Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
Berjemur


__ADS_3

Sinar matahari pagi sudah menyeruak menembus jendela kamar Gania. Tapi belum ada satupun penghuni kamar yang membuka mata. Maklumlah, semalam Baby Gift mengajak kedua orangtuanya begadang hingga larut malam.


Di usia Baby Gift yang belum ada satu bulan ini, Gania menidurkannya di tengah tengah dirinya dan sang suami. Ia belum tega melihat sang buah hati tidur sendiri di box bayi.


Tak lama kemudian Baby Gift merengek, hingga mampu membangunkan Gania dan Gibran.


"kenapa sayang?" tanya Gania, tangannya sambil meraba bagian tubuh bawah putri kecilnya


"anak Mommy ngompol ya" gumamnya lalu mendudukkan diri dan melepas bedong yang di pakaikan untuk membalut tubuh mungil Baby Gift


Tanpa suruhan, Gibran langsung beranjak dari ranjang dan mengambilkan pakaian bersih untuk Baby Gift. Tak lupa juga ia memasukkan pakaian dan bedong yang terkena ompol itu ke keranjang kotor.


"mau mandi sekalian ngga?" tanya Gibran


"masih jam enam Mas, kasihan kalau kedinginan" jawab Gania


"kan pakai air hangat"


"yaudah gapapa Mas, tapi aku belum bisa bantu"


Kemudian Gibran mengisi air hangat di ember Baby, setelah terisi ia menggendong si buah hati lalu memandikannya di kamar mandi.

__ADS_1


"anak pintar, jangan nangis ya sayang" gumam Gibran sambil membasuh kepala serta wajah Baby Gift


Ia menandikannya dengan pelan dan penuh ketelatenan. 10 menit kemudian ia membawanya keluar.


"Mommy, Baby sudah wangi" ucap Gibran mewakili Baby Gift


"anak pintar, ngga nangis" ucap Gania dengan senyum simpulnya


"Mas kalau mau berjemur jangan lupa di pakaiin kacamata" ucap Gania mengingatkan Gibran


"oh iya, dimana?"


"di laci almari Baby" jawab Gania sambil menunjuknya


"Mom, lihat Baby" ucap Gibran yang tak henti-hentinya tersenyum dan tertawa melihat betapa lucunya Baby yang sedang di gendongnya


Gibran mengajak Baby Gift berjemur bersama di balkon, tangan mungil itu tak tinggal diam saat merasakan ada sesuatu baru yang di pakaikan di matanya.


Gania yang penasaran pun mencoba beranjak dari ranjangnya.


"sshhh" desisnya saat merasakan bagian tubuh bawahnya ngilu

__ADS_1


Ia berjalan ter seok-seok untuk menghampiri sang suami dan buah hati.


"Mommy gemes" ucap Gania sambil menggelitik kecil perut Baby Gift


"sayang, kamu jalan sampai sini apa ngga sakit?" tanya Gibran


"sakit Mas, tapi aku penasaran"


Beberapa saat kemudian Gibran menyudahi aktivitas berjemur pagi ini, ia kembali membawa Baby Gift masuk ke dalam kemudian memakaikan pakaian.


"biar aku aja Mas, kamu bisa mandi" ucap Gania


"oke sayang" jawab Gibran


"eh kenapa ngga pakai pempers aja yang? Biar ngga ribet" tanya Gibran saat melihat sang istri tak memakaikan pampers pada Baby


"aku ngga mau sering sering pakaiin Baby pampers Mas, katanya bisa bikin iritasi. Apalagi kalau siang kan panas" jawab Gania dengan tangan yang sibuk memakaikan pakaian


"udah mandi sana, nanti terlambat loh. Udah setengah tujuh" imbuh Gania


Kemudian Gibran berlari masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

__ADS_1


"cantik banget Baby Gift nya Mommy" ucap Gania sambil menciumi seluruh wajah Baby Gift yang telah selesai ia pakaikan jumpsuit


Gania tak ada hentinya memainkan pipi si Baby. Terkadang saat ia membelainya, ia juga mencubit gemas pipi chubby itu. Seperti mendapat mainan baru, ia selalu memainkannya seperti squishy.


__ADS_2