Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
Mood ambyar


__ADS_3

"sayang ku antar ya?" Gibran menawarkan diri, tapi Gania menolaknya karena ia hanya pergi ke supermarket yang letaknya tak jauh dari rumahnya.


15 menit telah berlalu, kini ia sampai di supermarket dan segera mencari bahan bahan yang ia butuhkan.


30 menit kemudian Gania tiba dirumah, tapi ia terus menggerutu sambil meremas gantungan kunci motornya.


"loh mana belanjaannya?" tanya Nenek


"ngga jadi ah Nek, aku ngga mood" jawab Gania kemudian mendudukkan tubuhnya ke sofa dengan kasar.


"are you alright?" tanya Gibran sambil mengusap rambut Gania


"iihh aku kesel, aku kesel" gerutu Gania


"kenapa hm?" tanya Gibran lagi


"tadi tuh...."


Flashback di Supermarket


Saat Gania akan mengambil strawberry untuk bahan kue, strawberry itu lebih dulu diambil oleh seorang wanita sosialita kelihatannya.


"excuse me" ucap wanita berkacamata hitam itu seraya mengambil alih tempat Gania berdiri.


Gania hanya melirik sinis wanita itu, meskipun terlihat lebih tua tapi Gania geram dengannya. Lebih parahnya lagi semua strawberry itu diborong olehnya.

__ADS_1


Gania melongo lalu menghadang wanita itu beserta trolleynya.


"sisakan satu kotak strawberry untuk saya" ucap Gania


"sorry, but I put it on my trolley. Jangan halangi jalan saya" ucap wanita itu songong


"tapi saya lebih dulu sampai" ucap Gania


"hahah sorry dear tapi saya lebih dulu mengambilnya. Tolong minggir" ucap wanita itu kemudian membuka kacamata hitamnya sambil sedikit membulatkan matanya.


Beberapa pengunjung pun merasa risih dengan perdebatan mereka, akhirnya seorang pengunjung melerainya.


Dengan berat hati Gania meninggalkan supermarket itu dan melupakan keinginannya untuk membuat kue.


Flashback off


"mood ku ambyar" jawab Gania sambil memanyunkan bibirnya dan melipat kedua tangannya.


"baiklah kalau aku akan membelikanmu bibit strawberry"


"untuk apa?" tanya Gania yang masih kesal


"ya di tanam dong, di taman belakang kan masih ada tempat kan?"


Kemudian Gania mengangguk memberi kode bahwa di taman belakang masih ada tempat.

__ADS_1


"mau ikut?"


Gania menggeleng, karena rasa kesalnya belum hilang.


Kemudian Gibran pergi sendiri mencari bibit strawberry.


Selama kurang lebih 1 jam keliling, akhirnya Gibran menemukan penjual tanaman hias dan bibit buah-buahan di pinggir jalan. Gibran pun segera menepikan mobilnya.


"pak ada bibit strawberry?" tanyanya


"banyak mas, mau yang strawberry jenis apa?" tanya si penjual


"ada apa aja pak? terus yang bagus yang mana?"


"yang california jumbo ini bagus mas, buahnya besar, warna merah dan rasanya lebih manis"


"oke saya beli 10 pak"


Kemudian penjual itu mengemas bibit yang Gibran beli lalu membantunya memasukkan kedalam bagasi mobil. Setelah membayar, Gibran pun melajukan mobilnya untuk kembali ke rumah.


Dalam perjalanan pulang, Gibran melihat ada banyak orang berkerumun di dekat lampu merah. Ia penasaran lalu membuka kaca mobilnya dan bertanya kepada salah satu orang yang berada di kerumunan itu.


"misi pak, ini kenapa kok banyak yang berkerumun?" tanya Gibran


"oh ini mas tadi ada ibu-ibu ngebut ngejar lampu kuning tapi pas sampe sini lampunya udah berubah merah, jadi ibu nya kaget terus banting stir nabrak trotoar" jawab orang itu

__ADS_1


Gibran mengamati ibu itu tapi wajahnya terhalang oleh beberapa orang dan tim medis yang datang. Dan karena lampu lalu lintas sudah berwarna hijau kemudian ia melajukan mobilnya kembali ke rumah.


__ADS_2