
Matahari sudah berada tepat di atas kepala, mengiringi langkah Nenek yang kembali ke Rumah Sakit untuk membawakan beberapa pakaian bersih untuk Gania dan cicit mungilnya, Giftania.
"Assalamualaikum" ucap Nenek sambil membuka pintu ruang rawat Gania
"Waalaikumsalam"
"Waalaikumsalam"
"Waalaikumsalam"
Jawab Gania, Gibran dan Papa Surya bersamaan.
"nih Nenek bawain pakaian bersih buat kamu dan baby Gift" ucap Nenek sambil menaruh koper mini yang dibawanya di dekat meja
"makasih Nek" jawab Gania
"gimana? ASI nya belum keluar?"
"belum Nek, tapi tadi udah di pompa kok"
"yaudah ini dimakan ya, Nenek bawain sayur daun katuk dan beberapa buah" ucap Nenek sambil membukakan box bekal
"hah? sayur apaan tuh Nek?" tanya Gania
"ini loh" Nenek memperlihatkan
"enak ngga?"
"jangan mikir enak atau engganya Ga, yang penting ASI mu keluar"
Kemudian Gania mengangguk mengiyakan apa yang diperintahkan Nenek.
"biar Gibran suapin Nek" Gibran menawarkan diri
"ngga usah Mas, aku bisa sendiri" tolak Gania
__ADS_1
"nggapapa"
"ngga usah"
Keduanya malah berdebat hingga membuat Nenek dan Papa Surya geleng geleng kepala.
"daripada kalian debat, Nenek aja yang suapin"
Kemudian Nenek benar-benar menyuapi Gania.
"Gibran, Gania, karena sudah siang Papa harus pulang dulu, masih ada beberapa kerjaan yang harus di pantau"
"besok kalau udah bisa pulang, Papa akan ke rumah kalian" imbuhnya
"iya Pa, hati-hati ya"
Setelah menghabiskan beberapa suapan, Gania pun menyudahi aktivitas makannya.
"mas, baby Gift jauh banget dari aku. Kalo boxnya di pindah sini boleh ngga ya?" tanya Gania sambil menunjuk tempat kosong sebelah kirinya
"terimakasih" ucap Gania
"iya, kamu tidur siang gih" perintah Gibran sambil mengusap rambut Gania
Gania mengangguk dan memejamkan matanya, ia merasa badannya sakit semua.
***
Sorenya, Gania terbangun namun tak ada seorang pun di ruang rawatnya.
"kemana semua" gumamnya
Tak lama kemudian yang Gania cari pun kembali.
"Mommy, lihat aku udah mandi" ucap Gibran yang menggendong baby Gift dan mengecilkan suaranya
__ADS_1
"sini Mommy mau lihat"
Kemudian Gibran memangkukan baby Gift di paha Gania. Gania terus melihati putri kecilnya yang membuka mata dan sesekali memainkan lidahnya.
"terimakasih sudah memilih rahim Mommy" ucap Gania pada baby Gift kemudian mencium kedua pipi dan dahinya
"Gania, ayo mandi dulu" perintah Nenek
"sama siapa?" tanya Gania
"maunya sama siapa? Sama aku?" sahut Gibran sambil mengedipkan matanya
Wajah putih Gania berubah menjadi merah seketika, tentu saja malu yang di rasakannya.
"maksud Gania tuh sama Suster atau sama keluarga mas" elak Gania
"sama suami lah, kalau sama Suster nanti pasti Susternya tanya kenapa bukan suaminya yang mandiin"
"lagian aku juga ngga mau tubuh seksi milik istriku ini dilihat oranglain, walaupun yang lihat juga wanita" imbuh Gibran
"masss, malu ih" Gania memukul kecil lengan Gibran
Nenek yang menyaksikannya pun tertawa dibuatnya.
"yaudah sini baby Gift biar Nenek gendong" kemudian Nenek mengambil baby Gift dari pangkuan Gania
"awas kalo macem macem" bisik Gania di telinga suami omesnya
"engga, percayalah tidak akan terjadi apa apa" ucap Gibran meyakinkan
Kemudian Gania mengangguk dan mengalungkan lehernya di leher Gibran. Setelah itu juga Gibran membopongnya dan masuk kedalam kamar mandi untuk memandikan sang Istri.
***
Maaf ya Author baru bisa up lagi :(
__ADS_1