Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
Bonus 14


__ADS_3

Malam selanjutnya, Gibran benar benar bisa membawa keluarga kecilnya ke acara.


Si Mommy muda Gania terlihat cantik dengan makeup natural serta dress berwarna putihnya, sedangkan Si Hot Daddy Gibran terlihat tampan menggunakan setelan jas hitam.



"siap?" tanya Gibran


"le do!" seru Gift sambil mengangkat kedua tangan


"lets go!" seru kedua orangtuanya juga


Selama di perjalanan, Gift sangat ceria. Ia tak henti hentinya bergumam menyanyikan lagu lagu yang sering ia dengar.


Saking asyiknya, tak terasa mereka pun tiba di tempat acara.


"sampai" ucap Gibran


"yeay!" seru Gift


Kemudian ketiganya turun bersama dan memasuki Hotel tempat berlangsungnya acara.



"mewah sekali Hotel ini" gumam Gania saat mengamati setiap sudut Hotel bernuansa Eropa yang memang terlihat sangat mewah dan berkelas itu


"suka?" tanya Gibran


"suka Mas" jawab Gania


"eh kenapa aku girang banget, ini kan cuma tempat acara kolega, bukan hadiah atau apa" gumam Gania kemudian


"Gift, turun dulu ikut Mommy ya Nak. Daddy mau kesana"


Kemudian Gibran menurunkan Gift.


"loh Mas, terus aku sama Gift gimana? kenapa ngga ikut aja?"


"sebentar Yang, cuma sebentar kok"


"kamu bisa membawa Gift kesana" imbuh Gibran sambil menunjuk kolam mandi bola yang dikhususkan untuk tamu 'kecil', setelah itu Gibran ia buru buru pergi

__ADS_1


"apa Mas Gibran sudah sering kesini, sampai sampai dia hafal kalo disana ada tempat bermain" gumam Gania sambil membawa sang putri


Saat acara berlangsung ada juga orkestra yang mengiringi seorang penyanyi hingga membuat Gift menari.



"are you happy dear?" tanya Gania


"yesss" seru Gift sambil menghamburkan bola


Saat Gift asyik menghamburkan, lampu Hotel tiba-tiba padam.


"Mommy!" teriak Gift


Dengan cepat Gania langsung menghidupkan lampu ponselnya dan meraup sang putri ke gendongannya.


Tak lama kemudian lampu kembali di hidupkan, namun cahayanya remang remang.


Terpampanglah LED dengan huruf timbul akrilik bertuliskan GA INTERNATIONAL HOTEL dengan ukuran besar.


"Happy third wedding anniversary my beloved wife, Gania"


Tiba-tiba saja suara itu menggema. Membuat Gania merinding dan menengok ke kanan ke kiri, karena ia sangat hafal itu adalah suara sang suami.


Setelah itu Gibran menghampiri Gania dan memberikan buket bunga yang dibawanya lalu menuntun putri mereka untuk naik ke atas panggung bersama-sama.


Senyum Gania mengembang, tamu undangan pun juga bertepuk tangan.



"jadi ini semua ..." ucap Gania dengan mata berkaca-kaca


"SURPRISE!" seru Gibran, Nenek, dan Papa Surya bersama-sama


"Masss" Gania menangis sejadi-jadinya di dada sang suami, ia tak pernah menyangka akan mendapatkan hadiah semewah ini


"sayang, kenapa nangis hm?" tanya Gibran sambil mengusap air mata sang istri yang membasahi pipi


"a-aku terharu Mas, apa ini alasanmu selalu pulang malam hingga jatah waktu bermainmu dengan Gift selalu berkurang?"


Gibran hanya tersenyum mendengarnya.

__ADS_1


"sstt..Sudah menjadi janjiku pada diri sendiri sejak dulu, jika suatu saat nanti aku memiliki istri aku ingin memberikan Hotel sebagai hadiah pernikahan. Tapi sayangnya, saat itu pernikahan kita bisa dibilang 'paksaan' dan tidak ada pesta juga setelahnya"


"jadi aku meminta maaf, baru bisa memberi hadiah ini hari ini. Happy third wedding anniversary"


Ucapan Gibran membuat Gania semakin tak berhenti menitihkan air mata.


"semoga pernikahan ini kekal hingga maut memisahkan" imbuh Gibran lagi sambil mencium dahi sang istri


"AAMIIN" seru Nenek dan Papa Surya


"aku minta maaf, saat itu aku mendiamkanmu" ucap Gania


"terimakasih sudah melengkapi kekuranganku. Tidak terasa sudah tiga tahun lamanya kita bersama, semoga kebersamaan ini akan terus selama-lamanya" imbuh Gania sambil memeluk hangat tubuh Gibran


Senyum pun kembali terukir dari bibir Gania ketika melihat betapa menggemaskannya putri mereka dengan gaun hijau yang dipakainya.


"little princess Mommy mau punya adik" ucap Gania tiba-tiba saat melepaskan diri dari pelukan sang suami


Seketika mereka yang mendengarnya pun membelalakkan mata.


"apa sayang? Bisa kamu ulangi lagi?"


"Gift mau punya adik, aku hamil Mas" ucap Gania dengan memperlihatkan senyumnya yang mengembang


"Alhamdulillah!" seru Gibran, Nenek, dan Papa Surya bersama-sama


Setelah itu Gibran langsung memeluk sang istri dan memberinya ciuman bertubi-tubi.


"terimakasih sayang, kamu memberiku hadiah Baby lagi" ucap Gibran dengan mata berkaca-kaca


"husshh kok gantian nangis" ledek Gania


"ternyata bukan hanya kami ( Gibran, Nenek, Papa Surya) yang memberi surprise malam ini"


"yaudah kamu harus banyak istirahat, yuk duduk" imbuh Gibran sambil menggendong sang putri dan melingkarkan tangannya di pinggang sang istri untuk makan dan duduk bersama serta menikmati acara malam ini.


***


uww Gift mau punya adik nih hihihi


setelah ini siap pisah ngga sama mereka?

__ADS_1



Bonus nih, kaka Gift mau melanjutkan bakat menendang seperti sewaktu didalam kandungan hehe :p


__ADS_2