Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
Kangen


__ADS_3

Karena hari sudah sore dan jam sudah menunjukkan pukul 16.00, Papa Surya pun menyudahi aktivitasnya dan berniat pamit untuk pulang. Tapi sebelum pulang, ia lebih dulu menemui dan bermain dengan cucu yang selalu membuatnya rindu itu.


Ceklek pintu kamar di buka oleh Gibran, kemudian di ikuti Papa Surya di belakangnya.


"sayang, Opa datang" ucap Gania pada Baby Gift yang baru selesai mandi


"cucu Opa pintar, ngga nangis" ucap Papa Surya pada si cucu


"nangis kalo minta susu" sahut Gibran yang sibuk mengelap keringat


"kayak Daddynya" sahut Gania yang sibuk memakaikan pakaian untuk Baby Gift


"emang aku nangis?"


"maksa" sahut Papa Surya kemudian tertawa


Gibran hanya meringis dan sedikit tertawa, karena benar begitu adanya.


"Opa, Baby Gift udah cantik nih" ucap Gania mewaliki putrinya


"oouhh sini Opa gendong" kemudian Papa Surya menggendongnya


"eerrgh.. Lumayan nih, berapa kilogram Ga?" tanya Papa Surya yang merasa sedikit keberatan


"lima kilogram Pa" jawab Gania


"wahh"


"main sama Opa dulu ya sayang, Mommy mau mandi" ucap Gania pada Baby Gift yang terus menatapnya


Saat Mommy Gania melangkahkan kakinya menjauh darinya, Baby Gift pun merengek dan mengendus.


"sayang, Baby ngga mau ditinggal" ucap Gibran

__ADS_1


Lalu Gania menoleh ke belakang, ternyata benar apa yang dikatakan Gibran.


"Mommy bau sayang, main dulu sama Opa sama Daddy ya" ucap Gania lagi sambil menggelitik kecil perut Baby Gift


"Daddy sama Opa lebih bau padahal" sahut Papa Surya


Kemudian Gibran mengambil mainan yang tadi Papa Surya belikan. Gibran memasang mainan gantung itu di box baby. Setelah itu Gibran meraih Baby Gift dari gendongan Papa Surya lalu menidurkannya di box babynya.


Gibran menggerak-gerakkan mainan gantung itu hingga berputar, mata Baby Gift pun tak bisa lepas dari mainan baru itu hingga akhirnya ia lupa dengan Mommy Gania.


"bagus ya sayang?" tanya Gibran gemas


"ngga ada mirip miripnya sama kamu Gi" ucap Papa Surya setelah mengamati cucunya dengan seksama


"masa sih Pa?" Gibran tak percaya


"iya, seratus persen mirip Gania"


"hahahaha" Papa Surya hanya tertawa


"nanti malem buat lagi" jawab Gibran


"jangan cepat-cepat, kasihan Gania dan Gift"


"iya Pa, Gibran juga bercanda"


15 menit kemudian Gania keluar dari kamar mandinya.


"Mommynya udah selesai mandi, jadi Opa pulang dulu ya Nak" pamit Papa Surya pada cucunya


"loh udah mau pulang aja Pa" ucap Gania sambil mendekat mertuanya


"iya Ga, udah sore. Papa pulang ya, pasti Papa akan lebih sering kesini kalau inget cucu chubby ini" ucap Papa Surya sambil melihati Baby Gift

__ADS_1


"hati-hati Pa" sahut Gibran


"iya"


***


Hari sudah malam, jam menunjukkan pukul 21.30 waktu setempat. Jangan tanya lagi sedang apa Baby Gift saat ini, sudah pasti tidurlah jawabnya. Kalau Mommy Gania dan Daddy Gibran? Sedang pemanasan.


"aku kangen aku kangen" bisik Gibran sambil menggesekkan kepalanya di tengkuk leher Gania


"eehh geliii"


“sayang, aku rindu suara itu” bisik Gibran lagi sambil menyelami bagian yang disukainya selama ini


"hikk..." suara rengekan dari box baby


Dengan cepat Gania langsung berlari menuju box baby. Dilihatnya Baby Gift tidak nyaman dengan posisi tidurnya, lalu Gania membenarkannya dan menepuk nepuk pelan bokong Baby Gift. Setelah terlihat pulas, Gania pun kembali ke ranjang untuk memuaskan hasratnya yang lama tak tersalurkan.


Kali ini gantian Gania yang memulai permainan.


"ini yang aku rindukan” goda Gibran dengan suara lemasnya


“massss” decis Gania sambil membenamkan wajahnya yang memerah karena malu di dada Gibran


Setelah itu keduanya melanjutkan aktivitas panas yang sudah lama tak mereka lakukan. Kali ini di skip aja ya :p


Setelah keduanya sama sama mencapai puncak permainan, Gibran ambruk di samping Gania, ia meraih kepala sang istri kemudian ia ciumi.


"terimakasih sayang" ucapnya lirih


"sama-sama Mas" balas Gania


Keduanya saling berebut oksigen setelah pergulatan panas yang mereka lakukan. Hingga pada akhirnya mereka tidur bersama.

__ADS_1


__ADS_2