
Setiap hari Gania menjaga dan merawat strawberrynya dengan baik. Ia rajin menyirami dan memotong daun daun yang layu.
"ahh sudah tumbuh" ucap Gania saat melihat sebuah strawberry kecil mulai tumbuh.
"lalu kamu sudah belum?" tanya Nenek yang muncul tiba-tiba
"ahaha Nenek, eee Gania belum tahu" jawabnya kikuk
"kenapa tidak mencoba konsultasi sayang?" tanya Nenek sambil mendudukkan dirinya di kursi panjang
"eee Gania malu nek"
"loh? Kenapa malu? Karena kamu masih muda ya?"
Kemudian Gania mengangguk kecil dan meringis.
"kamu kan sudah bersuami Nak, hal seperti ini bukan lagi menjadi hal yang tabu" ucap Nenek sambil meraih tangan Gania lalu mengajaknya duduk disebelahmya.
"pantesan dari tadi salam ngga ada yang jawab ternyata Nenek sama istri cantikku disini" ucap Gibran saat pulang kerja
Kemudian Gania beranjak dari kursi dan meraih punggung tangan suaminya untuk ia cium.
"suaminya diladenin dulu Nak" ucap Nenek
"semua alat mandi dan pakaian bersih udah Gania siapin"
"yaudah kamu disini saja, aku mandi dulu"
Kemudian Gibran melesat dengan cepat untuk membersihkan diri.
__ADS_1
15 menit telah berlalu, kini Gibran kembali ke kebun belakang. Tapi sebenarnya tempat ini lebih bagus dari kebun yang kalian bayangkan, tempatnya seperti taman namum ada beberapa sayuran, buah, dan juga bahan dapur seperti bawang merah yang ditanam disini.
"mas strawberryku sudah tumbuh" ucap Gania
"benarkah?" tanya Gibran
"iya, sini deh"
Kemudian Gibran mendekat ke arah Gania berada.
"berarti kamu pintar merawat" ucap Gibran sambil mengacak-acak rambut Gania dan mengecup keningnya sekilas.
***
Saat makan malam, Gania terlihat tak selera seperti biasanya.
"kok ngga dimakan?" tanya Gibran di sela-sela kegiatan mengunyahnya
"kamu ngga suka lauknya atau gimana? Kalo ngga suka biar aku pesenin"
"pengen makan mie instan aja deh" kemudian Gania beranjak dari kursi dan segera menuju ke dapur untuk membuat mie instan.
Di dapur
"Non, mau ngapain? Biar saya bantu" Bi Asih menawarkan diri
"ngga usah Bi, Gania cuma mau buat mie instan aja. Bibi kembali istirahat aja" jawab Gania sambil mendidihkan air
"memangnya masakan Bi Asih ngga enak ya Non?"
__ADS_1
"enak kok Bi, tapi Gania lagi pengen mie instan aja hehe"
"oh saya kira masakan saya ngga enak Non"
"yaudah Bibi istirahat lagi aja"
Kemudian Bi Asih kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Sambil menunggu air mendidih, Gania mengeluarkan ponsel yang ia kantongi tadi.
"aku kangen Rere, udah hampir setengah tahun dia menghilang" gumamnya sambil melihati foto dirinya dan Rere sewaktu sekolah.
Setelah air mendidih, Gania memasukkan mie instannya dan terus mengaduknya hingga matang.
Tak butuh waktu lama, mie instan itu sudah siap dimakan. Lalu Gania membawanya ke meja makan,disana hanya tersisa Gibran saja karena Nenek sudah kembali lagi ke kamarnya.
"tumben makan mie instan, padahal Bi Asih masak cumi lho" ucap Gibran dengan heran
"ya namanya lagi pengen" jawab Gania kemudian menyuapkan mie instan itu kedalam mulutnya
Namun hanya sampai 4 suapan Gania merasa mual.
hoeekkk
"sayang kamu kenapa?" Gibran sedikit panik
"eneg mas" jawab Gania sambil menutup mulutnya
"hah?"
Gibran heran kenapa Gania bersikap aneh, awalnya dia mendadak tidak mau makan makanan kesukaannya, lalu ia memutuskan membuat mie instan namun akhirnya ia merasa eneg dan mual hingga tidak lagi melanjutkan makan.
__ADS_1
Kira-kira Gania kenapa ya? Hihihi