
Hari ini Gibran sudah kembali bekerja. Ia sibuk dengan project barunya hingga sering pulang lebih lambat dari biasanya.
Saat jam makan siang ingin sekali pulang untuk makan di rumah bersama keluarga, tapi keadaan sepertinya tidak memungkinkan.
Di jam istirahat yang masih tersisa, Gibran membuka ponselnya untuk mencari hiburan di YT. Saat men-scroll video, tak sengaja ia menemukan video bayi yang bermain dengan baby einstein around. Gibran tersenyum melihatnya, ia jadi membayangkan betapa lucu dan aktifnya Baby Gift jika menaikinya.
***
Di Rumah
Setelah makan siang dengan Baby Gift dan Neneknya, Gania mengajak Baby Gift menonton kartun bersama di ruang TV bawah.
"aaaeeekk" teriak Baby Gift ceria saat melihat kartun hewan menggemaskan terpampang di layar TV
"ii teriak teriak" goda Gania sambil mencolek lengan putrinya
"i'ts a dog" ucap Gania sambil menunjuk layar TV untuk memberitahu Baby Gift
"i'ts a cat" imbuh Gania
Baby Gift mengamati sang Mommy yang mengajarinya, kemudian ia tertawa.
"ii ketawa, pamer gigi yaa" goda Gania lagi sambil menciumi kedua pipi Baby Gift yang chubby
"Gaa, ada paket" teriak Nenek dari ruangan lain
Gania lalu menoleh dan meraup putrinya untuk menghampiri Nenek yang memanggilnya.
"paket? buat siapa?" tanya Gania yang melihat kotak paket berukuran besar
"Gania Anjasmara" ucap Nenek sambil membaca tulisan yang tertera disana
__ADS_1
Gania mengerutkan dahinya karena merasa heran.
"aaaoowwhh" teriak Baby Gift sambil memainkan kedua tangan
"sama Nenek dulu ya" Gania memberikan Baby Gift ke Neneknya
Ia membuka kotak paket yang di bungkus berbelit-belit itu. Saat terbuka semua, ia terkejut karena isinya mainan bayi.
Kring Kring Kring ponselnya berbunyi, lalu Gania mengambil ponsel dari saku celananya dan mengangkat panggilan itu yang tak lain dari Gibran.
"Hallo Mas" ucap Gania
"paketnya udah sampai?" tanya Gibran dari seberang sana
"ohh paket mainan bayi ini dari kamu" ucap Gania dengan senyum simpulnya
"iya sayang, Baby Gift udah coba?" tanya Gibran
"tuh dia teriak, pasti ngga sabar pengen coba" ucap Gibran setelah mendengar teriakan sang putri dalam sambungan teleponnya
Lalu Nenek menurunkan cicitnya ke baby einstein around kiriman Gibran.
Baby Gift memukul-mukul gemas mainan barunya dan menekan tombol yang ternyata bisa mengeluarkan musik.
"Yang, aku pindahin ke video call ya. Terus arahin kamera ke Baby Gift" pinta Gibran
Kemudian Gania menerima permintaan Gibran dan mengarahkan kamera ke arah putrinya.
"di cium ya mainannya hahaha"
__ADS_1
"iya, itu kan ada kacanya. Mungkin dia penasaran sama wajahnya" jawab Gania
"yaudah, aku kerja dulu ya sayang. Sampai bertemu nanti" pamit Gibran sambil melambaikan tangan
"iya Mas, terimakasih ya" ucap Gania
Gibran mengangguk kemudian mematikan panggilannya.
Gania memasukan kembali ponselnya kedalam saku, lalu ia beralih untuk bermain bersama sang putri.
Gania memencet tombol musik hingga berbunyi, agar musiknya bisa mengiringinya dalam bernyanyi.
"aaaakkk" teriak Baby Gift gemas sambil melonjak
"uuhh, sini sayang" ucap Gania agar Baby Gift menghampirinya
Baby Gift perlahan menggerakkan kakinya namun belum bisa berjalan memutar. Gania terus tersenyum dibuatnya.
"lucu sekaliii" gumam Gania gemas
"mmhhh" gumam Baby Gift sambil mencium wajahnya yang terpampang di kaca
"anaknya Mommy gemes sama diri sendiri" goda Gania sambil menoel-noel pipi chubbynya
"ehehekk" Baby Gift tertawa melihat pipinya
Tiada waktu tanpa gemas bagi Gania. Setiap saat ia selalu gemas pada putri yang lahir dari rahimnya ini.
"terimakasih sayang, sudah melengkapi kekurangan Mommy dan Daddy" gumam Gania kemudian mencium pipi chubby sang putri.
***
__ADS_1
Jangan lupa like! 💕