Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
Masih demam


__ADS_3

Pagi harinya, Gania lebih dulu membuka mata. Ia melihat jam dinding yang menunjukkan pukul setengah tujuh.


"demamnya turun belum ya" gumam Gania sambil menempelkan punggung tangan di dahi Baby Gift


"masih sedikit hangat" gumamnya lagi


Kemudian ia meraih termometer yang tadinya ia letakkan di nakas. Lalu ia menempelkannya di dahi Baby Gift.


"tiga tujuh koma lima, dini hari tadi tiga tujuh koma sembilan" gumam Gania lagi sambil melihati termometer ditangannya


"berapa Yang?" tanya Gibran dengan suara seraknya


"tiga tujuh koma lima Mas"


"alhamdulillah semakin turun"


"iya" jawab Gania sambil mengelap keringat Baby Gift yang membasahi leher serta dahi


"semalam kamu bisa tidur?" tanya Gibran pada Gania yang terlihat lesu


"tidak, Baby rewel dikit dikit minta susu" jawab Gania


"sepertinya semalam aku tidur lelap" tebak Gibran


Gania kemudian tersenyum.


"nanti giliran kamu yang beristirahat, biar gantian aku yang jagain Baby" ucap Gibran


"oke" jawab Gania lalu menyibakkan selimutnya


Ia memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri.


Gibran meraih ponselnya yang ia letakkan di nakas samping tempat tidurnya.


"hari ini Saya berhalangan masuk, kalau ada pekerjaan baru atau berkas yang harus saya tanda tangani, kamu bisa mengantarnya kesini" tulis Gibran mengirim pesan ke sekretarisnya


Kemudian ia mengembalikan ponselnya di tempat semula.


Skip


Beberapa jam kemudian, jam sudah menunjukkan pukul sembilan. Meski demam, Baby Gift tetap aktif merangkak, mengoceh maupun mengerang.

__ADS_1


"yang, kamu pucat banget. Kamu sakit?" tanya Gibran saat mengamati Gania yang tengah bermain dengan putri mereka


"pinggangku nyeri Mas" jawab Gania lesu


"kamu belum sarapan juga kan? Sarapan dulu gih, bisa-bisa kamu pingsan Yang"


"ngga nafsu" jawab Gania


"yaudah kamu tiduran aja, biar aku yang main sama Baby Gift"


Kemudian Gania mengangguk mengiyakan perintah suaminya. Ia menidurkan dirinya di ranjang namun tetap mengawasi anak serta suaminya.


"Gift" panggil Gibran pada putrinya


Baby Gift yang sedang bermain pun menoleh ke arah Daddynya.


"hmmhh" gumam Baby Gift


"anak pintarnya Daddy, udah bisa merespon" ucap Gibran gemas


Kemudian Gibran mengeluarkan mainan boneka peek a boo lalu memainkannya bersama putrinya.


"ehehekkk" Baby Gift mengeluarkan gelak tawa khasnya


"beberapa hari yang lalu Yang" jawabnya


"sekalian mainan gigit yang aku pesan?" tanya Gania


"iya, yang itu masih ku simpan di kamarnya" jawab Gibran


"terimakasih sayang" ucap Gania sambil memperlihatkan senyum simpulnya


"sama-sama"


Kemudian Gibran melanjutkan memainkan bonekanya bersama Baby Gift yang sedang antusias-antusiasnya.


Saat jam makan siang, Gania turun dari ranjang lalu turun ke lantai bawah untuk membuatkan makanan. Kali ini ia hanya melumatkan buah alpukat saja, karena beberapa hari yang lalu Baby Gift sangat menyukainya bahkan bisa menghabiskannya.


"mamam alpukat yuk" ucap Gania yang sudah kembali ke kamarnya


"aaoohhh" gumam Baby Gift sambil merentangkan tangan kanan ke depan

__ADS_1


Kemudian Gibran memasangkan Baby Bib pada leher Baby Gift agar alpukatnya tidak belepotan ke baju yang dipakainya.


"aaa" Gania membuka mulutnya agar diikuti oleh Baby Gift


Hap Hap Hap


Baby Gift melahap.


"lahap banget Yang" ucap Gibran yang geleng-geleng kepala melihat begitu lahapnya Baby Gift makan


"iya Mas, anak lain kalau demam ngga doyan makan. Tapi anak kita berbeda haha"


"ehehekk.." Gift ikut tertawa setelah mendengar Mommynya tertawa


"ih ketawa" goda Gibran sambil. menoel-noel pipi sang putri


"again again" ucap Gania sambil menyodorkan suapannya


Hap! suapan terakhir bisa dihabiskan.


"yeayy! habis!" sorak Gania


Puk Puk Puk ... Gibran bertepuk tangan


"hmmhh" gumam Baby Gift sambil mengikuti Daddy Gibran bertepuk tangan


"anak pintar, sekarang minum obat"


Gania menyodorkan pipet berisi obat penurun panas rasa Strawberry yang semalam Bidan Darika beri.


Baby Gift langsung membuka bibir mungilnya karena ia tertarik dengan warna obatnya.


Glek ... ia menelannya namun setelah itu wajahnya berubah masam.


"ihikk" rengeknya sambil merentangkan tangan ke Mommynya


"agak pahit ya sayang, sini sini minum air" ucap Gania sambil meraup lalu menyendokkan air putih untuknya


"yeayy! Gift pintar" sorak Gania lagi


Kemudian Gift kembali di dudukkan di matras mainnya agar kembali bermain dengan Daddy.

__ADS_1


***


Jangan lupa untuk selalu Like 💕


__ADS_2