Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
Syukuran


__ADS_3

Waktu terus berjalan, hari terus berganti. Tak terasa sudah 7 bulan lamanya Gania mengandung sang buah hati didalam perutnya. Tendangan kecil itu kini bertambah kekuatannya hingga sering membuatnya kewalahan dan meringis kesakitan.


Hari ini semua seisi rumah sibuk mempersiapkan acara tujuh bulanan kehamilan Gania, ia menggelar pengajian dan syukuran di taman rumahnya. Tak lupa ia mengundang anak Yatim Piatu, para tetangga, serta sahabat dan juga beberapa karyawan Anjasmara Group.


Saat jam nya tiba, semua berkumpul dan membaur menjadi satu. Semua membacakan doa dengan khusyuk untuk kesehatan dan kelancaran persalinan Gania kelak. Setelah itu Gibran dan Gania mengumumkan jenis kelaminnya si baby kepada semua yang hadir. Semua bertepuk tangan dan meneriakkan ucapan "selamat" kepada Gania, bisa dibayangkan betapa ramainya sore ini. Ditambah lagi dengan dinyalakannya flare smoke berwarna pink serta balon yang diterbangkan yang juga sama warnanya.


Riuhnya suasana sore ini memicu tendangan keras dari baby ke dinding perut sang Mommy, Gania yang merasakan tendangan keras itu berkali-kali meringis dibuatnya. Tapi setelahnya ia tersenyum lebar, karena artinya baby didalam sana baik perkembangannya.


"sayangnya Mommy sabar ya, besok kalo udah lahir, Mommy janji bakal buatin acara seperti ini lagi" ucapnya seraya mengelus perutnya.


Sekarang sampailah pada acara terakhir, yaitu makan bersama. Tak lupa juga Gania bersedekah kepada anak anak Yatim Piatu, mengingat dirinya juga seorang yang sama, tapi nasibnya lebih baik dari mereka.


Setelah acara selesai, kini tinggal tersisa keluarga dan beberapa sahabat Gibran dan Gania.


Gania memasuki rumah, kini ia menatap haru kamar Almarhum Papa Arya, dibalik kebahagiaannya hari ini masih terselip luka didalam hatinya.


"andai Papa masih disini" ucapnya dalam hati kemudian menteskan air matanya


"sayang" panggil Gibran yang sudah dibelakang Gania


Dengan cepat Gania mengelap bekas air matanya, namun sebelum itu Gibran lebih dulu melihatnya.

__ADS_1


"jangan bersedih, besok kita ke makam lagi ya. Katanya kalo ibu sedih anak juga ikutan sedih. Jadi jangan sedih ya, kasian baby" Gibran menasihati Gania


"iya"


Kemudian Gibran mengajak Gania berkumpul dengan tamu yang masih tersisa.


"Ga, ini buat lu" ucap Rere seraya menyerahkan sebuah kado besar


"makasih aunty Rere" ucap Gania kemudian menerimanya dan meletakkannya di sampingnya


"sama sama baby kecil, jangan nakal ya didalem. Mommy kamu kewalahan nih" canda Rere sambil mengelus perut sahabatnya itu


"aunty cepetan susul Mommy ya, biar baby punya temen hihihi" ucap Gania sambil menirukan suara anak kecil


"selamat ya bro, gue doain semoga persalinan Gania lancar nantinya"


"makasih bro" jawab Gibran


"eh kita foto bareng yuk, gue bawa kamera nih" ajak Rendra


"persis seperti Gibran, dikit dikit foto" ledek Papa Surya

__ADS_1


"bagi Gibran setiap moment bersama Gania itu indah Pa, jadi harus di abadikan" jawab Gibran


"huuu bucin" teriak beberapa sahabat Gibran yang lain


"yehh kalian jomblo hahaha" teriak Gibran balik


Mendengar Daddy berteriak, baby kembali bereaksi menendangkan kakinya ke perut Mommynya.


Gania mengatur nafasnya, kemudian berjalan menghampiri Hot Daddy itu wkwkwkw.


"mas anakmu" ucap Gania dengan tangan kiri memegang pinggang dan tangan kanannya mengelus perutnya


"kenapa sih babynya Daddy" Gibran menarik pelan tangan dan tubuh Gania kemudian menciumi perut besarnya


Saat moment romantis seperti ini, Rendra mencuri foto mereka secara diam-diam.


"yess" ucap Rendra dalam hati sambil tersenyum


*Bersambung...


Maaf ya semua, Author hanya bisa up segini dulu.

__ADS_1


Saat ini sedang banyak urusan yang Author kerjakan, dimohon kesabarannya ya :)


Terimakasih*


__ADS_2