Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
Dibangunkan


__ADS_3

Hari sudah sore, Rere sudah kembali ke rumahnya sejak tadi. Sedangkan di kamar Gania hanya tinggal dirinya bersama Baby Gift yang belum bangun dari tidur siangnya.


"Gania" panggil Nenek sambil membuka pintu kamar Gania


"iya?"


"anakmu belum bangun?" tanya Nenek sambil menghampiri


"belum Nek, udah jam setengah empat padahal"


Nenek melihat Baby Gift yang masih begitu pulas dengan tidur siangnya.


"biar Nenek bangunin ya, kasihan udah sore belum mandi"


Gania mengangguk mengiyakan.


Nenek menoel-noel pipi chubby cicitnya itu. Sambil sesekali menggelitik kecil.


"Gift, ayo bangun sayang sudah sore" gumam Nenek


Tapi belum juga ada pergerakan dari Baby Gift. Akhirnya Nenek kembali melakukan hal yang sama namun kali ini sedikit lebih bertenaga.


Setelah itu, Baby Gift mengerjapkan mata sipitnya.


"mandi yuk mandi yuk" gumam Nenek dengan suara buatannya lalu menggendong Baby Gift dan menanggalkan pakaian yang di gunakan


"lah emang Nenek udah siapin air?" tanya Gania


"yaampun belum. Nenek lupa" jawab Nenek

__ADS_1


Kemudian cepat-cepat ia menyiapkan ember Baby Gift dan mengisinya dengan air hangat.


Setelah terisi, Nenek kembali untuk mengambil Baby Gift lalu memandikannya. Saat di mandikan, Baby Gift selalu diam.


"anak pintar" gumam Nenek yang sibuk meratakan busa sabun di badan


Setelah di rasa bersih, kemudian Nenek membilasnya dan sesegera mungkin menyudahi aktivitas mandi sore ini. Nenek membungkus tubuh Baby Gift dengan handuk besar.


Karena merasa kasihan akibat kedinginan, Nenek membawa Baby Gift menghangatkan badan di tempat yang terkena sinar matahari sore ini.


Setelah beberapa menit, Nenek menyudahi aktivitas itu lalu membawa Baby Gift kembali ke ranjang.


Nenek menidurkan Baby Gift yang masih terbungkus handuk, lalu setelah itu membukanya dan memberikan minyak telon di seluruh tubuh Baby Gift agar tetap hangat.


"anak Mommy udah wangi" ucap Gania sambil memainkan jarinya di telapak tangan princess kecilnya


Lalu Gania memakaikan jumpsuit itu dengan pelan agar Baby Gift tetap aman dan nyaman.


"udah cantik" ucap Gania yang telah selesai memakaikan pakaian


Saking gemasnya, Gania menciumi seluruh wajah Baby Gift sampai Baby Gift merengek.


"uss usss Mommy nakal ya Nak" Nenek mencoba menenangkannya


"maafin Mommy sayang, Mommy gemes" ucap Gania sambil cengengesan


Ceklek pintu kamar di buka


Semua menoleh, ternyata Daddy Gibran sudah pulang.

__ADS_1


"Assalamualaikum" salam Gibran


"Waalaikumsalam"


"Waalaikumsalam"


Jawab Gania dan Nenek bersamaan.


"rame banget" ucap Gibran sambil melepaskan jas nya kemudian mendekat ke Gania


"sini" ucap Gania sambil menepuk bagian ranjang yang masih kosong, kemudian ia melepaskan dasi Gibran


Setelah itu Gibran membuka kedua kancing kemeja yang berada di pergelangan tangannya, lalu meraih hand sanitizer yang ia letakkan di nakas. Ia memakai agar tangannya bersih sebelum menyentuh Baby Gift.


Setelah bersih, ia menggendong princess kecilnya dan mencium kedua pipi chubbynya.


"anak Daddy naik berapa kilogram ya" gumamnya pada Baby Gift dengan suara yang di buat buatnya


"banyak kilogram, nyusu terus" sahut Nenek kemudian tertawa


"sama kayak Daddynya" jawab Gibran dengan santai


Nenek geleng-geleng kepala, sedangkan Gania mencubit paha Gibran.


"aduh sakit loh yang" protes Gibran


"sayang Mommy nakal nih" Gibran mengadu pada Baby Gift


Setelah itu Nenek pamit kembali ke bawah untuk mandi. Di kamar Gania, kini hanya tersisa keluarga kecilnya. Mereka tertawa dan bermain dengan princess kecil mereka, sesekali Baby Gift memperlihatkan senyum manisnya hingga Mommy dan Daddy pun gemas di buatnya.

__ADS_1


__ADS_2