Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
Renovasi (2)


__ADS_3

"Assalamualaikum" ucap Papa Surya yang sudah tiba di rumah Gania


"Waalaikumsalam" jawab Nenek yang kemudian menemuinya


"Bu, Gift di atas ya?" tanya Papa Surya sambil mencium punggung tangan Nenek


"iya, Baby Gift ada di atas, sepertinya tidur siang" jawab Nenek


"memangnya kenapa?" imbuh Nenek


"ini saya bawa mainan buat dia"


"ya sudah kamu naik saja, Gibran juga libur kerja, dia ada di atas"


"iya Bu"


Kemudian Papa Surya naik ke lantai atas, dilihatnya kamar pertama tertutup pintunya, sedangkan kamar kedua terbuka.


"Gi" panggil Papa Surya


"iya Pa. Gibran disini" jawab Gibran dari dalam kamar Baby Gift


"cucu Papa tidur ya?" tanya Papa Surya sambil melangkahkan kaki masuk kedalam


"iya Pa di kamar sebelah"


"kamu renovasi kamar? Buat siapa?"


"buat Baby Gift Pa, nyicil lah"


"kirain kamu di usir Gania dari kamarnya haha" ledek Papa Surya sambil meletakkan mainan yang di bawanya di meja


"ya engga lah Pa"


Papa Surya mengangguk-anggukkan kepalanya kemudian melepas jas dan kedua kancing kemeja bagian pergelangan tangannya.


"Papa bantu" ucapnya sambil mengambil roll cat


"Gibran ambilin kaos ya Pa, masa iya Papa mau ngecat pakai kemeja kantoran"


"ngga usah, kalau kotor beli lagi" wohoooo


-

__ADS_1


Di kamar Gania


Mendengar ada kegaduhan dari kamar sebelah, Gania pun mengerjapkan matanya.


"siapa ya" gumamnya kemudian mendudukkan dirinya


Ceklek pintu kamar di buka


"kamu ngga tidur yang?" tanya Gibran yang masuk ke kamar


"tidur Mas, tapi kamar sebelah berisik jadi kebangun. Ada siapa?" tanyanya


"ada Papa yang" jawabnya sambil mengambil kaos di almari


"ohh" jawab Gania kemudian beranjak dari ranjangnya


"mau kemana?" tanya Gibran


"mau ke bawah" jawab Gania yang mengucek ucek matanya


Gibran kembali ke kamar sebelah dan memberikan kaosnya kepada Papa Surya.


Tak lama kemudian Gania masuk ke kamar itu dengan membawa nampan berisi dua gelas minuman.


"halo anak Papa, tidurnya keganggu ya?" tanya Papa Surya pada menantunya


"engga kok Pa" jawab Gania


Kemudian Papa Surya mengambil satu gelas itu dan meminumnya.


"oh iya ini buat Gift" ucap Papa Surya sambil menyerahkan mainan yang ia bawa kepada Gania


"makasih Pa"


Papa Surya memberikan mainan gantung box baby.


"aku ikut ya Mas" ucap Gania yang juga mengambil roll cat


"ngga usah yang, nanti tanganmu kotor"


"biarin, nanti juga bisa ilang" jawab Gania


Gibran hanya geleng-geleng kepala kemudian mengizinkan Gania membantunya.

__ADS_1


Skip


Beberapa jam kemudian saat Gania sedang asik-asiknya mengecat, tiba-tiba saja terdengar tangisan Baby Gift dari kamarnya.


"hah Baby bangun" ucap Gania sambil berlari kembali


Ia sudah kembali ke kamarnya, dilihatnya Baby Gift sudah menangis didalam boxnya.


"ssstt ssstt anak Mommy" ucap Gania sambil menggendong Baby Gift


Tangisan Baby Gift masih menggema.


"ssstt kenapa sayang? mau minum cucu?" tanya Baby Gift sambil menggoyang goyangkan tubuhnya


Baby Gift kemudian mengarahkan tangannya dan memukul mukul kecil p*y*d*r* Mommy Gania.


"emm ayo ayo minum cucuu" Gania mendudukkan dirinya kemudian membuka kancing dress serta b*a nya


Baby Gift langsung melahap dan menghisapnya dengan rakus hingga terdengarlah suara decitan.


"pelan-pelan sayang, Daddy ngga minta hihi"


"siapa bilang?" tanya Gibran yang tiba-tiba muncul dari pintu kamar


"malam ini kamu harus siap" ucap Gibran sambil menyibakkan rambut panjang Gania ke belakang


"isshh" Gania menggoyangkan bahunya


Ide jahil Gibran pun muncul, pertama ia membelai pipi chubby Baby Gift, tapi setelah itu ia sengaja menyenggol bongkahan kenyal yang di hisap putrinya. Seketika yang punya pun membelalakkan matanya.


"masss"


"apa?"


"jangan" protes Gania


"yangg.. aku.. "


"jangan sekarang" ucap Gania malu malu


Tak disangka ternyata Gania juga menginginkannya.


"yaudah aku selesaiin dulu ngecatnya" ucap Gibran semangat lalu kembali ke kamar sebelah

__ADS_1


__ADS_2