
Semakin hari tubuh Gania semakin menggemaskan. Semua bagian tubuhnya terlihat lebih isi, begitu juga dengan dua bongkahan di dadanya. Beruntung Gibran selama ini bisa mengontrol nafsunya demi kesehatan calon baby mereka.
"berat badanmu naik berapa kilo Ga?" tanya Nenek seraya mengoleskan selai ke rotinya
"lima kilogram Nek kayanya, emang Gania keliatan gendut banget ya?" ia mulai cemberut
"tidak sayang, malah kamu semakin seksi" sahut Gibran sambil tersenyum nakal
"masss" ia melirik sinis
"eh beneran loh Ga, ibu hamil tuh seksinya beda" sahut Nenek
"masa?"
"iya beneran" jawab Nenek
"lihat tuh benda kesukaanku ikut ngembang" bisik Gibran sambil melirik bongkahan kenyal Gania
"masss" Gania menjewer telinga Gibran
"aduh yang sakit"
Sarapan pagi ini lebih santai dari biasanya karena hari ini Gibran libur bekerja.
Setelah sarapan Gibran mengajak Gania berjalan jalan di kebun belakang.
"eh strawberryku masih ya" ucap Gania kemudian mendekati tanaman strawberry miliknya
"ya masih dong, memangnya kemana" sahut Gibran yang mendudukkan diri di kursi panjang
"aku kira mati mas, kan engga ada yang merawat"
"siapa bilang? setiap hari aku masih merawatnya" jawab Gibran
"hah?" Gania terkejut
"aku kan bertanggung jawab haha" jawab Gibran diselingi tawa
"petik aja kalau kamu pengen, aku yakin itu sudah matang" imbuhnya
__ADS_1
Kemudian Gania memetik beberapa buah yang sudah merah lalu mencucinya hingga bersih. Setelah itu ia ikut duduk disamping Gibran.
"mas mau?" Gania menawari sang suami
"engga yang, kamu suka kan?"
"tapi kalau kamu mau aku akan membaginya"
"aku ngga mau, aku ngga suka" jawab Gibran sambil menggelengkan kepalanya
"bohong" Gania menyipitkan matanya dan menatap mata suaminya dalam dalam
"kenapa jadi marah? sudah sayang makan aja strawberrynya" Gibran mengacak acak rambut Gania
Gania tak menghiraukannya karena ia sedang asyik menikmati strawberry yang baru saja ia petik.
"kamu ngga salah pilih mas, strawberry ini manis" ucap Gania sesudah menghabiskan strawberry strawberry itu
"apa semanis ini?" tanya Gibran sambil mendaratkan jari telunjuk di bibir ranum sang istri
Dengan cepat Gania menggigit jari itu.
"hahaha aku lagi seneng jahilin kamu mas"
Di sela-sela obrolan dan tawaan keduanya, si baby pun juga ikut mengencang dan menendang didalam sana.
"auuhh mass" Gania meringis saat baby menendang lebih kuat
"jangan keras keras ya Nak, kasian Mommy" ucap Gibran sambil mencium dan mengelus perut sang istri, ia juga bisa merasakan tendangan itu
Kemudian ia menggelitik perut Gania.
"ah jangan mas, geli" protes Gania
"lucunya dia, dia semakin aktif loh yang"
"alhamdulillah mas, itu artinya perkembangannya normal kata Dokter"
Kemudian keduanya saling memeluk satu sama lain.
__ADS_1
***
Malam ini Gania ingin menata ulang baju-bajunya di almari. Ia memilah baju yang sekiranya masih muat dan tidak muat. Saat itu, matanya tertuju pada kimono berwarna putih miliknya.
"kok aku lupa ya kalo aku punya ini" gumamnya sambil menempelkan kimono itu dibadannya
"aku coba ah" kemudian ia melepas piyamanya dan menggantinya dengan kimono putih berbahan satin itu.
Ceklek
Pintu kamar dibuka, seketika mata Gibran terkunci melihat Gania, lekukan tubuhnya terlihat jelas.
Gibran bersusah payah menelan salivnya saat Gania membalikkan tubuh untuk menghadapnya.
"mass" Gania malu kemudian membalikkan tubuhnya lagi untuk membelakangi sang suami
"wow! beautiful" Gibran mendekat ke arah Gania berpijak
"kamu mau menggodaku?" Gibran membisikkan pertanyaan ke telinga Gania, seketika Gania langsung merinding dan wajahnya memerah
"mas aku malu kan jadinya" protesnya kemudian memukul kecil punggung Gibran
"tadinya aku cuma mau mencoba baju ini apakah masih muat atau tidak. Tapi kamu malah datang" Gania membela diri
"lalu kalau sudah begini, kamu mau apa?" Gibran semakin mendekatkan wajahnya hingga Gania dapat merasakan hembusan nafasnya
"baby tolong Mommy" jerit Gania dalam hati
"aku jadi meninginkannya" bisik Gibran kemudian menyusuri leher jenjang Gania tanpa permisi
"emhh mass" bibir Gania menolak, tapi tidak dengan hatinya
"jangan" ucap Gania kemudian mendorong tubuh Gibran
Gibran sedikit kecewa dan berdecak kesal.
"jangan disini" bisik Gania malu-malu
Tak disangka, ternyata Gania juga menginginkannya. Dengan cepat Gibran langsung membopong sang istri dan menidurkannya di ranjang sebelum akhirnya menidurinya.
__ADS_1
*Mohon maaf untuk keterlambatan up nya. Author demam jadi ngga mood pegang hp :(