Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
Aunty Rere


__ADS_3

Saat Gania, Baby Gift dan Neneknya bermain main bersama. Tiba-tiba suara ketukan pintu kamar terdengar.


Tok Tok


"masuk" teriak Gania dari dalam kamarnya


Ceklek pintu kamar di buka


"selamat datang di dunia Babynya Gania" ucap Rere yang dengan suara cemprengnya


"yaelah telat" jawab Gania kemudian di susul tawa


Setelah itu Rere yang membawa kotak hadiah pun menghampiri Gania di ranjangnya kemudian menyerahkan hadiah yang ia bawa.


"nih, sorry ya gue baru bisa kesini" ucap Rere


"terimakasih aunty, gapapa kok" jawab Gania sambil menerima hadiahnya


"kalau gitu Nenek turun dulu ya, kan udah ada temennya" ucap Nenek


"yah disini aja Nek. Nih Rere bawa camilan" Rere menahan Nenek Gania


"kalian makan aja, Nenek masih kenyang" ucap Nenek kemudian turun dari ranjang dan keluar kamar


Setelah Nenek Gania keluar, Rere menempati ranjang kosong yang tadi di pakai Nenek. Kini ia dapat melihat Baby Gift dengan jelas.


"namanya siapa?" tanya Rere


"Gift, Giftania Artayudha" jawab Gania sambil memperlihatkan senyumnya


"cantik banget sumpah, mirip sama lu"


Gania membalasnya dengan senyum simpulnya.


"gue pengen sentuh pipinya" ucap Rere gemas


"eitss, cuci tangan dulu"

__ADS_1


Kemudian Rere masuk ke kamar mandi untuk mencuci kedua tangannya. Setelah selesai, ia keluar lalu kembali naik ke ranjang.


"hallo Baby Gift" gumam Rere sambil membelai pipi chubby Baby Gift


Baby Gift masih diam, hanya menggerak gerakkan bola matanya.


"gimana Ga rasanya ngelahirin?" tanya Rere di sela-sela aktivitasnya memainkan pipi Baby Gift hahaha


"ya sakit lah" jawab Gania


"sakit doang?"


"sakit banget!! Tapi begitu gue lihat Baby se lucu ini, rasa sakit gue langsung terobati hahaha" jawab Gania kemudian di susul tawa


"isshh gue ngilu bayanginnya"


Saat itu juga Baby Gift mulai mengendus, wajahnya juga memerah. Pertanda setelah ini ia akan mengeluarkan tangisan.


Oekkk.. Oekkk..


Benar kan wkwkwk.


Tangisan Baby Gift pun berhenti, namun ia membuka bibirnya seakan mencari ASI milik Mommy.


"Baby Gift lapar yaa" kemudian Gania membuka kancing dressnya


Setelah itu Gania melanjutkan membuka b*a yang memiliki kancing depan, kemudian menempatkan p*t*ng ASInya di bibir Baby Gift dan menyusuinya.


Rere yang melihatnya pun tercengang dibuatnya.


"duh apa ngga geli" ucap Rere yang juga reflek menyilangkan kedua tangannya di dada


"geli" jawab Gania yang sibuk menyusui Baby Gift, sesekali Gania mengurut p*y*d*r* nya agar ASI nya keluar dengan lancar


Baby Gift menghisap ASI sang Mommy dengan kuat.


"pelan pelan sayang" ucap Gania sambil menepuk nepuk pelan bokong Baby Gift

__ADS_1


"padahal punya lu dulu hampir rata loh Ga" celetuk Rere


"apanya?" tanya Gania kemudian menoleh ke arah sahabatnya


"itu" jawab Rere sambil melirik p*y*d*r* Gania


"ohh, ya gimana ngga ngembang, hampir setiap malam di pompa sama Mas Gibran" jawab Gania blak-blakan


"haaahh?" Rere menganga


"hahaha kenapa?" Gania tertawa


"gila gila gila" Rere geleng geleng kepala


Gania kembali melihat Babynya, dilihatnya Baby mungil itu sudah menutup matanya dan menghentikan hisapannya. Gania segera melepaskan p*y*d*r*nya kemudian menutupnya kembali dengan rapi.


"cepet banget tidurnya" gumam Rere


"iya, kalau kenyang langsung tidur dia" jawab Gania


Gania berusaha menanjakkan kakinya ke lantai, kemudian berjalan menuju box bayi untuk menidurkan Baby.


"bobo disini ya By" ucapnya sambil mengusap rambut lebat Baby Gift, lalu setelah itu kembali mendudukkan diri di ranjang


Tok Tok


"masuk" jawab Ganja dari dalam kamarnya


Ceklek


Nampaklah Nenek dan Bi Asih yang membawa nampan berisi dua porsi makan siang dan juga minuman.


"maaf ya Rere sayang, Nenek lama buatin minumnya" ucap Nenek kemudian meletakkan minum itu di meja sofa


"haduh Nek Rere ngrepotin ya hehe"


"engga, kamu itu kan sudah seperti Kakak Adik kalau sama Gania. Ya sudah, Nenek kembali turun, dihabiskan ya"

__ADS_1


Kemudian Rere mengangguk dan mengambil dua porsi makan siang serta minuman. Ia tahu Gania masih sudah berjalan, jadi ia bawakan ke ranjang.


Setelah itu keduanya menikmati makan siang yang sudah di siapkan.


__ADS_2