Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
First Kiss Gania


__ADS_3

Gania mencari informasi beberapa universitas yang menurutnya bagus, untuk Fakultasnya ia ingin melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran.


Secara tidak sengaja Gibran lewat ruang kerja Papa dan melihat Gania sedang sibuk disana.


"lagi ngapain?" tanya Gibran


"liat aja sendiri" jawab Gania sewot


Kemudian Gibran menatap layar komputer Gania.


"kamu mau kuliah Kedokteran?"


"hmm"


"kuliah Dokter tuh lama lho Ga, kamu yakin?"


"kenapa engga?" Gania menatap sinis


"yaudah kalau bisa cari yang deket aja, jangan yang jauh apalagi sampai luar kota"


"sstt tugasmu kan cuma menjaga bukan melarang?"


"oke emang bener tugasku cuma jaga kamu. Tapi kalau kamu jauh dari sini bagaimana caraku menjaga? disini banyak pekerjaan. Kamu juga harus memikirkan Papa Arya dong"


Seketika Gania diam dan menatap Gibran


"ya terus maunya aku harus kuliah dimana?"


Kemudian Gibran duduk di samping Gania, ia merebut mouse yang Gania pegang untuk bergantian mencari informasi.


"ini aja. Universitas A. Tempatnya deket sama kantor jadi berangkat sama pulangnya bisa bareng aku"


"tapi ini kan mah...."


"berapapun biayanya aku siap" jawab Gibran dengan cepat


Kemudian Gibran dan Gania sama sama keluar dadi ruang kerja Papa dan mencari Papa untuk berdiskusi.


***

__ADS_1


Kamar Papa


"Pa.."


"gimana? udah nemu? udah diskusi?"


Kemudian Gibran menyerahkan informasi yang telah ia print.


"hmm bagus juga ini, lokasinya juga deket sama kantor" ucap Papa


"ihh" decis Gania


"ya sudah Gania siapkan berkasnya dulu, mungkin lusa Gania bisa daftar kesana"


"hmm iya Pa"


Gibran tersenyum puas melihat Gania menuruti permintaannya dan Papa Arya.


***


Malam


"tidur lah" Gibran merebahkan tubuhnya di ranjang Gania


"ihh pergi, kan aku udah bilang kamu tidurnya di kamar sebelah"


Gania menarik tangan Gibran agar bangkit dari ranjang, tapi Gibran dengan sengaja menarik Gania kembali hingga Gania jatuh. Bibir tipis Gania pun mendarat di bibir Gibran, dengan sengaja juga Gibran mencium bibir Gania.


"aaaaaa! ciuman pertamaku!" teriak Gania


Gibran cengengesan melihat tingkah istri kecilnya.


"ngapain ketawa?! keluarr!"


Gibran pun keluar dari kamar Gania dengan wajah gembira.


"yesss! berhasil juga gue nyium Gania" ucap Gibran yang mulai merebahkan diri di kamarnya


Sedangkan Gania yang berada dikamarnya merasa kesal dengan Gibran. Selama ini Gania belum pernah berpacaran, ia sangat menjaga dirinya. Dan meskipun Gibran sudah sah menjadi suaminya, sepertinya ia masih menjaga dirinya dari hal hal itu.

__ADS_1


***


Hari sudah pagi, jam menunjukkan pukul 06.30 tapi Gania belum terlihat keluar dari kamarnya.


"Ga, bukain dong" teriak Gibran dari luar


"Gania"


*tok tok*


Tak lama kemudian Gania membuka pintu kamarnya.


"hmm" jawab Gania dengan mengucek matanya


"baru bangun ya?"


"hmm"


Gania baru saja bangun tidur karena semalam ia tidak bisa tidur gara-gara teringat ciuman pertamanya.


"numpang mandi ya, air kamar mandiku mati" lalu Gibran masuk begitu saja


"stop!" Gania mengejar Gibran


Seketika Gibran menghentikan langkahnya, dan *buggg*. Gania menabrak Gibran.


Gibran melebarkan matanya, ia merasa sesuatu yang empuk menabrak badannya.


"ihh mandi aja di bawah" ucap Gania


Gibran berbalik dan menatap sesuatu dibalik piyama Gania.


"pantesan empuk, ternyata ngga pake ..."


Gania sadar ia belum memakai bra ia langsung teriak dan menutupinya dengan kedua tangan.


"aaaaa!!!"


Gibran tahu pasti setelah ini Gania akan marah lalu ia dengan cepat masuk ke kamar mandi Gania. Gibran masih membayangkan gunung kembar Gania dan tanpa sadar sesuatu miliknya mulai bangun.

__ADS_1


__ADS_2