Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
Bonus 13


__ADS_3

Seperti biasa, di hari kerja Gibran selalu menyempatkan waktu istirahatnya untuk berkomunikasi dengan anak dan istri.


"sayang, seperti ada yang beda darimu" gumam Gibran di panggilan videonya


"apa hayo?" goda Gania


"oh kamu pengen rambut Gift ya!" jawab Gibran


"hmm"



"jelek ya Mas?"


"Daddy!" seru Gift yang menghampiri Mommy


"iya sayang, Gift lagi apa Nak?" tanya Gibran dengan senyum sumringah


"inum jus" jawab Gift sambil memperlihatkan jusnya ke kamera


"oh jus apa sayang?"


Gift yang tidak tahu namanya itu hanya menggelengkan kepala.


"jus susu alpukat Mas" sahut Gania


"ohh"


"eh Yang, kita dapat undangan makan malam dengan kolega" imbuh Gibran


"kita? Kapan?"


"besok, gimana? Bisa ikut?"


"hmm semoga bisa Mas" jawab Gania ragu, karena ia masih sibuk dengan kegiatan rumahnya


"oke, udah dulu ya sayang. Aku mau kerja lagi. See you nanti"


Kemudian Gibran menutup panggilan.


"Mmy..Mmy" panggil Gift pada Mommynya


"iya sayang"


"i want mou" ucap Gift sambil menyodorkan gelas kosongnya ke Mommy Gania


"want more?"

__ADS_1


"yes Mommy"


Lalu Gania mengambilkan lagi jus susu alpukat yang tadi ia buat.


"bilang apa sama Mommy?"


"tityu Mommy"


"thank you" ucap Gania tegas


"tantyu"


Gania menghela nafasnya sambil geleng geleng kepala.


Malamnya, ketiganya bermain bersama di kamar Gift.


"Mas, besok jam berapa acaranya?" tanya Gania pada sang suami yang sedang asyik bermain dengan Gift


"jam tujuh malam, kita berangkat setengah jam sebelumnya"


"jauh ya?" tanya Gania lagi


"engga Yang, tapi kita bawa Gift. Aku ngga mau ngebut"


"hm oke"


"sayang bisa ikut?"


"apa?" tanya Gibran


"ehehe engga Mas, aku bisa"


Setelah itu Gania mempersiapkan pakaian yang akan mereka kenakan besok.


"Daddy" panggil Gift pada Daddynya yang sudah memejamkan mata


"hmm iya Nak"


"Ift au inum"


"Gift mau minum?"


"heem"


"Gift berani disini sendiri?" goda Gibran


Lalu Gift menggelengkan kepala.

__ADS_1


"yaudah yuk ikut Mommy"


Gibran menggendong sang putri dan membawanya agar bersama Gania. Sedangkan dirinya turun ke bawah untuk mengambilkan minum dengan cangkir kecil kepunyaan Gift.



Setibanya di lantai atas, Gibran membuka pintu kamarnya. Dilihatnya sang putri sudah terbaring di ranjang.


"loh udah mau tidur Yang?" tanya Gibran lirih


Gania tak menjawabnya, ia hanya menganggukkan kepala dan memberi isyarat agar Gibran tak bersuara.


"perasaan ngga ada lima menit deh aku ambil minumnya" gumam Gibran sambil meletakkan gelas di meja sedangkan dirinya duduk di sofa


20 menit kemudian Gania meninggalkan Gift sendiri di ranjang, Gania memberi guling di samping kanan dan kiri agar saat Gift berguling nanti tak akan jatuh ke lantai.


"tadi minta minum, aku ambilin eh udah tidur. Jangan jangan kamu kasih ASI Yang?" tanya Gibran


"ya engga lah Mas, sejak usia Gift satu tahun lebih dua bulan aku ngga lagi kasih dia ASI"


"ya kalo gitu Daddynya aja yang dikasih"


"kamu ih" pipi Gania merona


"kamu ngga kangen aku?" goda Gibran


"Mas, jangan gitu ih" Gania berusaha menjauhkan sang suami dari lehernya


"kenapa?"


"kasian Gift kalo kita berisik" elak Gania


"yaudah kita pindah kamar sebelah"


"kamu tega ninggalin Gift sendiri disini?"


"engga" jawab Gibran


"jadi kamu ngga mau lagi begituan sama aku?" goda Gibran lagi


"Massss" decis Gania


"haha iya sayang iya. Aku juga bercanda"


Kemudian Gibran mengajak Gania menyusul sang putri ke alam mimpi.


***

__ADS_1


Masih ada bonus nih hihihi


Btw kalian kangen ngga sama Gania & keluarga?


__ADS_2