Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
Testpack


__ADS_3

Lalu Gania meraih kotak itu beserta isinya, betapa terkejutnya Gania saat melihat foto suaminya dan Pricilla yang terlihat mesra tanpa busana.


"foto kapan mas?" tanya Gania dengan suara yang lagi lagi kembali bergetar


"sayang ini foto saat di Hotel beberapa hari yang lalu, percaya sama aku" Gibran mendekap Gania


Isak tangis Gania tertahan di dada Gibran.


"ini cuma akal-akalan Pricilla yang, aku mohon kamu percaya sama aku" Gibran berusaha meyakinkan Gania


"lihat, mataku terpejam. Ini pasti saat aku tidak sadar, lalu dia mencuri kesempatan" ucap Gibran lagi sambil memperlihatkan fotonya dan Pricilla


Gania melepaskan diri dari dekapan Gibran dan melihat foto itu lagi dengan seksama.


"tapi ini apa?" Gania mengambil amplop yang berada di bawah foto foto itu


Ia membuka amplop itu, dan


Deg


Nafasnya terhenti beberapa detik.


"testpack" ucapnya sambil melihat Gibran


"dua garis" air mata Gania kembali berlinang


"ayo masuk" Gania mengajak Gibran masuk ke kamar mereka


Setibanya di kamar, Gibran membuka testpack itu. Matanya kembali membulat saat melihat dua garis di depan matanya.


"mas, dia hamil"


"kenapa dia memberikan ini?"


"dia sempat bilang kalau dia butuh kamu"

__ADS_1


"aku?" Gibran heran


"dia hamil anak kamu?" Gania memundurkan badannya, sedikit menjauhi suaminya


"ngga mungkin yang, aku ngga melakukan apapun"


"tapi kamu kan ngga sadar!"


"kamu ngga percaya sama aku?" Gibran berusaha meraih tangan Gania, tapi Gania menjauhkan dirinya


"bukan aku ngga percaya mas, tapi bukti ada di depan mata kita"


Gibran mengacak-acak rambutnya dengan kasar.


"aku berani sumpah" mata Gibran berkaca-kaca saat istrinya tak mempercayainya


"aku butuh bukti" ucap Gania


"oke aku akan ajak kamu ke butiknya. Aku akan temuin dia dan minta penjelasan darinya, setelah itu aku akan mencari bukti bahwa aku tidak melakukannya"


Gania kemudian mengangguk. Setelah itu keduanya langsung meluncur ke butik Pricilla.


Setelah tiba, Gania mengerutkan dahinya.


"Cill Butik" gumam Gania


"aku pernah mendengarnya" ucapnya lagi dalam hati


Gibran melangkahkan kaki untuk masuk ke dalam butik, ia terus menggenggam tangan Gania untuk berusaha meyakinkannya.


"Pricilla! Keluar lo!" teriak Gibran


"mass"


"Pricilla!"

__ADS_1


Tak lama kemudian, Pricilla keluar dari ruangannya.


"Gibran..apa kamu kesini mau bertanggung jawab dengan anak kita?"


"hentikan omong kosongmu!" teriak Gibran dengan suara lantang


"omong kosong? Aku benar benar mengandung anakmu!" teriak Pricilla dengan suara tak kalah lantang


Beberapa karyawannya pun tercengang melihatnya.


"apa kamu butuh bukti?" tanya Pricilla kemudian membukakan amplop berisi surat dari Rumah Sakit


"baca ini!"


Gibran dan Gania membaca surat itu dengan seksama, setelahnya mata keduanya sama sama membulat.


"masss" Gania menatap haru suaminya


"sayang, jangan percaya dengannya" Gibran menenangkan Gania


"setelah menikmatiku apa kamu akan meninggalkanku?" tanya Pricilla dengan akting tangisnya


Gania tak kuat lagi, ia kembali ke mobil,meninggalkan suaminya dan Pricilla yang sedang berdebat.


Gibran hendak mengejarnya, tapi Gania lebih dulu membetaknya agar tak mengikutinya.


Senyum licik Pricilla kembali terlihat.


"Cil, kenapa kamu se gila ini?!" tanya Gibran frustrasi


"kamu yang gila, malam itu kamu menyerangku dan sekarang kamu meninggalkanku"


"oke, aku akan bawa surat ini" ucap Gibran kemudian merebut surat keterangan dari Rumah Sakit itu dan berlalu begitu saja meninggalkan Pricilla.


"bye bye calon suami" ucap Pricilla kemudian di susul tawa yang menggema.

__ADS_1


Bersambung...


Besok lagi ya, maaf kalau update hari ini kurang greget. Author lg puasa jd kurang fokus :(


__ADS_2