Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
Baby Gift


__ADS_3

"kamu sudah menyiapkan nama kan sayang?" tanya Gibran


"sudah" jawab Gania yang sedang asyik memainkan pipi cabi milik baby


"siapa namanya?" tanya Nenek penasaran


"aku memberinya nama Giftania" ucap Gania dengan senyum simpulnya


"aku ambil dari kata Gift yang artinya Hadiah" imbuhnya


Gibran dan Nenek senang mendengarnya.


"bagus kan?" tanya Gania


"bagus, baby Gift" jawab Nenek


"bagus sayang, benar benar Hadiah yang indah" jawab Gibran kemudian mencium anak istrinya


"untuk lanjutannya aku ngikut kamu mas" ucap Gania


"baiklah, seperti yang sudah ku bilang dulu, aku ingin memberinya marga keluarga Artayudha, gimana?"


Gania mengangguk mengiyakan yang diajukan Gibran.


"Giftania Artayudha" ucap Gania


Kemudian semua tersenyum bahagia.


Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul setengah 6 pagi, Gibran pun segera menelfon Papa Surya untuk memberi kabar bahagia.


"Hallo Pa"


"Hallo Nak, ada apa? Tumben pagi pagi sudah telfon?"


"hari ini Papa sibuk ngga?" tanya Gibran


"engga, kebetulan Papa free. Ada apa?"


Kemudian Gibran mengalihkan panggilan suara ke panggilan video.

__ADS_1


"Papa, lihat cucu cantik Papa" ucap Gibran


"Masyaallah, Papa ngga mimpi kan ini?" Papa Surya berbinar melihatnya


"engga Opa hihi" jawab Gania


"kirim lokasinya ya Gi, nanti Papa akan kesana"


Gibran mengangguk kemudian mematikan panggilan. Tak lupa juga ia mengirimkan lokasi ke Papa Surya.


2 jam kemudian, terlihat jam sudah menunjukkan pukul setengah 8 pagi. Kali ini Nenek pulang lebih dulu karena harus mengambilkan beberapa pakaian untuk si cucu.


Papa Surya tiba di Rumah Sakit, masuk bersama Gibran yang sudah menunggunya di luar.


"Hallo cantik cantiknya Papa" sapa Papa Surya kepada Gania dan cucu mungilnya


"hallo Opa" jawab Gania dengan suara buatannya


"ini Papa bawain bubur ayam buat sarapan"


"makasih Pa, tahu aja kalau Gibran laper haha" kemudian Gibran mengambil satu porsi bubur itu lalu memakannya


Gania mengangguk kemudian menerima satu suapan bubur ayam dari Gibran.


"gimana Ga? Lancar kan persalinannya?" tanya Papa Surya setelah melihat cucu mungilnya di box bayi


"Alhamdulillah lancar Pa, walaupun ada sedikit drama haha" jawab Gania


"tuh tangan mas Gibran merah semua kena cakar kuku Gania" imbuhnya


Papa Surya tertawa dibuatnya. Hahaha


"selamat pagi, pasien post partum (setelah melahirkan) atas nama Gania Anjasmara akan saya pindah ke kamar perawatan" ucap Bidan


"baik" ucap Gania


Lalu Bidan membantu Gania duduk di kursi roda kemudian menggendong babynya.


"ssshh" desis Gania lirih saat merasa bagian intimnya perih setelah di jahit tadi

__ADS_1


"biar saya aja yang dorong" ucap Gibran yang ingin mengambil alih kursi roda Gania


"baik kalau begitu saya akan tunjukkan ruangannya" ucap Bidan


Gibran mendorong istri dan bayinya, sedangkan Papa Surya membawa beberapa barang bawaannya.


Setibanya di kamar perawatan, Bidan memindahkan baby Gift ke box bayi yang sudah di siapkan, setelah itu ia membopong Gania dan merebahkannya di bed pasien.


"apakah ASI nya sudah keluar?" tanya Bidan itu


"belum" jawab Gania sambil menggelengkan kepala


"apa perlu di pompa?" imbuh Gania


"iya, agar saat baby bangun nanti, baby bisa langsung meminum ASI"


Gania mengangguk, dan Bidan pun mempersiapkan alat pompa ASI dan menutup sampiran.


Srettt begitulah bunyinya.


Glek Gibran menelan salivanya saat melihat bongkahan kenyal kesukaannya di buka.


Gania yang tahu akan hal itu pun mengalihkan Gibran agar menjaga baby Gift. Kalau masih disini bisa bisa dia menyerangnya hahaha


"mas, jagain ya babynya" perintahnya


"ii.. iya" jawab Gibran gugup kemudian menghembuskan nafasnya kasar karena kecewa


Bidan itu mulai memompa ASI dari p*y*d*r* Gania dan akhirnya keluar juga.


Setelah di rasa cukup, Bidan menyudahi tindakan itu lalu pamit untuk kembali bekerja di ruang Bidan.


"Gi, belum ada air minum ya disini?" tanya Papa Surya


"belum Pa, lupa beli"


"kamu itu.. Ya sudah Papa mau keluar sebentar, mau beli air minum"


Kemudian Papa Surya meninggalkan anak cucunya.

__ADS_1


__ADS_2