
Malam ini Gibran membawa keluarga kecilnya ke kedai es krim yang letaknya tak jauh dari rumah yang ditinggalinya. Tak seperti biasa, kini Gibran hanya keluar naik motor saja.
"Mas, pelan pelan. Kasian anaknya nanti masuk angin" gerutu Gania dari belakang
"iya iya" jawab Gibran
Tangan kanan Gibran digunakannya untuk menyetir, sedangkan tangan kirinya ia gunakan untuk menjaga tubuh sang putri yang berdiri di depan.
Tak lama kemudian mereka pun sampai.
"ihihi" tawa Gift sambil turun dari motor
"are you happy dear?" tanya Gania sambil meraih tangan Gift untuk dituntunnya
"yes" jawab Gift girang
Lalu ketiganya masuk bersama.
"Gift mau es krim rasa apa?" tanya Gibran sambil menggendong sang putri agar memilih
Gift menggigit jari melihat gambar gambar es krim yang ada disana.
"cokelat mau?" tanya Gania
"no" jawab Gift
"vanila?" tanya Gibran
Gift pun menggelengkan kepala.
Kedua orangtua itu pun bingung dibuatnya.
"i want ..." ucap Gift
"what do you want?" sahut Daddynya
"stawbewwy" lanjut Gift
"Mommy's daughter wants strawberry ice cream?" tanya Gania memastikan
"stawbewwy, Mmy" ucap Gift lagi
Kemudian Daddy Gibran memesankan.
Setelah menunggu beberapa saat, pesanan mereka pun tiba. Gift langsung melahap es krim strawberry didalam cupnya hingga belepotan.
__ADS_1
"hihi Mommy lap dulu" ucap Mommy Gania sambil mengelap bekas eskrim di pipi sang putri
"Gift, punya Daddy habis. Daddy boleh minta?" goda Gibran
Gift langsung mendekap eskrimnya dan menggelengkan kepala.
"no!" ucap Gift dengan lantang
"uh galaknya little princess Mommy sama Daddy ini" goda Gibran lagi sambil memainkan poni sang putri
"hap..hap.." goda Gift sambil melahap eskrim lagi
"sayang, siapa yang potong poni ini?" tanya Gibran
"em..Mommy" jawab Gift
"lucu kan? udah aku rencanain sejak dia umur 1 tahun dulu" sahut Gania
Gibran pun tersenyum memandangi sang putri.
***
Setibanya di rumah, Gania melihat jam dinding yang terpampang. Jam sudah menunjukkan pukul delapan, waktu tidur Gift yang sudah ia terapkan.
"Gift ikut Mommy yuk" ajak Gania pada sang putri yang masih bermain dengan Daddy
"gosok gigi Dad, tadi kan abis makan yang manis manis. Biar giginya sehat, yuk sayang" ajak Gania kemudian meraup sang putri
"aaghh" Gift yang menolak pun berusaha meloloskan diri dari gendongan
Gania tetap memaksa, kemudian ia menurunkan Gift di bawahnya lalu menyiapkan gosok gigi serta pasta giginya.
"kumur dulu Nak" ucap Gania
Tapi dilihatnya sang putri tak berada di bawahnya lagi.
"loh kabur kemana Gift" gumam Gania lalu keluar dari kamar mandi
"Mas, Gift kemana?"
Gibran melirik kursi di belakangnya dan berdehem, seakan memberi kode kepada sang istri.
"hah?"
"behind me"
__ADS_1
Lalu Gania menghampirinya.
Gania kemudian tersenyum melihatnya.
"hmm ada kaki, Mommy gelitik ah" goda Gania
"aaakk" teriak Gift yang semakin masuk ke dalam bagian bawah kursi agar tak terlihat oleh Mommy
"siapa Dad yang teriak?"
"monyet"
"eekhehe" tawa Gift
"gosok gigi dulu Nak" ucap Gania
"no!" tolak Gift lantang
"nanti giginya sakit"
"no!" tolak Gift lagi
"Mommy gelitik loh kakinya" lalu Gania mengarahkan tangannya ke kaki sang putri
"aaaa" teriak Gift yang berusaha melarikan diri agar tidak mendapat gelitikan dari sang Mommy
Tapi Dug kepala Gift mengenai bagian bawah kursi.
"hikk..hikk" awalnya Gift merengek
"huaaaa" tapi seketika juga tangisnya menggema
"ussshh" Gania kemudian meraupnya dan mengusap bagian kepala Gift yang terkena kursi
"haaaaa" tangisnya masih sama
Kemudian Gibran ikut menenangkan, ia mengikuti Gania yang menidurkan sang putri di ranjang. Gibran mengusap usap kepala Gift sambil bergumam menyanyikan lagu favorit.
Akhirnya mereka bertiga tidur bersama.
Bersambung...
__ADS_1
Gift yang ngga gosok gigi eh Mommynya yang (pose) sakit gigi hihihi.
Jangan lupa like 💓