Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
Mall


__ADS_3

Keesokan harinya Gibran tidak bekerja karena memang hari ini adalah hari liburnya. Hari ini juga ia berjanji kepada sang Istri mengajaknya jalan jalan ke Mall untuk berbelanja kebutuhan baby.


"sayang, bangun" Gibran membangunkan Gania


Gania menggeliat dan melenguh


"sayang jadi ngga?" tanya Gibran


Gania mengerjapkan matanya


"bangun yuk"


"mau kemana?" tanya Gania dengan suaranya yang masih serak khas bangun tidur


"kamu lupa ya? Kan semalem aku janji mau ajak kamu ke Mall"


Gania kemudian mendudukkan dirinya lalu membasahi tenggorokannya yang kering itu dengan air putih yang tersedia di nakas.


"oh iya lupa"


"kamu capek ya? Tidurnya pules banget" tanya Gibran kemudian mendudukkan dirinya didepan Gania


"engga juga sih mas, yaudah aku mandi ya"


Sambil menunggu Gania mandi, Gibran mengeluarkan ponselnya yang dari kemarin tidak ia mainkan. Ia mengaktifkan data selulernya.


Ting Ting Ting Ting


Notifikasi itu berbunyi secara beruntun, pertanda banyakanya pesan masuk di WhatsAppnya. Ia membaca satu satu pesan tersebut, senyumnya terus mengembang. Banyak sekali yang mengucapkan selamat dan mendoakan kelancaran persalinan Gania kelak.


15 menit berlalu, Gania sudah keluar dari kamar mandi.


"kenapa senyum-senyum?" tanya Gania sambil menatap heran Gibran


"banyak yang sayang sama kamu dan baby kita" jawabnya

__ADS_1


Gania mengerutkan dahinya


"banyak yang mendoakan kesehatan kalian"


"alhamdulillah, bilangin terimakasih mas"


"sudah"


Kemudian Gania memoles tipis wajah polosnya, sebenarnya tanpa polesan make up pun wajahnya sudah cantik tapi ia ingin terlihat lebih fresh.


Setelah siap, mereka turun bersama untuk sarapan terlebih dahulu.


"udah ganteng cantik mau kemana?" tanya Nenek yang sudah menunggu keduanya di meja makan


"hehe mau cari kebutuhan baby Nek" jawab Gibran sambil menyiapkan kursi untuk Gania


"yasudah ayo sarapan dulu"


Kemudian semuanya sarapan bersama dengan disertai obrolan kecil.


Setelah habis, Gania dan Gibran berpamitan dengan Nenek untuk berangkat ke Mall.


Setibanya di Mall, Gibran menggandeng tangan Gania, hingga akhirnya mereka masuk ke Mom & Kids Shop.


"masss, lihat..." ucap Gania kegirangan saat memilih baju baju baby


"lucu kan?" tanyanya kemudian


Gibran mengangguk sambil tersenyum


"pasti besok baby cantik banget pakai ini" gumam Gania yang sedari tadi memilah baju dan dress


"sayang warnanya mau pink semua?" tanya Gibran


"iya juga ya, harusnya warna warni"

__ADS_1


Kemudian Gania berjalan cepat menuju baju kecil berwarna putih.


"pelan-pelan"


"masss aku ngga bisa berhenti milih baju" Gania merengek


"kita kesana" Gibran menunjuk arah perlengkapan baby


Gania tidak bisa santai, langkahnya terus melaju dengan cepat. Seantusias ini dirinya.


"masss lihat set makan ini" ucapnya sambil menujuk set makan baby berwarna rainbow


"kalau suka ambil aja yang"


Dengan semangat Gania mengambilnya lalu memasukkannya kedalam trolley.


"selimut jangan lupa" Gibran mengingatkan


"ah iya"


Gania meraih selimut halus berwarna pink dengan gambar barbie.


"mas, aku mau beli kebutuhanku" bisik Gania


"yaudah kita pindah kesana" Gibran menunjuk arah perlengkapan Ibu kemudian mendorong trolleynya.


Setibanya disana, Gania terus berjalan mencari barang yang ia cari.


"cari apa?" tanya Gibran


"emm cari bra" jawab Gania lirih sambil tertunduk malu


Gibran tersenyum kemudian menarik dagu Gania pelan.


"yang lama ngga muat?" tanya Gibran dengan tatapan penuh arti

__ADS_1


"ih ya engga lah, kan aku udah naik banyak kilogram mas" jawab Gania dengan pipinya yang memerah


"yaudah ambil"


__ADS_2