
Jam sudah menunjukkan pukul 20.15 malam, tapi belum ada tanda tanda kepulangan Gibran. Gania terus berdecak kesal karena beberapa kali menelfon sang suami, ia tak dapat tersambung.
"kemana kamu Mas" gumam Gania
"hikk..hikkk" Baby Gift juga rewel
"mau bobo?" tanya Gania pada putrinya
"eemmhh" Gania memposisikan dirinya dan Baby Gift
Kemudian ia menyusui Baby Gift hingga terlelap. Lalu Gania mencabut p*t*ng ASI nya dari bibir Baby.
Gania kembali melihat jam yang ternyata sudah menunjukkan pukul 20.20. Pikiran Gania tak bisa tenang, tidak seperti biasanya Gibran pulang semalam ini.
"mmhhh..hikk.. hikk.. " Baby Gift kembali merengek dan mencari cari ASI Mommy
"ssstt ssttt" Gania menepuk-nepuk bokong Baby Gift sambil kembali menyusui sang putri
10 menit kemudian, Baby Gift benar-benar sudah lelap dengan tidurnya. Bahkan sebelumnya ia melepaskan sendiri bibirnya dari p*t*ng ASI Mommy Gania.
Gania beranjak dari ranjang dengan pelan. Ia meraih ponselnya dan menjauh dari Baby Gift untuk mencoba kembali menelfon sang suami.
Tut Tut Tut panggilan itu masih belum tersambung.
"Masss" decis Gania dengan kekesalannya
Ceklek pintu kamar dibuka.
__ADS_1
Gania menoleh lalu mengerucutkan bibirnya.
Gibran yang merasa Gania merajuk pun segera menghampiri untuk meluluhkannya.
"sayang, maaf ya aku pulang telat" ucap Gibran sambil membelai rambut Gania
"akuu.." Gibran bingung menjelaskan
"ada acara kolega. Sebenarnya rencananya sudah dua hari yang lalu, tapi sekretarisku lupa memberitahu. Jadi mau tidak mau, sepulang kerja aku harus menghadirinya" jelas Gibran sambil memegang tangan Gania
Gania menatap tajam mata Gibran.
"aku khawatir Mas, mana ku telfon berkali-kali ngga nyambung" gerutu Gania sambil menyambar tubuh Gibran dengan pelukan
"ngga biasanya kamu menghilang" imbuh Gania
Gibran mengangguk sambil membelai rambut Gania lagi.
"aku minta maaf" ucap Gibran
"setelah ini aku tidak akan mengulanginya lagi" imbuh Gibran
Kemudian Gania melepaskan pelukannya.
"ya udah kamu mandi ya, udah malam" suruh Gania
"aku siapin pakaian bersihnya" imbuhnya
__ADS_1
Kemudian Gibran masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
15 menit berlalu, sekarang Gibran sudah selesai dengan aktivitas mandinya. Kini saatnya ia berganti pakaian bersih yang disiapkan Gania.
"maaf membuatmu khawatir" ucap Gibran pelan sambil mendudukkan diri di tepi ranjang
"hmm" Gania tersenyum sambil mengusap keringat di dahi Baby Gift
Cup Gibran mengecup dahi Gania dan pipi Baby Gift secara bergantian.
"biar aku yang pindahin" ucap Gibran lalu mengangkat dan memindahkan Baby Gift ke box bayi
Setelah itu Gibran kembali naik ke ranjang utama untuk bersantai dengan Gania.
"apa yang kamu pikirkan tentang masa depan kita?" tanya Gibran sambil menidurkan kepalanya di paha Gania
"yang ada di pikiranku, aku hanya ingin kita bersama dan bahagia selamanya" jawab Gania sambil membelai rambut suaminya
"aku ingin kebahagiaan kita tetap sama, atau bahkan lebih dari ini" imbuh Gania
"aku akan menjamin kebahagiaan itu selalu bersama kita" jawab Gibran
"terimakasih sudah memberi warna pada kehidupanku yang dulu abu-abu dan kamu bisa membuatku percaya bahwa tidak semua wanita itu sama" imbuh Gibran sambil mendudukkan dirinya untuk memeluk serta mencium Gania
"terimakasih kembali, karena kamu sudah memberiku kelengkapan yang dulu belum pernah kudapatkan" ucap Gania dan membalas ciuman suaminya
Kemudian Gibran menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya. Akhirnya mereka memejamkan mata bersama.
__ADS_1