
Tanggal ini, bulan ini, tahun lalu.
Gania melahirkan bayi cantik berwajah mirip dengannya, yang ia beri nama Giftania.
Di perayaan ulangtahun pertama Baby Gift sore ini, Gania membuatkan acara yang meriah meskipun hanya di taman rumah. Ia mengundang sahabat, seluruh karyawan Anjasmara Group, anak kecil sekitar komplek serta anak yatim piatu. Ia menepati janji yang ia katakan saat syukuran tujuh bulanan kehamilan.
"sudah datang semua?" tanya Gania yang sedang memakaikan bandana di kepala putri cantiknya
"belum semua, tapi sudah banyak" jawab Gibran
"yuk turun" ajak Gania yang sudah selesai memakaikan bandana
Kemudian ketiganya turun bersama. Mereka ikut menyambut tamu undangan yang datang.
"aakkk" teriak Baby Gift saat berada di keramaian
"Ddy..." panggil Baby Gift kepada Daddynya
"apa sayang" jawab Gibran
"tut.. tut" ucap Baby Gift lagi sambil merentangkan tangan
Karena sang putri ingin ikut dengannya, Gibran pun mengambil alihnya dari gendongan Gania. Lalu ia membawa untuk menyapa sahabat serta karyawan yang sudah datang.
"Happy Birthday cantik"
"Selamat ulang tahun Baby Gift"
Ucapan itu membaur menjadi satu. Tak lupa mereka pun juga memberikan hadiah.
"emhh" Baby Gift menggeliat berusaha melepaskan dirinya
"mau turun?" tanya Gibran yang kesusahan
"emhhh" Baby Gift melonjakkan kakinya
Kemudian Gibran menurunkannya. Baby Gift langsung menepukkan kedua tangan dan tertawa riang.
"Gift suka?" tanya Gania sambil menekuk kedua lututnya
"tuu" ucap Baby Gift sambil menujuk balon
"mau balon? bilang gimana dulu?"
Baby Gift diam menatap Mommynya.
"give it to me" ucap Gania agar ditirukan
"emmhh" Baby Gift sedikit frustrasi karena kalimatnya panjang
"please Mommy" ucap Gania lagi
"piss.. Mommy.." ucap Baby Gift sambil menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada
Beberapa orang yang menyaksikannya pun kagum dibuatnya, kemudian mereka bertepuk tangan bersama.
"ini sayang, bilang apa?" ucap Gania sambil menyerahkan balonnya
__ADS_1
"tyu.. Mommy" ucap Baby Gift
"hmmmm" Gania mencium pipi chubby sang putri
Karena dirasa semua tamu sudah datang, acara pun dimulai. Acara pertama semua menyanyikan lagu 'selamat ulangtahun' bersama-sama. Lalu Gibran dan Gania menitah putri mereka untuk berdiri di depan kue bertingkat empat.
"tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juga, sekarang juga" Semua masih kompak bernyanyi bersama.
Hush! Lilin padam terhempas tiupan Baby Gift yang dibantu kedua orangtuanya.
"yeayyy" semua bersorak
"ahahakk" Baby Gift tergelak karena ramainya acara
Setelah itu Gibran dan Gania memotong kue tingkat empatnya dengan pisau khusus. Baby Gift yang berada di gendongan Mommynya pun heboh disana.
"Mom.. Mom.." panggilnya sambil menepuk bahu Mommynya
"apa sayang" jawab Gania
"uwan.." ucap Baby Gift
"do you want cake?" tanya Gania kemudian menghentikan pemotongan
"tuu" Baby Gift menunjuk dan berusaha meraih buah cherry yang tertancap di kue
Kemudian Gania mengambilkan dan menurunkan Baby Gift agar berdiri sendiri.
"bilang apa?" tanya Gania
"tyu.. Mommy" ucap Baby Gift
Cup Baby Gift mendaratkan bibirnya di pipi sang Mommy.
Setelah selesai pemotongan, Gibran menghimbau ke semua tamu undangan untuk segera menyantap kue serta makanan dan minuman yang sudah disiapkan. Semuanya pun berbaris dan antri dengan sangat rapi.
