Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
Palsu


__ADS_3

Flashback off


"jadi, dia tidak hamil?" tanya Gibran dengan suara lantang


"ti-tidak Pak" jawab Perawat itu sedikit ketakutan


"tapi dia memberikan saya hasil tes kehamilan dari Rumah Sakit ini" ucap Gibran


"maaf Pak, apakah hasil itu masih ada?"


"masih, ada di mobil saya, saya akan mengambilnya"


Kemudian Gibran dengan cepat mengambil kembali surat hasil tes kehamilan milik Pricilla yang ia simpan di mobilnya.


Setelah mendapatkannya, Gibran langsung menyerahkan ke Perawat.


"tunggu sebentar ya Pak, saya akan menanyakan ke Laboratorium" ucap Perawat itu setelah membaca hasil tes kehamilan Pricilla


15 menit kemudian Perawat itu datang dengan satu Dokter, yang tak lain adalah Dokter Danar.


"Gibran" ucap Dokter Danar saat melihat Gibran


"halo Dok"


"siapa yang memberimu surat ini?" tanya Dokter Danar sambil memegang surat itu


"teman Pak"


"apa kamu tahu dimana dia berada?" tanya Dokter Danar menyelidik


"sepertinya ada di tempat kerjanya, memangnya kenapa Dok?"


"dia memalsukan surat keterangan ini, kami tidak pernah memberinya dan tidak pernah memeriksanya"

__ADS_1


"apa?!" Gibran terkejut


"lalu bagaimana?" tanya Gibran


"kami selaku pihak Rumah Sakit sudah memiliki peraturan, bagi siapa yang merugikan kami, kami akan menindak tegas" ucap Dokter Danar serius


"maksud Dokter, pihak Rumah Sakit akan membawa kasus ini ke pihak berwajib?"


"iya, kami tidak ingin hal hal seperti ini akan menjadi tiruan bagi yang lain. Sebelum hal itu terjadi, kami harus segera menindaknya"


"jadi?"


"jadi, saya minta alamat tempat kerja teman Anda"


"alamatnya ada di Jalan Kenanga nomor 89, Cill Butik" ucap Gibran


"baik Gibran, terimakasih"


"baik Dok, semoga langkah yang Rumah Sakit pilih bisa membuatnya jera. Karena saya sendiri sangat di rugikan olehnya"


"ceritanya panjang Dok, intinya dia menjebak saya mengaku hamil anak saya. Sampai hubungan saya dan Gania tidak baik-baik saja"


"kami akan bertindak secepatnya Gi, semoga hubunganmu dan Gania segera membaik"


"terimakasih Dok"


Lalu Gibran kembali ke rumah. Di satu sisi dia emosi karena Pricilla sudah memperkeruh hubungannya dengan Gania, tapi di sisi lain ia sudah lega akhirnya kebususkan Pricia terbongkar.


***


"sayang" ucap Gibran sambil membuka pintu kamarnya


Dilihatnya Gania sedang menonton drama kesukaannya yang sudah lama tak ia sapa haha.

__ADS_1


"gimana?" tanya Gania yang tak memandang suaminya


"hasilnya...." ucap Gibran yang sengaja ia potong, lalu ia mendudukkan diri di dekat Gania


"apa?"


"surat itu palsu, semuanya palsu"


"maksudnya? aku ngga paham" ucap Gania kemudian menoleh ke arah suaminya


Gibran kemudian melingkarkan tangannya di pinggang Gania.


"Pricilla sengaja membuat surat itu palsu, agar dia bisa mendapatkanku. Padahal Rumah Sakit tak pernah memeriksanya bahkan memberikan surat keterangan kehamilan Pricilla" jelas Gibran


"alhamdulillah" ucap Gania bahagia


"sekarang kamu percaya?"


Gania mengangguk, lalu tanpa aba-aba air di dalam matanya terlihat membasahi kornea.


"maaf, aku sempat tidak percaya kamu mas" ucapnya dengan suara bergetar lalu memeluk Gibran


"tidak perlu minta maaf, kalau aku menjadi kamu pun mungkin aku akan melakukan hal yang sama" jawab Gibran sambil membelai rambut panjang Gania


"terimakasih mas sudah selalu memahamiku" ucap Gania


"lalu gimana selanjutnya?" imbuhnya


"pihak Rumah Sakit akan membawa kasus ini ke pihak berwajib"


"semoga langkah ini bisa membuatnya jera"


"iya sayang"

__ADS_1


Kemudian Gibran mengeratkan pelukan Gania.


__ADS_2