
Di kantor, Gibran sedikit sibuk karena ada beberapa project baru yang sedang perusahaan lakukan.
Ting
"mas pulang jam berapa?" sebuah pesan masuk dari Gania
Gibran yang masih sibuk pun tak mendengar suara notifikasi itu, otomatis dia tak langsung membalasnya.
Di Kamar Gania
"mas Gibran kemana ya tumben ngga langsung bales" gumam Gania
"baby, jangan rewel ya didalem sini. Daddy kerja dulu, jangan minta Daddy pulang ya, pokoknya jangan" ucapnya sambil mengelus perutnya yang masih rata
Kemudian Gania melihat ke satu arah, yaitu meja belajar. Ia melihati laptopnya lalu berjalan mendekatinya.
"baby, Mommy mau nonton drama dulu ya, plis kamu jangan buat Mommy mual" ucapnya lagi kemudian mendudukkan diri di kursi dan menonton drama favoritnya.
Di Kantor
"Pak, ini ada beberapa dokumen yang harus Bapak tanda tangani" ucap salah satu karyawan
Lalu Gibran membaca seluruh dokumen dan menandatanganinya.
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 2 siang, Gibran beristirahat sejenak, ia merebahkan tubuhnya di sofa ruang kerjanya.
"mas pulang jam berapa?"
Gibran membaca pesan masuk dari Gania tadi lalu membalasnya.
"sebentar lagi sayang, mau dibawain apa?" balasnya
__ADS_1
Tapi Gania belum membalasnya lagi. Mari kita lihat apa yang sedang Gania lakukan wkwkwk.
Di Kamar Gania
Tak apapun dari dalam kamarnya, ia tertidur di meja belajarnya saat menonton drama, laptopnya pun juga sudah mati daritadi karena lowbat.
Oke kembali lagi ke kantor.
Di Kantor
Gibran terus memandangi foto Gania di pantai pagi tadi, ia sangat merindukannya, rasanya ingin cepat-cepat pulang.
"oh iya Papa belum tahu kalo Gania udah isi"
Kemudian ia menelpon Papa Surya untuk memberitahukan kabar bahagia ini. Papa Surya pun ikut bahagia karena tak lama lagi ia akan menimang cucu dari anak sematawayangnya.
Karena dirasa pekerjaan sudah beres, Gibran pulang lebih awal kali ini. Berangkat pukul 11, pulang pukul 3.
***
"Waalaikumsalam" jawab Nenek
"Gania di atas Nek?"
"iya Gi, dari tadi pagi belum keluar"
"yaudah Nek Gibran ke atas dulu"
Setibanya di atas, Gibran kemudian membuka pintu kamarnya. Ia geleng-geleng kepala saat melihat istrinya tengah tertidur pulas di meja belajarnya.
"sayang bangun" ucapnya lirih
__ADS_1
Gania yang merasakan sentuhan pun langsung membuka matanya dan memeluk sang suami yang berada didepan matanya.
"aku kangennnn" rengeknya
"baru empat jam ngga ketemu loh" jawab Gibran
Tapi pelukan itu tak bertahan lama, setelah mengucapkan kerinduannya Gania dengan cepat melepaskan pelukan itu.
Tiba-tiba Gania menutup mulutnya lalu berlari ke kamar mandi.
hoek hoek
Gibran pun segera menyusulnya lalu memijat kecil tengkuk leher Gania. Setelah selesai, Gania berbalik badan tapi menutup hidungnya.
"mas jangan deket-deket, aku ngga suka bau kamu"
"hah?!" Gibran membulatkan matanya, lalu Gania meninggalkannya di kamar mandi.
Karena sudah terlanjur masuk dikamar mandi, Gibran pun segera membersihkan diri.
15 menit kemudian ia keluar dengan menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya hingga terlihatlah tubuh sixpacknya. Gania yang melihatnya pun seketika berteriak heboh.
"aaaa! Roti sobek!"
Gibran melihat Gania dengan tatapan penuh kebingungan.
Kemudian Gania dengan manja gelendotan di lengan Gibran serta memeluknya.
"sayang kamu kenapa sih? Bukannya udah sering lihat? Dan tadi katanya ngga suka bauku?"
"hehe tadi parfummu eneg mas. Besok beli yang lain ya"
__ADS_1
"udah ya kamu duduk dulu atau mandi dulu, aku mau ganti baju. Nanti kalo handuk ini mlorot gimana?"
Kemudian Gania melepaskan pelukannya lalu mengangguk mengiyakan perintah suaminya untuk mandi.