"Selamat ulangtahun cicitnya Nenek yang cantik. Semoga sehat selalu" ucap Nenek sambil mencium pipi chubby cicitnya
"thankyou Nenek" jawab Gania
"tyu.." jawab Baby Gift
"Selamat ulangtahun cucu Opa. Doanya yang baik baik aja" ucap Papa Surya
"thankyou Opa" jawab Gibran
"tyu.. Opa" jawab Baby Gift
Kemudian semua tertawa bersama.
Kurang lebih 30 menit kemudian setelah semua tamu sudah selesai menyantap hidangan, Gibran pun mengeluarkan hadiah utamanya yaitu sebuah Scooter aki khusus anak yang dapat berbunyi.
Semua tamu pun bersorak tak bertepuk tangan setelah melihatnya, begitu juga dengan Baby Gift, ia melonjakkan kaki dan meronta-ronta turun dari pangkuan sang Mommy.
"aaaakkk" teriaknya gemas
Lalu Gania menitahnya untuk menghampiri hadiah mainan baru itu.
__ADS_1
"bilang apa sayang?"
"tyu" jawabnya
"thankyou Mommy, Daddy" ucap Gibran
"tyu.. Mommy" ucap Baby Gift
"Daddy?"
"tyu.. Ddy"
Kemudian Gibran dan Gania bersama-sama mencium pipi chubby sang putri.
Saking antusiasnya, Baby Gift langsung melangkahkan kakinya untuk melihat hadiah dari kedua orangtuanya.
Bug ia sempat terjatuh, tapi ia kembali bangkit. Dengan cepat Mommy Gania kembali menitahnya, ia juga menendang balon yang tersebar disana.
Setelah sukses menghampiri, Baby Gift pun menepuk nepuk jok Scooternya karena ingin menaiki.
"mau naik?" tanya Gania kemudian mendudukkan Baby Gift disana
"aakkhaha" teriak Baby Gift kegirangan
"Daddy foto ya"
Cekrek Cekrek Cekrek Gibran mengambil foto.
ini dia salah satu hasilnya. kenapa Baby Gift tegang? karena agak jauh dari Mommy Daddynya hahaha.
Puk Puk Puk semua orang bertepuk tangan.
Kini sampailah di puncak acara, yaitu berdoa. Papa Surya yang memimpin doa meminta kepada Yang Maha Kuasa agar cucunya sehat selalu, semakin pintar, taat kepada orangtua, dan kelak menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama.
Aamiin! Ucap semua orang bersamaan. Setelah itu mereka membubarkan diri masing-masing.
"Happy Birthday Baby, ngga kerasa kamu udah satu tahun aja. Sehat selalu ya sayang, semoga kamu menjadi anak pintar" ucap Gania dengan mata berkaca-kaca kemudian mencium pipi putrinya
"Mommy janji akan selalu menemani dan memanjakanmu" imbuh Gania
Melihat mata Mommynya berkaca-kaca, Baby Gift pun menghentikan aktivitas bermainnya, tiba-tiba saja bibirnya bergetar.
"hikk.. hikk.. " Baby Gift merengek
"uhh maaf sayang, jangan nangis ya. Mommy ngga nangis" Gania menenangkannya
"kita main balon lagi" Lalu Gania melemparkan balon balon itu ke udara
"Happy Birthday My Baby, terimakasih sudah melengkapi kehidupan Mommy dan Daddy" ucap Gibran kemudian mencium pipi sang putri
"terimakasih sayang, sudah membawa putri cantik kita lahir ke dunia, dan kamu sangat berhasil membesarkannya. Istri dan Mommy hebat!" ucap Gibran yang bergantian mencium pipi Gania
"sama-sama sayang, tanpamu aku tidak akan se hebat ini" jawab Gania
Ketiganya sangat bahagia, tak henti-hentinya mereka tertawa.
__ADS_1
- Gania tak pernah menyangka sebelumnya, kehidupan yang dulu kurang dari kelengkapan akan berubah drastis dengan hadirnya Gibran serta sang momongan. -
T A M A T