
Meeting akan dilakukan satu jam mendatang, Gibran masih bersantai dan berjalan ke balkon mencari udara segar. Ia melihat ke kanan ke kiri, melihat pemandangan kota dan taman yang letaknya tak jauh dari sana.
"indah juga" gumamnya
"siap-siap aja lah, daripada mau ngapain"
Karena tidak ada kegiatan, Gibran memutuskan untuk mempersiapkan diri serta barangnya yang akan ia bawa meeting.
Kali ini ia memakai kemeja putih dengan setelan jas berwarna navy. Pilihan Gania memang selalu tepat baginya.
"masih ada empat puluh lima menit" gumamnya setelah melihat jam tangannya
"turun aja kali ya"
Lalu ia memutuskan untuk turun. Saat akan menaiki lift, tiba-tiba saja mata Gibran tertuju pada seorang wanita yang lebih dulu memasuki lift sebelumnya.
"Cilla" ucapnya sambil membulatkan mata
"ngapain dia disini" tanyanya dalam hati
Karena lift sudah terbuka, ia segera memasukinya lalu turun ke lantai dasar.
Setelah sampai di lantai dasar, kedatangan Gibran di sambut senyuman smirk seorang wanita yang tadi ia tatap dengan tajam.
"apa?" satu kata tanya terucap dari bibir Gibran
"kamu disini juga?" tanya Pricilla balik sambil mendekatkan tubuhnya ke arah Gibran berada
"jangan mendekat!"
"Gi, plis deh. Emangnya lu ngga bisa ya akur lagi kaya dulu?"
Gibran tak merespons.
"Gi, gue tahu gue salah udah jatuh cinta sama sahabat gue sendiri. Gue bodoh, gue malu"
Gibran masih tak merespons semua omong kosong Pricilla.
"Gi, maafin gue ya. Selamat atas kehamilan istri lu" Pricilla mengulurkan tangan
__ADS_1
Sebenarnya Gibran muak, tapi karena Pricilla mengucapkan selamat maka ia menjawabnya.
"terimakasih" jawabnya lalu berlalu meninggalkan Pricilla
"Gi, tunggu" Pricilla menahan lengan Gibran
"saya sibuk" jawab Gibran singkat sambil melepaskan lengannya
"maafin aku ya" Pricilla memohon
Lagi-lagi Gibran tak menjawab, ia hanya menarik bibirnya satu arah saja lalu melanjutkan langkah kakinya.
Saat Gibran tak lagi terlihat, Pricilla mengamuk pada dirinya sendiri. Tangannya mengepal dan meremas.
"brengsek!" teriaknya
Beberapa orang yang berlalu lalang pun menghentikan langkahnya dan menatap heran Pricilla.
"gue udah jauh jauh ngikutin dia kesini" gerutunya
Pricilla yang merasa diperhatikan pun segera pergi dari sana.
"selamat siang mas Gibran, bagaimana kabarnya? lama tidak berjumpa" sapa sekretaris Papa Surya lalu mengulurkan tangannya
"siang Pak, alhamdulillah kabar saya baik" jawab Gibran kemudian juga mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan
Lalu Pak Angga sekretaris Papa Surya membacakan jadwal meeting yang akan dilaksanakan hari ini.
Satu persatu rekan meeting pun tiba dan memasuki ruangan, begitu juga dengan Gibran dan Pak Angga yang mewakili Artayudha Group.
Skip
Meeting hari ini selesai dan berjalan lancar, kemudian meeting selanjutnya akan dilaksanakan besok pagi.
Gibran kemudian kembali ke Hotel untuk beristirahat. Setibanya di Hotel ia membuka ponselnya lalu menanyakan kabar Gania.
"sayang apa kabar?" tulisnya
Tak lama kemudian Gania membalasnya
__ADS_1
"haha masih seperti tadi mas, belum ada 24 jam udah tanya kabar 😝" balas Gania
"aku kangen, kirim fotomu dong yang" pinta Gibran
"nihhh" tulis Gania pada keterangan foto yang ia kirim
"kok pipinya ditutupin?" tanya Gibran
"pipiku ngembang mas, aku engga PD 😭" balas Gania
Karena merasa gemas, Gibran pun memutuskan untuk memanggil Gania dengan panggilan video. Saat Gania mengangkatnya, tampak bibir Gania mengerucut. Karena ia tahu pasti Gibran akan meledeknya.
"jangan meledek" ucap Gania di seberang sana
"loh emangnya siapa yang mau meledek istriku yang cantik ini"
"halah biasanya juga gitu" cibir Gania
"eh gimana yang kamu udah periksa?" tanya Gibran mengalihkan pembicaraan
Gania menggeleng
"aku nunggu kamu pulang" jawabnya kemudian
"yaudah, yang sabar ya. Mungkin besok siang aku sudah bisa pulang"
"beneran?"
"iya" Gibran meyakinkan
"yaudah aku tutup dulu ya, eits tapi jangan lupa sapa dulu babynya"
Seperti tadi, Gania mengarahkan kamera ke perutnya.
"sayang, Daddy kangen. Jangan nakal ya didalem sini" ucap Gibran
"iya Dad, Daddy juga jangan nakal" jawab Gania sambil menirukan suara anak kecil
__ADS_1
Kemudian keduanya terkekeh bersama. Setelah itu Gania menutup panggilan videonya.