Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
Gibran ke luar kota


__ADS_3

"sayang aku berangkat ya" pamit Gibran sambil mencium kening istri kecilnya.


"Pa, saya berangkat dulu" pamit Gibran sambil mencium punggung tangan Papa Arya.


Mata Gania berkaca-kaca mengantar keberangkatan suaminya ke luar kota. Gibran yang sudah masuk mobil pun juga tak henti-hentinya melambaikan tangan ke Gania.


"ditinggal dua hari saja mau nangis" ledek Papa Arya lalu memeluk putrinya.


"Pak Sopir hati-hati ya" teriak Gania, lalu Pak Sopir mulai menjalankan mobilnya.


Gania pun menuntun Papa Arya untuk kembali ke dalam rumah. Mereka berdua duduk di ruang tamu.


"Gania, sejak kamu menikah kamu jarang keluar kamar. Papa rindu kamu" ucap Papa sambil memeluk hangat Gania.


"Gania minta maaf ya Pa"


"apa kamu sibuk membuatkan Papa cucu?" tanya Papa menggelitik


Gania hanya menggelengkan kepalanya.


"Papa jadi ingat tingkahmu kepada suamimu dulu hahaha. Sekarang ditinggal dua hari saja mau nangis" ledek Papa. Kemudian Gania dan Papa Arya tertawa bersama.


***


"gue harus cari sosial medianya bocah itu" ucap seorang wanita licik


"pasti Gibran mengikutinya" ucapnya lagi. Ya, wanita licik itu adalah Pricilla.

__ADS_1


Pricilla mencari informasi tentang Gania. Akhirnya ia menemukan akun instagramnya. Pricilla memfollownya dengan fake account dengan nama @anindita.


"heh bocah, gue harus deketin lu dan hancurin lu secara perlahan" ucapnya saat melihat foto cantik Gania.


***


Gania merasa bosan, sudah lama ia tidak memainkan ponselnya. Ia membuka akun instagramnya dan muncullah notifikasi @anindita mulai mengikuti Anda)


"oh Kak Anin, kok bisa tahu instagramku ya" ucapnya dalam hati, tapi ia tak terlalu memikirkannya. Ia malah mengirimkan pesan Dirrect Message ke Pricilla.


"hai Kak 👋" tulisnya


"Gania, lama ngga ketemu. Ketemuan yuk?" balas Pricilla


"ayo Kak"


"oh boleh Kak. 085*********"


Lalu Pricilla dan Gania saling berbalas pesan. Mereka berjanjian untuk ketemuan di Cafe Coffe yang tempatnya agak jauh dari rumah Gania.


***


Cafe Coffe


Gania sampai di tempat dimana ia dan Pricilla berjanjian. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri tapi belum menemukan sosok Pricilla. Akhirnya Gania memesan minum dan camilan lebih dulu sambil menunggu Pricilla.


10 menit kemudian Pricilla datang, lalu ia menghampiri Gania yang sedari tadi duduk sendiri.

__ADS_1


"Gania, maaf ya nunggu lama" ucapnya sambil memperlihatkan raut muka sedih


"gapapa Kak, duduk sini. Btw Kak Anin kenapa?" tanya Gania


Pricilla berlagak menangis hingga membuat Gania merasa iba.


"Gania, gimana perasaanmu kalo kamu ditinggal nikah sama orang yang kamu sayang?" tanya Pricilla


"eee.. Ya sakit Kak, memangnya kenapa? Kakak ditinggal nikah?"


Pricilla mengangguk dan terus berakting menangis.


"kalo kamu jadi aku, apa yang akan kamu lakukan?"


"ikhlasin aja lah Kak, bukan jodohnya" jawab Gania polos, hal itu membuat emosi Pricilla meningkat, tangannya sudah mengepal tapi ia mencoba lebih sabar untuk saat ini.


"tapi dalam pikiranku, aku hanya ingin menghancurkan hubungan mereka dan merebutnya kembali" ucap Pricilla dengan tatapan tajam, Gania mulai takut karena Pricilla terlihat menakutkan.


Tak lama kemudian Pricilla tertawa terbahak-bahak. Hal itu membuat Gania semakin takut dan ingin segera meninggalkannya. Tapi sebelum itu, Pricilla lebih dulu mencengkram tangan Gania.


"hahahahaha Gania Gania. Aku ini hanya bercanda. Kenapa kamu takut" ucap Pricilla


Gania masih merasa kebingungan,


"jangan pergi ya, aku ngga akan berbuat jahat kok. Aku cuma bercanda" ucap Pricilla lagi


Kemudian Gania kembali duduk dan menghabiskan minuman dan camilan yang tadi ia pesan.

__ADS_1


__ADS_2