
"Assalamualaikum" ucap seseorang yang berdiri di depan pintu utama rumah Gania
Tak lama kemudian,
Ceklek Nenek membuka pintu
"Waalaikumsalam, ayo masuk. Gania ada di kamar itu" ucap Nenek sambil menunjuk kamar yang di tempati Gania sementara
"makasih Nek" ucap Rere lalu mencoba masuk ke kamar Gania
Tok tok ... Rere mengetuk pintu
"masuk" perintah Gania dari dalam kamarnya
"haiiiii" sapa Rere heboh
"hai, lama ngga kesini"
Kemudian Gania beranjak dari ranjangnya dan mendudukkan dirinya di sofa. Hal yang sama juga dilakukan Rere.
"iya nih, maklum lah pekerja keras hahaha"
Gania hanya tertawa sambil geleng-geleng kepala.
"eh btw lu udah mau lahiran ya?" tanya Rere sambil mengamati perut sahabatnya
"iya, gue ngga sabar" jawab Gania sambil membelai perutnya
"ih gue ngilu deh bayanginnya" Rere bergidik ngeri
"haha sebenarnya gue juga Re, tapi gue selalu yakin kalo rasa sakitnya bakal terobati setelah melihat si baby" jawab Gania
"iya juga sih"
Ting ... Ponsel Rere berbunyi, lalu ia membuka pesan itu.
"hah!" Rere terkejut setelah membaca pesan yang ia terima
__ADS_1
"apa?" tanya Gania
"wah gila! Mantan bos gue masuk penjara"
"mantan bos?"
"iya, yang waktu itu gue bilang kalo gue kerja di butik terus gue keluar itu loh"
"butik? penjara?" Gania bergumam bertanya tanya
"jangan bilang kalo yang lo maksud itu Pricilla pemilik Cill Butik" ucap Gania
"lah emang iya, dulu gue pernah bilang kalo gue kerja disana kan? Tapi gue keluar karena gue ngga suka sama dia" jelas Rere
Gania masih membelalakkan matanya, seakan tak percaya.
"dunia itu sempit" ucap Gania kemudian
"maksud lo?" tanya Rere bingung
"ah sial! Tau gini gue kasih dia pelajaran waktu itu" kesal Rere
"udah lah Re, dia udah di kasih pelajaran berharga pihak yang berwajib" jawab Gania
Kemudian keduanya melanjutkan dengan obrolan santai.
***
Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Biasanya tak lama lagi Gibran akan tiba di rumah.
"Ga, gue pulang ya. Udah sore nih" pamit Rere
"yakin?"
"iya, kapan kapan gue kesini lagi kok"
"yaudah hati hati loh"
__ADS_1
Kemudian Gania mengantar Rere sampai di halaman depan rumahnya. Tak lama setelah itu, Gibran pun tiba di rumahnya.
"sayang" ucap Gibran sambil turun dari mobilnya
Gania hanya tersenyum sambil melepas jas hitam yang di pakai Gibran.
"tumben di luar?"
"iya, tadi Rere kesini dan baru aja pulang" jawab Gania
"oohh" jawab Gibran singkat kemudian menggiring Gania untuk masuk.
Keduanya masuk ke kamar sementara, Gibran mandi sedangkan Gania mempersiapkan baju ganti.
"sayang" panggil Gibran dari dalam
"apa mas?" jawab Gania kemudian mendekat ke kamar mandi
"aku lupa bawa handuk"
Kemudian Gania meraih handuk yang sudah di siapkannya, lalu memberikan ke Gibran.
"terimakasih" ucap Gibran yang meraih handuk itu dari tangan Gania
15 menit kemudian Gibran menyudahi aktivitas mandi, ia keluar dengan menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya. Dilihatnya, Gania sedang sibuk bermain ponselnya.
Kemudian Gibran sengaja memakai pakaian bersihnya didepan Gania.
"mas ih, ngapain disini?" protes Gania
"aku kira kamu fokus ke HP, ternyata..." ledek Gibran
"massss" Gania membuang muka
Gibran hanya tertawa dibuatnya.
Setelah selesai, kedunya bersantai seperti di pantai :v
__ADS_1