Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
Rattle


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang, Baby Gift mulai rewel. Tangannya menepuk nepuk paha Mommy Gania yang sedang memangkunya.


"apa sayang?" tanya Gania kemudian beralih menggendong Baby Gift di lengan tangannya


"mungkin ngantuk yang" sahut Gibran


"minum ya" ucap Gania kemudian membuka kancing dressnya


Setelah di buka, Baby Gift ternyata tidak menginginkannya. Ia malah merengek kemudian mengeluarkan tangisannya.


"loh kenapa sih sayang" Gania bertanya tanya


"pampersnya penuh mungkin" sahut Gibran lagi yang sedang fokus mengemudi


Kemudian Gania mengecek pampers yang dipakai Baby Gift. Dan ternyata benar apa yang dikatakan Daddy Gibran, pampers itu sudah penuh.


"sebentar ya sayang, sebentar lagi sampai rumah" ucap Gania menenangkan Baby montoknya


Ia menggoyang goyangkan tangannya kekanan dan kekiri, dan tangisan Baby Gift pun berangsur berhenti.


Tak lama kemudian mereka sampai di rumah, dengan cepat Gania langsung membawa Baby Gift naik ke kamar untuk melepas pampers yang sudah penuh itu.


"sudah di lepasss" ucap Gania pada Baby Gift yang sedang menggerak-gerakkan tangannya


Kemudian Gania membersihkannya dengan tissu basah dan membedaki bokong Baby. Setelah itu ia kembali menggunakan rok yang tadi di pakai Baby Gift.


"bobo siang yuk" ajak Gibran pada anak dan istrinya sambil merebahkan diri disamping mereka


"kayaknya dia belum ngantuk mas" jawab Gania sambil mengamati Baby Gift

__ADS_1


"yaudah kita main ya, Daddy punya mainan baru buat princess cantiknya Daddy" ucap Gibran kemudian beranjak dari ranjang untuk mengambilkan.


Cring Cring Cring begitulah bunyinya saat Gibran menggoyangkan mainan rattle yang dibelinya.


Mata Baby Gift pun tak tinggal diam, begitu mendengar suara krincingan itu ia langsung berusaha mencari sumber suaranya.


"disini sayang" ucap Gibran yang kemudian memperlihatkan rattle itu tepat di atas Baby Gift


Baby Gift yang mulai penasaran pun berusaha mengarahkan tangannya untuk menggapai mainan baru miliknya.


Dengan sangat peka, Gibran melatih memegangkan rattle itu di tangan Baby Gift kemudian menggerakkannya.


Cring Cring Cring rattle itu berbunyi lagi


"terimakasih Daddy" ucap Gania mewaliki Baby Gift yang belum bisa berbicara, namun sebagai contoh yang baik ia selalu mengucapkannya


Dilihatnya Baby sudah bisa menggengam rattle itu dengan kuat, dan kini Gibran melepaskan genggamannya. Ia membiarkan Baby Gift berlatih menggenggam sendiri.


Baby Gift terus menggerakkan rattlenya hingga berbunyi sangat berisik.


"oh iya Mas, gimana kalau kamar sebelah kita renovasi?" usul Gania


"renovasi?" tanya Gibran


"iya, buat Baby Gift kalau udah besar nanti" jawab Gania


"boleh juga yang" ucap Gibran sambil mengangguk


Mommy dan Daddy sibuk berencana hingga lupa dengan Baby montok mereka.

__ADS_1


Tuk.. Cring..


Rattle yang di genggam Baby Gift itu jatuh mengenai dadanya. Baby yang kaget pun menangis dibuatnya.


"yaampun sayang sakit ya" Gania menenangkan Baby Gift dengan menggendongnya


"maaf ya sayang, Mommy sama Daddy sibuk sendiri" imbuhnya


"sssstt sssstt minum susu ya" imbuhnya lagi sambil membuka kancing dressnya


Baby Gift pun langsung melahap p*t*ng Mommy Gania dan menghisapnya dengan kuat.


"ngantuk ya?" tanya Gibran sambil mengamati Baby montoknya


Gania mengangguk mengiyakan pertanyaan suaminya. Ia menyusui sambil menepuk nepuk pelan bokong Baby.


Tak lama kemudian Baby pun tertidur lelap di gendongan Mommy.


"cepet banget" gumam Gibran


Setelah itu Gania membawa dan menidurkan Baby Gift di box bayinya.


"ayo kita ke kamar sebelah" ajak Gania dengan suara pelannya


Gibran kemudian mengikutinya dari belakang.


"aku ingin kamar ini di ganti cat warna lain" ucap Gania pada sang suami


"warna apa?" tanya Gibran sambil melihat lihat kamar yang pernah di tempatinya sementara

__ADS_1


"belum tahu" jawab Gania


"ya sudah kita lihat lihat referensinya" ucap Gibran kemudian menggandeng tangan Gania lalu mengajaknya ke ruang kerja


__ADS_2