu dengan pelan agar tak bersuara.
"Gift tidur?" tanya Nenek
"iya Nek, Gania juga" jawab Gibran dengan suara pelannya
Gibran membuka pintu sebelah kiri, lalu mengambil Baby Gift pelan dari gendongan Gania.
"Nek, tolong bawa Gift ke atas ya. Biar saya bawa Gania" ucap Gibran
Nenek mengangguk kemudian menggendong cicitnya dan membawanya ke kamar untuk ditidurkannya.
Gibran membopong tubuh Gania. Meski sedikit sempoyongan tapi ia kuat-kuatkan. Ia tak tega jika harus membangunkan.
"eemhh" Gibran menahan berat Gania saat naik tangga
Merasa tubuhnya seperti melayang, Gania pun membuka matanya kemudian.
"hah! Mas!" sentak Gania
"turunin aku" Gania memaksa turun
Di tengah-tengah tangga, Gibran benar-benar menurunkannya.
"kamu ngapain ngga bangunin? Kamu jadi keberatan kan? Kalau kamu jatuh gimana?" gerutu Gania
"ya aku ngga tega bangunin kamu" jawab Gibran
"tapi aku kasihan sama kamu" ucap Gania sambil memegang pipi sang suami
"heh kalian malah mesra-mesraan disini. Ini anaknya bangun" gerutu Nenek
"hah"
Gania tersentak kemudian berlari menuju kamar untuk menyusui kembali Baby Gift.
Sedangkan Gibran terus tersenyum. Baginya Gania tak pernah ada duanya, ia beda dengan wanita di luar sana. Biasanya wanita yang selalu dimanja itu bahagia. Tapi Gania malah menggerutuinya Hahaha
__ADS_1