Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
Makan banyak


__ADS_3

Pagi harinya, pasutri ini bangun bersama. Keduanya sama-sama membuka mata namun masih malas beranjak dari posisi nyaman masing-masing. Gania membenamkan kepalanya di dada Gibran, sedangkan Gibran memeluk tubuh Gania dan mengunci kakinya.


Mereka sama-sama lelah setelah semalam bertempur habis-habisan melepas kerinduan yang sudah 5 bulan tak pernah tersalurkan.


"sakit ngga?" tanya Gibran sambil membelai pipi sang istri


"engga mas" jawabnya


"semalem kamu udah kecapekan, hari ini kamu ngga usah naik turun tangga. Untuk sarapannya biar nanti aku bawain kesini dan makan siangnya nanti Bi Asih yang bawain" ucap Gibran


Kemudian Gania mengangguk mengiyakan kemauan sang suami. Beberapa saat kemudian Gibran menangkis selimut tebal yang mereka gunakan untuk menutupi tubuh mereka.


"aku mandi dulu ya"


Kemudian Gibran menjalankan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Gania pun juga mendudukkan diri di kepala ranjang.


Ting ting


Ponsel Gania berbunyi pertanda ada pesan masuk. Ia meraih ponselnya yang ia letakkan di nakas.


"selamat ulangtahun sahabatku, panjang umur dan bahagia selalu ya, gue doain yang baik baik aja lah buat kalian. langgeng sama suami ya. kini keluargamu lengkap dengan hadirnya dede bayi. sehat sehat ya buat kalian ❤" tulis Rere


Gania tersenyum melihat isi pesan itu, kemudian ia membalasnya.


"terimakasih aunty Rere, nanti main kesini ya. Gue kangen sama lu" balasnya


"widih aunty wkwkw, okedeh ntar gue kesana" balas Rere


Ceklek


Pintu kamar mandi dibuka, menandakan seseorang yang menggunakannya sudah selesai.


"kok senyum-senyum sendiri?" tanya Gibran yang melihat Gania tersenyum sendiri menatap layar ponselnya


"hihi iya mas, ini Rere ngucapin selamat ulangtahun terus aku suruh dia kesini"


"ohh kirain apa, yang penting jangan kemana mana"

__ADS_1


"iya mas"


Setelah selesai berganti pakaian, Gibran turun untuk sarapan. Sedangkan Gania menyiapkan barang yang biasa Gibran bawa untuk bekerja.


15 menit kemudian Gibran kembali dengan membawa sepiring porsi sarapan dan air putih.


"sarapan dulu yang" ucapnya sambil meletakkan nampan berisi sarapan itu di meja sofa


"makasih mas, kamu selalu memanjakanku"


"tidak perlu berterimakasih, itu semua sudah tugasku" jawab Gibran kemudian mengecup kening Gania


Karena merasa sangat lapar, Gania pun menyantap sarapannya dengan lahap hingga habis tak tersisa. Gibran melihati Gania dengan tak henti hentinya memperlihatkan senyum gemasnya.


"kenapa?" tanya Gania kemudian meraih gelas minumnya


"engga" jawab Gibran kemudian mengalihkan pandangannya


"maklum lah mas kan sekarang berdua yang makan, jadi porsi berapapun habis"


"iya sayang iya"


"dah ganteng nih Daddy" ucap Gania sambil merapikan jas Gibran


Gibran kemudian berjongkok didepan Gania lalu mencium buah hati yang masih dikandung sang istri.


"Daddy kerja dulu ya sayang, jangan nakal didalem sini" ucapnya


Saat itu juga baby langsung bergerak aktif menendang dinding perut Gania.


"aww geli" ucap Gania


Kemudian Gibran mengelusnya lagi, dan gerakan itu juga semakin kuat hingga calon Mommy dan Daddy itu tertawa girang dibuatnya.


"berangkat dulu ya sayang" Gibran kembali berdiri lalu mencium kening sang istri


"hati-hati ya mas" kemudian ia melambaikan tangannya.

__ADS_1


***


Tok tok


"Ga gue masuk ya" suara dari luar kamar membangunkan tidur siang Gania


Gania mengerjapkan matanya lalu berusaha mendudukkan dirinya. Ia juga menatap jam ternyata sudah menunjukkan pukul 11 siang.


"eh lu udah kesini" ucap Gania setelah menguap


"iye, nih gue bawain batagor depan SMA" Rere meletakkan sebuah plastik berisi seporsi batagor di meja


"thanks ya, btw lu ngga kerja?" tanya Gania kemudian menghampiri Rere yang duduk di sofa


"gue udah ngga kerja Ga, males sama bosnya" jawab Rere santai


"hahaha emang kenapa?"


"bosnya tuh aneh, kaya abis putus cinta gitu terus dia stress hahaha"


"emang dimana sih tempat kerja lu?"


"itu loh Cill Butik"


"duh gue gatau hahaha"


Tok tok


Suara ketukan pintu memecahkan obrolan mereka.


"Non, makan siangnya" teriak Bi Asih dari luar kamar


Kemudian Gania membuka pintu lalu mempersilakan Bi Asih masuk untuk mengantar makan siang.


"pokoknya harus habis" ucap Bi Asih sambil tertawa


"habis kok Bi habis, tenang aja sekarang Gania doyan makan"

__ADS_1


Setelah itu Gania dan Rere menyantap masing masing seporsi besar menu makan siang buatan Bi Asih. Mereka menghabiskannya seraya mengobrol dan tertawa.


__ADS_2