Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
Hampir celaka


__ADS_3

Ya, itulah wanita licik yang mencintai Gibran, Pricilla. Kali ini ia sudah memikirkan rencana liciknya untuk mencelakai Gania.


"sorry Gi, sifat asli gue emang gini. Gue berubah baik karena lu yang ngrubah gue. Sorry kalo gue balik lagi ke gue yang dulu" gumam Pricilla sambil mendahului mobil Gibran.


"ihh ngebut banget sih" ucap Gania saat melihat sebuah mobil mendahului mereka dengan ugal-ugalan.


Setibanya di jalan yang lumayan sepi, Pricilla mengerem mobilnya mendadak hingga mobil Gibran hampir saja menabrak mobilnya.


"aaawhhh!" teriak Gania


"aku harus turun" ucap Gibran sambil melepas slip beltnya dan segera turun menghampiri pengendara ugal-ugalan itu.


Tapi saat Gibran turun, Pricilla kembali tancap gas untuk melarikan diri. Gibran menatap tajam mobil itu, ia mengingat-ingat sepertinya ia pernah melihat sebelumnya.


Kemudian ia kembali lagi masuk mobil dan melanjutkan perjalanan pulang.


***


Setibanya dirumah, Gibran masih terus terdiam karena ia terus memikirkan apakah benar yang hampir menyelakainya tadi adalah Pricilla?


Lalu ia mengirimkan pesan ke Rendra, teman dekatnya yang juga teman dekat Pricilla saat mereka kuliah di Eropa.


"Ren, lu dimana?" tulisnya


Tak lama kemudian Rendra membalasnya


"di Indonesia bro, gimana?" balas Rendra


"ketemuan di Cafe Coffe sekarang ya"


"oke"


Gibran terlihat gelisah dan tidak tenang,


"mas mau kemana lagi?" tanya Gania


"aku mau ketemu temen dulu yang, bentar ya"

__ADS_1


Kemudian Gibran menghilang begitu saja.


"hmm yaudah lah aku beres-beres aja"


Kemudian Gania naik ke atas untuk membereskan kamarnya.


***


Cafe Coffe


Gibran datang lebih dulu kemudian memesankan 2 cup kopi untuknya dan untuk Rendra. Tak lama kemudian yang ditunggu pun datang.


"eh gimana bro? Tumben ngajak ketemuan?" tanya Rendra


"langsung aja ya. Lu masih sering ketemu Cilla ngga?" tanya Gibran


"masih, tiga hari yang lalu gue ketemu dia. Tapi dia jadi judes gitu. Kenapa emang?"


Kemudian Gibran menceritakan kejadian tadi.


"ya karena dia tuh suka sama gue Ren. Waktu gue awal awal nikah aja dia masih suka dateng ke kantor dan buat onar"


"oke kita ke butiknya aja sekarang"


Lalu keduanya pergi dari Cafe untuk menuju ke butik milik Pricilla.


"sial! Bener kan tebakan gue. Ini mobil yang tadi" ucap Gibran kesal sambil menunjuk sebuah mobil yang terparkir didepan butik


"gue harus temuin dia" ucap Gibran tergesa-gesa


"Pricilla! Keluar lo!" teriak Gibran yang sudah terbawa emosi


"tenang bro" Rendra mencoba menenangkan


Tak lama kemudian Pricilla keluar.


"Gibran? Rendra? Kalian kesini?" tanyanya sok baik

__ADS_1


"ngga usah basa basi, kenapa sih lu masih ganggu gue?!" tanya Gibran sambil mencekal tangan Pricilla


"aww sakit Gi, kenapa kamu se kasar ini?" ia merengek


"itu mobil lu kan? Lu tadi coba celakain gue kan? Kenapa?!" teriak Gibran


"hiks hiks kenapa kamu menuduhku?" Pricilla berlagak menangis


"denger ya, sekali lagi lu coba celakain gue, gue ngga akan segan segan matahin tangan ini" ucap Gibran serius sambil mencekal kuat tangan Pricilla


"aww takut hahahahaha"


Pricilla malah tertawa layaknya psikopat.


"ingat itu!" kemudian Gibran dan Rendra meninggalkannya.


***


Setelah selesai membereskan kamar, Gania merebahkan dirinya ke ranjang.


"hallo sayangnya Mommy dan Daddy" ucapnya sambil mengelus perutnya, tak lama kemudian ia merasakan ada pergerakan dari baby didalam sana.


"ahaha sehat sehat ya sayang"


Ceklek


"sayang aku pulang" ucap Gibran dengan wajah yang datar dan rambut acak-acakan.


"mas kamu kenapa?"


"gapapa sayang, sekarang kamu harus jaga diri baik baik. Jangan sering sering keluar"


"memangnya kenapa mas?"


"aku ngga mau kamu kecapekan yang"


"iya sayang" jawab Gania sambil memeluk sang suami.

__ADS_1


__ADS_2