Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
Diamankan


__ADS_3

Malam ini, menjadi malam yang berwarna (lagi) bagi pasangan suami istri Gibran dan Gania. Sudah 3 hari lamanya keduanya tak tidur bersama.


Tapi, malam ini menjadi malam yang mencekam di Butik milik Pricilla.


"selamat malam" ucap salah satu lelaki berbadan besar yang menyapa karyawan


"selamat malam Pak, selamat datang. Ada yang perlu kami bantu?"


"apa Butik ini milik Nona Pricilla Anindita?" tanya lelaki satunya


"iya Pak, benar"


"bisa saya bertemu dengannya?"


"ada yang ingin bertemu dengan saya?" tanya Pricilla seraya menuruni tangga


Kedua lelaki berbaju serba hitam dan berbadan besar itu menganggukkan kepala.


"ada apa?"


Dengan cepat kedua lelaki itu yang tak lain adalah anggota Polisi, segera mencekal kedua tangan Pricilla dan memborgolnya.


"hei! Apa yang kalian lakukan!" teriak Pricilla


"Anda harus ikut kami ke kantor Polisi untuk memberikan keterangan mengenai pemalsuan surat kehamilan"


"hah?! Kalian salah orang! Lepasin!" racau Pricilla yang ketakutan sambil berusaha membuka borgol di tangan


"jelaskan saja di kantor Polisi"


"heh kalian tolongin gue!" teriak Pricilla yang pada dua karyawannya


Dua karyawan itu hanya ketakutan dan berdiam.

__ADS_1


"jangan bawa saya!" teriak Pricilla lantang sambil berusaha melepaskan dirinya


Karena Pricilla susah di kendalikan, akhirnya Polisi pun menyeretnya secara paksa.


***


"aku merindukanmu, merindukan baby kita, merindukan wajahmu yang selalu kamu benamkan di dadaku, merindukan.." ucap Gibran yang kemudian terpotong oleh Gania


"ssstttt" Gania mendaratkan jari telunjuknya di bibir Gibran


"aku juga" ucap Gania kemudian sambil tersenyum simpul


"sebentar lagi kita akan bertemu sayang" ucap Gibran sambil membelai lembut babynya yang berada di kandungan Gania


"mas, aku tidak sabar" ucap Gania yang juga membelai perutnya


"aku juga"


"aku janji akan menjadi super Daddy untuknya, dan akan menjadi suami siaga untuk Mommynya"


"terimakasih mas, kamu selalu memperlakukanku seperti ratu. Setelah Papa menyerahkanku padamu, jujur saja aku sangat bergantung padamu. Aku tak bisa membayangkan kalau hari itu kita tak bertemu"


"sudah berapa kali kami bilang seperti ini? Dan aku juga sudah banyak kali bilang kan sayang, tidak perlu berterimakasih. Kamu adalah tanggung jawabku, jujur saya sejak aku pertama melihatmu, aku sudah jatuh hati padamu"


"ah gombal" cibir Gania


Sebelum Gibran menjawab, ponselnya lebih dulu berdering. Lalu Gibran segera meraih ponsel itu.


"Hallo" ucap Gibran


"Gibran, Polisi sudah berhasil mengamankannya" ucap Dokter Danar di seberang sana


"syukurlah, kami bisa bernafas dengan sangat lega"

__ADS_1


"terimakasih atas laporanmu ke Rumah Sakit kami Gi"


"baik Dok, terimakasih informasinya"


Lalu Gibran meletakkan kembali ponselnya.


"siapa?" tanya Gania


"Dokter Danar"


Gania mengerutkan dahinya seakan bertanya-tanya.


"Dokter Danar memberitahu kalau Pricilla sudah di amankan Kepolisian"


Gania hanya diam tak menjawab.


"kenapa? Kok kayak ngga senang gitu?" tanya Gibran


"kalau di pikir pikir, dia kasihan juga mas"


"kita manusia tidak bisa mengingatkan dan menghentikan niat buruknya, jadi inilah cara Tuhan memperingatkannya. Semoga setelah ini dia jera dan bisa kembali lagi ke Pricilla yang ku kenal dulu"


"aamiin mas"


Kemudian Gibran menarik selimut hingga menutupi kepala keduanya.


"mas, apa apaan sih"


"aku mau cek apakah air minum babyku sudah keluar atau belum"


"massss"


Kemudian keduanya bergulat kecil di ranjang yang tertutup selimut tebal.

__ADS_1


__ADS_2