
Sembilan bulan penuh penantian dan kebahagiaan telah berlalu, malam tadi Gania telah berhasil melahirkan anak keduanya yang berjenis kelamin laki-laki dengan berat 3,3 kilogram panjang 51 centimeter. Anak itu diberinya nama Greysen Artayudha.
"Baby Grey" gumam Gibran sambil menggendong sang putra
"Grey? abu-abu?" sahut Nenek
"iya"
"kenapa kamu memberi nama itu?" tanya Nenek penasaran
"saat Gania hamil, Gania menyukai warna itu" jawab Gania
"Mommy, Daddy!" seru Gift saat masuk ke ruang perawatan Mommynya bersama Opa Surya
"hey cantiknya Mommy, sini sayang. Mommy kangen"
Lalu Gift didudukkan di bed tempat Gania berada. Setelah itu Gania menciumi dan memeluk tubuh sang putri.
"Kakak Gift di sekolah belajar apa?" tanya Gania
"singing" jawab Gift
"there are more?" sahut Daddy yang masih menggendong Adik bayi
"colowing (coloring)"
"ahaha colowing" tawa Mommy Gania
Gift sudah di sekolahkan untuk anak usia balita, karena memang ia sudah berusia 2,3 tahun.
Setelah itu Gibran menidurkan sang putra ke box bayi lalu bergantian menggendong sang kakak.
"mau lihat Adik bayi?" tanya Gibran
"mau!" seru Gift
"namanya Grey" ucap Gibran
"Gey" tiru Gift sambil tersenyum malu saat mengamati sang adik didalam box bayi
"sekarang Gift sudah menjadi Kakak, jadi ngga boleh nakal apalagi sama Adik" ucap Gibran
"okay Kakak Gift?"
"okay Daddy" jawab Gift
Semua tersenyum bahagia melihatnya.
"Mmy, bobo sama Mommy" ucap Gift
__ADS_1
"mau bobo sama Mommy?" tanya Gania
Lalu Gift menganggukkan kepala.
"iya sayang nanti malam bobo sama Mommy, sama Adik bayi dan Daddy"
"tadi malam bobo sama Nenek guling guling terus" sahut Nenek
"iya emang gitu Nek, makanya pas Gania masih berbadan dua aku sering ketir ketir takut kena tendangannya" sahut Gibran
"besok Gift bobo sendiri di kamarnya" goda Opa Surya
"no!" tolak Gift dengan lantang
Kemudian semuanya tertawa.
***
Malamnya Gania sudah diperbolehkan pulang rumah. Kini ranjang besar kamarnya benar benar diisi empat orang. Daddy Gibran sebelah kanan, Mommy Gania sebelah kiri dan di tengah untuk tempat kedua buah hati.
"Yang aku tidur di sofa ya, agak sempit. Takutnya Baby sumpek"
"tapi Gift gimana Mas? Ngga ada yang jagain dia?"
"emm Kak Gift, bobo sama Daddy di kamar sebelah yuk?" ajak Gibran
"bobo sama Mommy" rengek Gift
"hmmh sama Mommy" rengek Gift lagi yang menahan tangis
"Gey bobo di sana" ucap Gift sambil merengek menunjuk box bayi
Seketika Gania membelalakkan mata.
"emm sayang, Adik kan mau minum cucu Mommy" jawab Gania
"Gift mau bobo sama Mommy!" teriak Gift
Maklumlah, namanya juga anak anak. Semalam ia tidak tidur dengan Mommynya, melainkan hanya dengan Neneknya. Selama sembilan bulan ini ia juga berjarak dengan Mommy Gania demi keselamatan Adiknya.
"iya iya bobo sama Mommy, tapi Kak Gift bobonya di samping Adik ya. Gift kan udah jadi Kakak, Gift harus melindungi Adik biar ngga jatuh, okay?"
Tanpa menjawab, Gift pun langsung membenamkan wajahnya di bantal dengan posisi tengkurap.
Gibran melihat Gania, dilihatnya mata Gania sudah berkaca-kaca.
"Kak Gift bobo ya, ada Daddy juga disini. Jangan berisik, kasihan Adik" ucap Gibran sambil membenarkan posisi Gift
Setelah itu Gania mencium dan memainkan pipi sang putri seperti squishy.
"bobo ya sayang, ngga boleh nakal"
__ADS_1
Lalu Gift benar benar memejamkan matanya.
-
Beberapa saat kemudian, setelah kedua anaknya tertidur dengan sempurna, Gania pun menurunkan dirinya dari ranjang lalu beralih ke sofa. Ia berjalan dengan terseok-seok menyeret kakinya.
"Mas, aku pusing" keluh Gania
"sabar ya sayang, aku akan selalu disini membantu dan menemanimu" ucap Gibran kemudian mencium pipi sang istri
"terimakasih Mas, sudah selalu mengertiku. Kamu suami dan Daddy yang sangat baik bagiku. Tak ada henti-hentinya aku bersyukur dinikahkan denganmu. I Love You" ucap Gania yang juga mencium pipi sang suami yang sangat ia cintai
"I Love You More" balas Gibran.
E N D - - -
***
Pengumuman
Sekali lagi Author ucapkan terimakasih untuk semua yang sudah mendukung karya pertama Author hingga tamat.
Untuk saat ini Author belum ada rencana lagi untuk buat cerita, tapi entah untuk kedepannya. Semoga nantinya bakal ada.
Oh iya Author punya bonus foto Kakak Gift nih ~
"Kak, senyum ya" ucap Daddy Gibran saat memotret Kakak Gift memakai pakaian Jepang
"okay Daddy"
Sebelum di jepret, Gift mau tersenyum. Tapi setelah itu ....
"Kak..." desis Daddy Gibran
"ahahaha" tawa Gift
Saat itu juga Daddy Gibran buru-buru mengabadikan pose candid tertawa versi Gift.
"sekali lagi, tangannya di pipi ya"
"okay"
Tapi lagi lagi Gift berpose nyleneh ~
Setelah itu dengan gemas Daddy Gibran meraup dan mengangkat tinggi-tinggi tubuh sang putri.
Sekian dan Terimakasih 💓
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, dan vote