
Malam ini, Gania merasa kesepian. Tak ada yang memeluknya saat tidur nanti, saat bangun besok pun juga tak ada yang menjahili. Ia sudah terbisa dengan kehadiran Gibran disampingnya.
"apa aku bisa tidur" gumam Gania
Ia mondar mandir kesana kemari didalam kamarnya.
"awhhh" racaunya
Ia mendudukkan diri lalu mengelus perutnya yang mengencang.
"jangan nakal ya Nak"
Ia kemudian meraih ponselnya yang tadi ia letakkan di nakas.
"aku video call aja kali ya"
"eh jangan deh, pasti dia capek"
Kemudian ia meletakkan lagi ponselnya.
Gania sangat bosan, sampai akhirnya ia mencari buku tentang Ibu Hamil, kemudian membacanya.
***
Gibran yang berada di Hotel pun juga tak kalah bosannya, sebenarnya ia baru saja menghabiskan makan malamnya dari Hotel.
Tapi karena bosan, ia memutuskan untuk berjalan jalan ke Cafe yang letaknya berada disamping Hotel.
Sejak Gibran tiba, sudah ada sepasang mata yang mengintainya.
"permainan akan segera dimulai" ucap Pricilla sambil tersenyum sinis
Ia berpura-pura memesan dua cup kopi, dengan alasan satu kopi untuknya dan satu kopi lagi untuk temannya. Setelah mengantri dan mendapatkan apa yang ia pesan, Pricilla kembali ke tempat duduknya dan melewati Gibran.
"Gibran" sapanya
Gibran hanya menatapnya, tak menjawab.
Pricilla berakting menoleh ke kanan ke kiri, untuk mencari 'temannya'.
__ADS_1
"yah temen gue kemana ya"
"Gi, lu mau kopi?" tanya Pricilla sambil menyodorkan satu kopinya
"bisa pesan sendiri"
"Gi, tapi ini mubazir. Mau ya? Terus kita duduk disana" bujuk Pricilla sambil menunjuk salah satu tempat duduk
Gibran tak menjawabnya, tapi buru-buru Pricilla menarik tangannya.
Dengan terpaksa Gibran mendudukkan diri dan menerima kopi pesanan Pricilla.
"Gi, maaf ya. Selama ini gue bersikap ngga baik sama lu" basa basi Pricilla
Gibran masih diam, mengalihkan pandangannya dan melihat beberapa orang yang berlalu lalang.
"Gi, apa ngga bisa kita akur kaya dulu lagi? Kaya dulu waktu kita kuliah. Dulu gue, lu, sama Rendra selalu bersama"
Karena bosan mendengar omong kosong Pricilla, Gibran langsung meminum habis kopi pemberian Pricilla tadi.
Melihat Gibran meminum pemberiannya, Pricilla tersenyum sinis.
"saya masih banyak kerjaan" ucap Gibran kemudian beranjak dari kursi
"Gi, kamu nggapapa?" tanya Pricilla
Gibran menggeleng lalu dengan cepat meninggalkan Pricilla dan berusaha mencari toilet.
Setelah menemukan, Gibran memuntahkan kopi yang baru saja ia minum. Setelahnya ia merasa lemas dan berputar-putar.
Gibran tersungkur lemas di toilet Cafe, sedangkan Pricilla yang sedari tadi mengikutinya pun segera menghampiri Gibran. Ia meminta bantuan petugas Cafe untuk membantu membawa Gibran kembali ke Hotel.
Ini dia visual Pricilla ~
***
Kamar Gania
__ADS_1
"malem-malem gini kok kamu aktif banget Nak" Gania kewalahan dengan tendangan baby dari dalam sana
"apa kamu kangen Daddy?" tanyanya pada baby sambil mengelus perutnya
Kemudian ia meraih ponselnya di nakas untuk menghubungi suaminya.
Tut tut tut
"ngga aktif" gumamnya
Lalu ia mengirimkan pesan, agar nanti sewaktu nomor Gibran aktif, Gibran langsung bisa menelfonnya.
"mas, telfon aku ya" tulisnya
Setelahnya ia meletakkan ponselnya kembali di nakas lalu mencoba memejamkan matanya.
***
Hotel
"selamat datang di jebakanku sayang" bisik Pricilla di telinga Gibran yang tak sadarkan diri
Pricilla membelai pipi Gibran kemudian turun ke dadanya. Lalu ia melepas kaos yang Gibran pakai, ia juga meraba saku celana Gibran untuk mencari ponselnya. Setelah menemukan, ia mengaktifkan ponsel Gibran dan meletakkannya di nakas kamarnya.
Ting
Ponsel itu berbunyi
Pricilla kembali meraihnya, ia melihat sebuah pesan masuk dari Gania. Seketika wajahnya berubah menjadi geram.
Seketika juga ide bejat muncul dari otak Pricilla. Ia membalas pesan dari Gania, ia membalasnya dengan pesan suara, ia merekam suaranya yang m*nd*s*h dan meracau.
"aaahhh ssayang jangann"
Kemudian ia mengirimnya ke Gania.
"jika aku tidak bisa memilikimu, maka istrimu juga tak bisa bersamamu" ucap Pricilla sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Gibran.
Setelah itu ia memelorotkan sedikit bajunya lalu menutupi tubuh keduanya dengan selimut.
__ADS_1
Bersambung...
Kira-kira gimana ya kelanjutannya