
Bulan ini, tak terasa usia kandungan Gania sudah memasuki usia 20 minggu atau 5 bulan. USG yang bisa dilakukan pada usia 18 minggu pun ia undur 2 minggu setelahnya karena di bulan ini dan tanggal ini merupakan tanggal kelahirannya. Tepat 20 tahun yang lalu ia lahir kedunia ini, ia berharap jenis kelamin baby yang dikandungnya dapat menjadi hadiah terindah untuk dirinya.
"selamat ulangtahun diriku, semoga aku dan babyku sehat selalu, semoga persalinanku kelak lancar, tahun ini harus tambah yang baik baik" ucap Gania pada diri sendiri sembari menunggu Gibran selesai mandi.
10 menit kemudian,
"sayang nanti setelah antar kamu periksa, aku ke kantor ya" ucap Gibran kemudian berjongkok didepan Gania yang duduk di tepi ranjang
"hmm lama engga?"
"kayaknya iya, hari ini jadwalnya agak padat"
Gibran yang tahu istrinya akan merajuk pun segera mengalihkan pembicaraan.
"sayangnya Daddy pengen apa?" tanya Gibran sambil menggelitik kecil perut Gania
"baby ngga pengen Dad, tapi Mommy yang pengen" jawab Gania dengan menirukan suara anak kecil
"Mommy muda pengen apa?" kemudian Gibran mendudukkan diri disamping Gania
"pengen kamu mas hihi" jawab Gania lirih sambil tertunduk dan menggigit bibir bawahnya
"aku ngga salah denger kan?"
Gania menggeleng dan membenamkan wajahnya di dada sang suami karena ia sangat malu untuk mengakui.
"kamu udah lama puasa loh mas, kamu ngga pengen?" tanya Gania yang melepaskan diri dari dada Gibran
Gibran berkali-kali menelan salivanya dengan susah, sudah lama ia menginginkannya tapi ia juga memikirkan kesehatan calon babynya.
__ADS_1
"nanti konsultasi sama dokter dulu ya sayang"
"mas aku udah konsultasi dari usia kadunganku 3 bulan" jawabnya malu-malu
"hah?" Gibran menganga
*Flashback USG 2 bulan yang lalu
Setelah pemeriksaan selesai, Gibran kembali mengantri di instalasi farmasi untuk mengambil. vitamin. Tapi Gania masih didalam ruang periksa, ada beberapa pertanyaan yang ingin ia lontarkan.
"mba Gania mau tanya apa?" tanya Dokter
"emm saya malu dok" Gania menunduk malu
"hahaha ngga usah malu, kita kan sama sama wanita"
Dokter menatap Gania heran.
"emm apa suami saya sudah boleh berbuka puasa?" tanya Gania kemudian menutup mulutnya dengan kedua tangannya
"oh pantesan malu. Baik saya jawab, sebenarnya berhubungan pada saat trimester pertama pun boleh tapi rawan sekali untuk kesehatan janin, kalau yang lebih baik bisa dilakukan saat usia kandungan lebih dari enam belas minggu karena janinnya sudah lebih kuat" jelas Dokter
"tunggu empat minggu lagi ya, usia mba Gania kan juga masih muda takutnya akan terjadi hal hal yang tidak diinginkan. Dan ingat, meskipun boleh melakukan tapi jarang terlalu sering"
Setelah 10 menit, Gibran sudah selesai begitu juga dengan Gania. Lalu keduanya pulang bersama.
*Flashback off
"aku ngga nyangka loh yang, kamu berani tanya begituan" ledek Gibran sambil tertawa
__ADS_1
Wajah Gania seketika merah padam, matanya tak berani menatap mata sang suami karena malu.
"yaudah nanti malem ya" bisik Gibran kemudian mengecup seluruh wajah Gania karena gemas
"ayo" ajaknya.
Kemudian mereka bersiap menuju Rumah Sakit untuk USG kedua.
Satu jam lamanya Gania menunggu, akhirnya ia dipanggil suster untuk masuk ke ruang periksa. Kemudian Dokter bertanya mengenai keluhan apa saja yang sering dirasakan Gania.
"ngga ada keluhan sih Dok, kadang perut suka kencang tapi ngga lama, terus pergerakannya juga lebih sering dan kerasa" jawabnya
"wajar ya mba karena baby mulai aktif bergerak didalam sana"
Kemudian Dokter mengoleskan gel pada perut Gania untuk selanjutnya melihat baby dengan alat USG. Dokter menggerakkan alat itu kesana kemari mencari gambar yang cukup jelas.
"lihat, lucunya" ucap Dokter kemudian memperbesar layar
mata Gibran dan Gania sama-sama berkaca-kaca saat melihat buah hatinya yang masih berada didalam perut Gania itu terlihat sangat lucu.
"selamat ya mas, mba"
"apa dok?" tanya Gibran dan Gania bersamaan
"Baby Girl" ucap Dokter
"Alhamdulillah Ya Allah" Gibran dan Gania sama-sama mengucap syukur. Janin itu sangat cantik dan aktif, semua perkembangannya juga normal.
Setelah selesai, Gibran mengantar Gania pulang lalu ia pergi ke kantor untuk bekerja.
__ADS_1