
Hari selanjutnya Gibran benar-benar mengajak Gania dan putri kecil mereka liburan. Kali ini Gibran mengajak mereka ke Koh Samet Island.
Selama di perjalanan Gift tak henti-hentinya bergumam menyanyikan lagu yang biasa didengarnya.
"Mas, kita pulang kapan?" tanya Gania
"besok mungkin, gimana?" tanya Gibran kembali yang sedang fokus mengemudi
"ngga gimana gimana sih" jawab Gania lirih
"kamu mau lebih lama disini?" tanya Gibran lagi sambil membelai rambut panjang sang istri
"emm.. engga juga, cuma tanya aja" jawab Gania
"yakin?" Gibran memastikan
"hmm"
Tak terasa setelah 2,5 jam perjalanan mereka pun sampai di tempat tujuan.
"u-uunn" rengek Gift
"iya sayang, kita turun" ucap Gania kemudian turun bersama putrinya
"Yang, kamu bosen ngga ke pantai terus?" tanya Gibran sesudah menutup pintu mobil yang digunakannya
"engga. Lagian Baby suka" jawab Gania
"yooo..Mommy" rengek Gift sambil gelendotan di kaki Mommy
"iya sayang, ayo" jawab Gania kemudian menuntunnya
"Daddy juga mau menuntun putri cantiknya Daddy nih" sahut Gibran kemudian meraih satu tangan sang putri untuk dituntunnya
"Mas, ini kan yang kamu tunggu?" tanya Gania
"yang aku tunggu?" Gibran bertanya-tanya
"iya, dulu kamu pernah bilang 'tidak sabar melihatnya di kuncir dua'" jawab Gania sambil melihati sang putri
"sekarang aku sudah menguncirnya, tiga" imbuh Gania
Gibran langsung menoleh ke bawah, kemudian tersenyum melihat betapa menggemaskannya putri mereka.
"cantik, seperti Mommy" gumam Gibran
__ADS_1
Gania hanya tersenyum mendengarnya.
Setibanya di tepi pantai, Gania langsung meraup sang putri kemudian berlari. Gift sangat menikmati, ia terus tertawa tiada henti di gendongan Mommy.
"aakkhaha" tawa Gift
"huh.. Mommy capek" keluh Gania sambil menurunkan Gift ke pasir
"Da.. Ddy" teriak Gift
Gania menoleh ke kanan ke kiri, ia tak menemukan keberadaan sang suami.
"Mas Gibran kemana ya" gumam Gania
Tak lama kemudian Gibran menghampiri sang istri dan si buah hati dengan berlari.
"huh.. Daddy beliin cetakan pasir buat Baby Gift" ucap Gibran sambil memberikan apa yang ia beli kepada sang putri
"waahh, bilang apa sayang?" ucap Gania
"tityu..Daddy" ucap Gift dengan girang
Gift mengikuti apa yang diajari Mommy dan Daddy, ia menyerok pasir yang berada di depannya lalu mencetaknya.
"sayang, kalau kamu mau spa bisa juga" ucap Gibran pada Gania
"spa? dimana?" tanya Gania
"itu di atas. Resort & Spa" jawab Gibran
"oke nanti kesana ya" ucap Gania bahagia
Gibran mengangguk dan tersenyum.
"Baby suka?" tanya Gania pada sang putri yang sangat fokus mencetak pasir
"yee" jawab Gift
"yes. Hahaha" Gania membenarkannya kemudian tertawa
__ADS_1
"Gift, lihat Daddy Nak" ucap Gibran
Cekrek Daddy berhasil mengambil gambar Gift dengan pose selain candid.
"hihihi" tawa Gibran gemas ketika melihat potret sang putri
"gemesin ya?" tanya Gania
"iya Yang" jawab Gibran sambil memperlihatkan
Setelah puas bermain pasir, Gibran mengajak keluarga kecilnya untuk makan bersama.
"gimana mau makan Mas, Baby ngga mau lepas" ucap Gania sambil mengerucutkan bibirnya
"aku suapin ya?" tawar Gibran
"inumm" rengek Gift sambil membenamkan wajahnya ke dada Mommynya
"minum? minum air putih ya?" tanya Gania sambil membelai tubuh sang putri
"iitu" ucap Gift sambil menunjuk minuman yang diminum Daddynya
"mau minum ini?" tanya Gibran sambil menyodorkan minuman
Lalu Gania mendudukkannya sendiri di kursi.
"Mas, masa anaknya mau dikasih Thai tea"
"gapapa sekali kali" jawab Gibran
"loh anak Daddy udah bisa minum pakai sedotan ya" ucap Gibran terkejut
"udah lama bisa Mas" jawab Gania sambil mengunyah makanannya
"baru tahu"
Kemudian mereka melanjutkan obrolan dan aktivitas makan, lalu setelah itu berganti pakaian dan menunggu Gania spa.
***
Bersambung.
Besok lagi yaa :) Maaf baru bisa update sedikit.
__ADS_1