Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
USG


__ADS_3

Hari ini adalah jadwal cek kandungan Gania. Ia sangat semangat dan berharap ia bisa melihat buah hatinya dari layar USG.


"ayo mas buruan" ucapnya sambil menggoyangkan bahu Gibran yang masih sibuk menyisir rambutnya.


"iya sayang bentar, udah ngga sabar ya?" tanya Gibran kemudian berdiri


Gania menganggukkan kepala dengan cepat, dan juga tak henti-hentinya ia memperlihatkan senyum simpulnya.


Setelah siap, keduanya masuk ke mobil dan segera berangkat menuju Rumah Sakit.


Dalam perjalanan Gania terus mengusap perutnya, ia merasakan ada pergerakan dari baby.


"mas baby gerak loh" ucapnya sambil menepuk paha Gibran


"benarkah?"


"iya mas, tapi belum terlalu kencang"


Tak terasa mereka pun sudah sampai di Rumah Sakit. Gibran mengambil nomor antrian, kali ini Gania mendapat antrian lebih awal. Cukup menunggu 10 menit ia sudah masuk ke ruang periksa.


Kali ini Gania sudah tidak mengeluhkan apa-apa. Lalu Dokter pun mengoleskan gel pada perut buncit Gania untuk mendengerkan detak jantung baby melalui alat dopler. Setelah itu Dokter baru melakukan tindakan USG.


"hihi bentuknya sudah lebih sempurna ya Dok" ucap Gania sambil terus tersenyum


"iya mba, tapi wajahnya belum terlalu kelihatan"


"kelaminnya juga Dok?" tanya Gibran


"iya mas, untuk jenis kelamin biasanya dapat dilihat jelas kalau usia kandungannya sudah 18 minggu" jelas Dokter kemudian menyudahi tindakan USG.

__ADS_1


"apakah sudah mulai ada pergerakan?" tanya Dokter


"sudah Dok tapi belum terlalu kencang"


"perkembangannya baik, berat dan panjangnya juga normal. Mulai sekarang baby sudah bisa mendengar jadi biasakan untuk didengarkan suara yang baik untuk baby ya"


Gibran dan Gania pun mengangguk paham. Setelah pemeriksaan selesai, Gibran kembali mengantri di instalasi farmasi untuk mengambil. vitamin. Tapi Gania masih didalam ruang periksa, ada beberapa pertanyaan yang ingin ia lontarkan.


Setelah 10 menit, Gibran sudah selesai begitu juga dengan Gania. Lalu keduanya pulang bersama.


Di dalam Gania hanya diam sampai akhirnya kediaman itu buyar saat melewati Cafe Thai Tea.


"mas mas aku pengen thai tea" ucapnya sambil menepuk paha sang suami


"yah udah lewat ya?"


"duduk dulu yang, biar aku pesenin"


Kemudian Gania mengangguk menuruti perintah suaminya.


5 menit kemudian Gibran menghampiri Gania dengan membawa dua gelas plastik berisi thai tea rasa greentea.


"hihi makasih mas"


"sama-sama sayangku"


"hmm rasanya enak juga, hampir sama seperti Thai Tea yang ku minum di Bangkok"


"iya" jawab Gibran singkat lalu mengeluarkan ponselnya untuk mengambil gambar Gania secara diam-diam.

__ADS_1



Gibran jadi senyum senyum sendiri melihat hasil jepretannya. Sejak berbadan dua, istrinya terlihat lebih menggemaskan.


"mas kenapa sih? Kok liat hp sambil senyum senyum sendiri?" tanya Gania cemberut


"jangan-jangan kamu chattingan sama cewek ya" tebaknya


Gibran membulatkan matanya dan menggeleng namun kemudian kembali tersenyum.


"aku nglihatin foto cewek" jawabnya sambil tersenyum nakal


"hah?! Kamu berani?!" Gania sedikit berteriak


"sssttt" Gibran mendaratkan jari telunjuknya di bibir Gania kemudian ia memperlihatkan apa yang ia lihat sedari tadi.


Hal itu malah membuat Gania malu hingga pipinya terlihat merah.


"udah yuk pulang" ajak Gibran


Kemudian Gania mengangguk lalu menggandeng lengan suaminya.


Di luar Cafe, terparkir juga sebuah mobil yang pengemudinya tidak keluar. Seseorang itu mengamati pasangan suami istri yang sedang berbahagia itu dengan tajam.


"b*ngs*t!" teriaknya sambil memukul stir mobilnya


"apa dia hamil?!" tanyanya pada diri sendiri sambil membelalakkan matanya menatap tajam ke perut Gania yang terlihat lebih buncit.


Kira-kira siapa ya?

__ADS_1


__ADS_2