
Jam yang terus berputar, kini sudah menunjukkan pukul 15.30. Karena pekerjaannya sudah selesai, sekarang saatnya Gibran berkemas dan kembali ke rumah.
Saat berada di perjalanan pulang, ia melewati outlet Thai Tea yang cukup ramai dan antri.
Gibran kemudian menepikan mobilnya lalu ikut mengantri untuk membeli.
Kurang lebih 10 menit lamanya ia berdiri mengantri, sekarang ia sudah mendapatkannya dan menikmatinya.
"enak juga, mirip sama yang di Thailand" gumamnya setelah mencoba, lalu masuk kedalam mobil
Ia kembali melajukan mobilnya.
Setibanya di rumah, Gania dan Baby Gift sudah menyambutnya di depan.
"hallo sayang, udah mandi?" sapa Gibran kepada si buah hati
"udah Dad, bareng Mommy" jawab Gania dengan suara buatannya
"wah bareng Mommy, Daddy juga pengen"
Kemudian Gania mengarahkan tangan Baby Gift di hidung sang suami dan Baby Gift pun meremas dan memukul hidung Daddynya.
"anak Mommy pinter, besok kalau Daddy nakal lagi Baby bantu Mommy ya"
"masa Baby diajarin KDRT sih" protes Gibran kemudian tertawa
Iya hampir melupakan apa yang tadi di belinya.
"oh iya sayang, ini aku beli Thai Tea" ucapnya sambil memperlihatkan Thai Tea yang ia beli
"wahh, dimana belinya?" tanya Gania
__ADS_1
"di jalan tadi, outletnya ramai jadi aku penasaran"
Baby Gift terus melihat apa yang Daddynya bawa, lama lama tangannya mengarah kesana dan berusaha meraihnya.
"Baby mau?" tanya Gania
Kemudian Baby Gift menoleh ke arah Mommy Gania, lalu setelah itu kembali mengarahkan tangannya ke plastik yang Daddy Gibran bawa.
"di kasih dikit aja" ide aneh Gibran
"ih belum boleh Mas"
"ya tapi lihat tuh Baby kayaknya pengen banget"
Kemudian Gibran sengaja menyembunyikan plastik berisi dua cup Thai Tea itu di belakanganya.
Melihat apa yang diinginkannya hilang, raut wajah Baby Gift pun seketika berubah menjadi sedih, dagunya begetar kemudian setelah itu keluarlah suara tangisan kencang.
Tangisan itu tak juga berhenti, malah membuat wajah putih bersih Baby Gift memerah.
"Mas, jangan di umpetin" gerutu Gania
Kemudian Gibran memperlihatkan Thai Tea itu kembali, dan tangis Baby Gift pun berangsur berhenti.
"yaudah lah Mas coba tetesin dikit aja"
Gibran menarik sedotan yang masih berisi tetesan Thai Tea, kemudian ia teteskan di bibir mungil Baby Gift yang sejak tadi sudah ingin.
Baby Gift mengecapkan bibirnya, merasakan apa yang Daddy Gibran teteskan, setelah itu ia menurunkan alisnya dan berdecak kecil.
"aneh ya sayang? Baby Gift kan belum boleh minum ini" ucap Gania sambil menunjuk Thai Tea yang di pegang Gibran
__ADS_1
"Baby bolehnya minum ASI Mommy" sahut Gibran kemudian di susul tawa
"yaudah yuk masuk, Daddy bau asam belum mandi" ledek Gania
Kemudian ketiganya masuk bersama.
Setibanya di kamar, Gibran langsung membersihkan diri. Ia kepikiran ajakan Rendra yang di tulis di pesan.
"aku harus ngomong ke Gania" ucapnya dalam hati sambil memakai pakaian bersihnya
Setelah selesai ia keluar, lalu menghampiri Gania dan Baby Gift yang duduk bersantai di sofa.
"yang" panggilnya sambil mendudukkan diri
"hmm" jawab Gania yang sibuk bermain dengan princessnya
"tadi Rendra kirim pesan, ajak aku jenguk Pricilla" ucapnya
Gania kemudian menoleh.
"jadi kamu mau jenguk?" tanya Gania
"ya kalau kamu ngizinin, walaupun Pricilla seperti itu tapi bagaimanapun juga dia dulu adalah sahabatku"
"aku izinin kamu mas, aku sudah melupakan masalah itu. Aku justru senang kalau kamu mau memaafkan" jawab Gania
"beneran yang?" tanya Gibran memastikan
"iya, tapi aku juga pengen ikut"
"yaudah besok kita kesana sama Baby Gift juga"
__ADS_1
Kemudian Gibran dan Gania kompak bermain dengan princess montok mereka.