Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
Bonus 9


__ADS_3

Semakin hari Gibran semakin sibuk bekerja, setiap harinya selalu berangkat lebih pagi dan sering pulang larut malam hingga tidak ada waktu bermain dengan sang putri.


"Ddy" Gift yang baru saja bangun memanggil sang Daddy


Kemudian ia menggulingkan tubuhnya dan masih terus memanggil Daddynya.


"iya sayang" jawab Gania yang datang dari kamar mandi


"Ddy.."


"Daddy kerja sayang" ucap Gania sambil mengusap pipi sang putri


Gift langsung terdiam tak lagi menanyakan.


Deg Saat itu juga Gania iba melihatnya.


"kenapa anakku harus merasakan apa yang ku rasakan dulu" batin Gania


Tanpa sadar air mata Gania membasahi pelupuk matanya.


"Mmy" panggil Gift sambil mendudukkan diri dan menepuk paha Mommy


"hmm apa sayang" jawab Gania sambil mengusap air mata yang jatuh di pipinya


Lalu Gania meraup sang putri dan mengajaknya mandi bersama.


Kurang lebih 20 menit kemudian mereka pun keluar.


"anak Mommy udah wangi" ucap Gania sambil menggelitik perut Gift


"ahahaha" tawa Gift menggema


Krukkk perut berbunyi.


"hah! suara apa itu" goda Gania lalu menggelitik lagi perut sang putri


"aaaahhkkk" teriak Gift karena geli


"mau mamam?" tanya Gania


"em" jawab Gift


Setelah itu Gania membawanya turun ke bawah untuk sarapan bersama.


Gania memasak sup, sedangkan Gift ia dudukkan di High Chair dan diberinya beberapa mainan agar tidak bosan.


"hmm pas" ucap Gania setelah merasakan sup buatannya


Gania memasangkan Baby Bib di leher Gift agar nantinya makanan tidak belepotan.


Hap Hap Hap! Gift memakan dengan lahap.


__ADS_1


Di sela-sela aktivitas makannya, Gift juga menonton televisi dengan acara kartun favoritnya.


"Mommy gemes sama ini" gemas Gania sambil memainkan rambut sang putri


"ehehemm" tawa Gift yang tertahan karena ia sedang mengunyah makanan



"besok Mommy poni" gumam Gania



"di telan Nak" ucap Gania, karena sejak tadi Gift fokus pada televisi dan hanya terus mengunyah hingga tidak menelan makanannya


Setelah itu juga Gift langsung menelannya.


"yeay habis!" sorak Gania


"inumm" pinta Gift


Lalu Gania memberinya minum.


Ting ponsel Gania berbunyi. Kemudian Gania meraihnya dari saku celana.


"sayang " sebuah pesan masuk yang Gania baca


Gania tak membalasnya, ia memasukkan lagi ponselnya ke saku celana.


"maaf Mas, aku sedang sedikit kecewa" batin Gania


***


Di malam yang sunyi, Gania masih terjaga. Jika belum melihat sang suami, ia belum bisa menutup matanya.


"udah jam sembilan Mas Gibran belum pulang" gumam Gania lalu mendudukkan dirinya


"Gift udah tidur, jadi sepi" gumamnya lagi


Gania meraih ponsel yang ia letakkan di nakas, tetap saja tak ada satupun pesan dari Gibran.


Ceklek pintu kamar dibuka.


"huh" keluh si pembuka pintu


"Mas" panggil Gania lalu menghampiri sang suami


Tanpa suruhan, Gania langsung membuka dasi yang melingkar di leher Gibran.


"terimakasih sayang" ucap Gibran sambil membelai pipi sang istri


Bugg! Gibran mendudukkan dirinya di sofa dengan kasar.


"Gift udah tidur dari tadi?" tanya Gibran lirih

__ADS_1


"hmm" jawab Gania yang juga ikut mendudukkan dirinya


"kenapa tadi ngga balas pesanku?"


"lupa" elak Gania


"maaf ya sayang, akhir-akhir ini waktu kebersamaan kita berkurang" ucap Gibran sambil menarik pelan kepala Gania lalu disenderkan di bahunya


"sesibuk itukah kamu?" tanya Gania


Gibran hanya terdiam.


"untuk waktu bersamaku, aku tidak akan mempermasalahkan. Tapi waktu untuk anak kita..." Gania tak melanjutkan ucapannya


"setiap berangkat dan bangun tidur, dia mencarimu, memanggilmu" imbuh Gania kemudian


"oke, aku janji mulai besok aku akan mengurangi waktu bekerjaku" jawab Gibran


"kenapa ngga dari kemarin? apa aku harus mengadu dulu?"


"sayang, bukan gitu..."


Suara isak tangis Gania terdengar.


"sayang..." Gibran berusaha menenangkan dan menjelaskan


"pada akhirnya kamu sama seperti Papa! Semua waktumu hanya kamu habiskan untuk bekerja!" ucap Gania dengan nada sedikit meninggi dan sesenggukan


"kerjaan di kantor banyak Yang" jelas Gibran


"apa harus semua pekerjaan kamu sendiri yang mengerjakan? Kita masih punya karyawan kan?!" protes Gania


"ya aku harus gimana? Kalau bukan aku yang memimpin mereka lalu siapa?" Gibran frustrasi


"hikkk...hikk" rengek Gift sambil menggaruk rambutnya


Dengan segera, Gania langsung menghampiri sang putri dan menenangkannya agar nyaman kembali.


"ssstt.. sttt.. sstt" Gania menepuk nepuk bokong Gift dengan tangan kanan, sedangkan tangan kiri ia gunakan untuk mengusap bekas air mata yang tadi berjatuhan


Gibran yang lelah itu pun hanya bisa mengalah. Ia segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"aku tidak bermaksud mengecewakanmu Ga" batin Gibran di bawah guyuran air shower


15 menit kemudian


Gibran keluar dari kamar mandi, ia menghampiri Gania dan sang putri. Ia mengecup dahi Gania sambil membelai pipinya.


"sayang, aku minta maaf. Aku janji mulai besok aku ngga akan pulang malam lagi" ucap Gibran lalu beralih mencium pipi chubby sang putri


"sayangnya Daddy jangan nakal ya. Besok main lagi sama Daddy"


"maaf Mas, aku terlanjur kecewa" batin Gania yang hanya memejamkan mata tapi belum terlelap seutuhnya

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2