Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
Bonus 3


__ADS_3

Siangnya, saat jam makan siang Gibran kembali ke rumah. Mobilnya baru saja terparkir di depan garasi.


"siapa ya?" goda Gania pada Gift yang sudah hafal dengan suara mobil Daddynya


"aakkk" Gift salah tingkah, ia menutup wajahnya dengan kedua tangan


"assalamualaikum" ucap Gibran ketika masuk rumah


"waalaikumsalam Mas, di ruang makan" teriak Gania


"ahakkk" teriak Gift yangsemakin salah tingkah, ia menundukkan kepalanya hingga menempel di High Chair


Gibran yang sudah melihatnya pun geleng-geleng kepala.


"Mom, Gift dimana?" tanya Gibran pura-pura


"oh, Baby Gift bobo Dad" jawab Gania


"ihihikk" tawa Gift yang menggemaskan


Gibran tersenyum sambil terus menggoda.


"yaudah, biskuitnya buat Mommy aja"


Mendengar makanan favoritnya, Gift pun segera mendongakkan kepala.


"Ddy" panggil Gift


"siapa ya yang panggil Daddy?" goda Gibran lagi


"Ddyy" panggil Gift dengan suara lantang


"i'am here" ucap Gania agar ditirukan


"mm..hiyee.." tiruan Gift


Hahahaha kedua orangtua itu tertawa bersama.


"oh ini cantiknya Daddy. Ini buat Baby" Gibran meletakkan biskuit itu di High Chair

__ADS_1


"tityu.. Ddy" ucap Gift tanpa suruhan


Seketika Gibran dan Gania membelalakkan mata, betapa pintarnya putri mereka.


Cup kedua orangtua itu mencium masing-masing pipi chubby kanan dan kiri sang putri.


Kemudian Gania mengambilkan makan siang untuk sang suami, lalu mereka makan siang bersama.


***


"Mas, kamu yakin berangkat ke Bangkok malam ini?" tanya Gania sambil duduk di tepi ranjang kamar sang putri


"iya Yang" jawab Gibran sambil menyusun lego bersama Gift


"kenapa ngga besok aja?"


"karena meetingnya besok pagi. Kalau aku berangkat malam ini kan aku bisa istirahat dulu disana" jawab Gibran


"berapa hari?" tanya Gania kemudian menyusul suami dan buah hati yang bermain di matras bawah


"sehari doang"


"oke deh, kirain lama. Aku udah siapin tiga setelan kemeja plus jas nya"


***


Jam sudah menunjukkan pukul lima sore. Dua jam lagi Gibran harus sudah terbang. Tetapi dari tadi Gift tidak mau lepas dari Daddy. Ia terus minta di gendong, seakan paham akan di tinggal ke luar negeri sebentar.


"Mas, kayanya anakmu ngga mau ditinggal" ucap Gania


"iya Yang, gimana dong"


"sejak ada kamu nempel terus sama kamu, mau ku ajak ngga mau" ucap Gania


Sambil menggendong sang putri, Gibran mengambil satu koper lagi dari atas almari.


"kita akan terbang bersama" ucap Gibran


"hah?"

__ADS_1


"kita akan terbang bersama Yang" Gibran mengulangi ucapannya


"aku ngga mau Baby rewel karena kepergianku dan nanti malah nyusahin kamu" imbuh Gibran


Gania diam tak bergeming.


"siapkan pakaian yang akan kalian butuhkan, aku akan membantu mentanya. Aku ingin kita beberapa hari disana" ucap Gibran sambil menurunkan sang putri


"o.. oke" lalu Gania memilih beberapa pakaiannya


Gift si Baby penuh rasa penasaran itu antusias ketika Daddynya membuka koper. Ia melangkahkan kaki lalu mendudukkan diri.


Gift tersenyum melihat Daddy yang sedari tadi melihati.


"Gift bobo sini ya?" goda Gibran


"no!" jawab Gift


"pii.. boo" imbuhnya


"mau peek a boo?" tanya Gibran


"Mas, kamu udah pesen tiket buat aku sama Baby?" sahut Gania yang sudah selesai memilih pakaiannya


"baru mau pesen" jawab Gibran sambil mengeluarkan ponsel dari kantong celananya


"oh" jawab Gania singkat kemudian beralih ke almari Baby untuk mengambil beberapa pakaian ganti


"Mom" panggil Gift saat melihat Mommy Gania membuka almarinya


"apa sayang" jawab Gania yang tak menolehkan kepala


"tu.. tu.. tuu" ucap Gift sambil menunjuk almari dengan jari


"apa? Baby mau yang mana?" tanya Gania kemudian menghampiri sang putri lalu merupnya dan membawa ke depan almari


"ni.." ucap Gift sambil menunjuk setelan pakaian yang diinginkan


Kemudian Gania melepas pakaian itu dari gantungan.

__ADS_1


"kesukaan Baby Gift ya?" tanya Gania sambil memberikannya


Setelah itu Gania menurunkan sang putri agar berdiri sendiri. Sedangkan ia dan sang suami packing pakaiannya dan pakaian Baby.


__ADS_2