
Sore ini cuacanya cerah, pukul 14.45 panas matahari masih terasa menyengat di kulit. Gibran, Gania serta putri mereka bersantai di kebun belakang.
"Yang, jalan yuk" ajak Gibran sambil memainkan rambut Gania
"kemana?" tanya Gania sambil mengamati putrinya yang sedang merangkak tak jauh darinya
"gimana kalau ke pantai? Kita lama loh ngga kesana"
"lagian cuacanya juga cerah" imbuh Gibran
Gania masih diam tak bersuara.
"gimana Yang?" tanya Gibran
"kita kan belum pernah ajak Baby kesana, apa kamu ngga kangen seafoodnya?" imbuh Gibran lagi
"yaudah ayo, mau mandi dulu ngga Mas?" Gania menyetujui ajakan sang suami
"ngga usah, kita kan mau basah basahan" bisik Gibran dengan senyum nakalnya
Gania merinding mendengar kata terakhir yang Gibran bisikkan.
"ngomong 'basah' nya biasa aja" cibir Gania
Kemudian Gania beranjak dari duduknya, lalu merup Baby Gift yang asyik bermain dengan mainan susunnya.
"kita jalan-jalan yuk, sama Daddy" ajak Gania
"biar aku gendong, pasti kamu mau ambil tas dulu kan?"
"iya Mas"
Kemudian Gania memberikan Baby Gift ke sang suami. Setelah itu ia berlalu untuk mengambil tas serta pakaian bersih sebagai ganti nanti.
__ADS_1
Gibran menyalakan mobilnya sambil memangku Baby Gift. Baby yang penasaran pun memukul-mukul stir mobil Daddy lalu menekan klaksonnya.
Tinnnn
"ahaha" Gibran tertawa
"ehehekk" Baby Gift juga ikut tertawa
Gania keluar dari pintu utama, lalu mempercepat langkahnya.
"hei siapa yang main klakson" goda Gania sambil membuka pintu mobil
Baby Gift menoleh kemudian tersenyum.
"hiii Mommy gemes" ucap Gania sambil mengambil alih si buah hati dari pangkuan sang suami
"aa.. bwehhh" Baby Gift memainkan lidah serta ludahnya
"lets go!" jawab Gania
"gimana sayang?" tanya Gibran sambil mencolek lengan putrinya
"lets go" Gania mengulang ucapannya
"ooo" Baby Gift menirukan apa yang diucapkan Mommynya
"ahaha" Gibran dan Gania tertawa bersama
***
Kurang lebih satu jam perjalanan, mereka tiba di pantai. Jam sudah menunjukkan pukul 15.45, tapi sinar matahari masih sama panasnya seperti tadi.
Baby Gift mengedipkan matanya berkali-kali karena terpaan angin pantai yang memang cukup kencang.
__ADS_1
"kamu bawa kacamatanya Baby ngga Yang? Aku jadi takut dia kelilipan" Gibran khawatir
"bawa kok Mas" lalu Gania mencarikannya
"ini dia, Mommy pakaikan ya" ucap Gania lalu memakaikan kacamata itu kepada Baby Gift yang sedang di gendong Daddy
"cantik" puji Gibran
"kayak Mommynya" sahut Gania
Kemudian mereka berjalan bersama dan duduk di hamparan pasir putih tepi pantai.
Baby Gift yang baru pertama kali kesini pun masih merasa asing. Namun tak menyurutkan rasa penasaran yang selama ini selalu melekat pada dirinya.
Begitu di dudukkan, tangannya langsung menjamahi pasir yang berada tepat di bawah serta sampingnya. Ia meremas-remasnya dan sesekali menyebarkannya.
"dia selalu berani mencoba hal baru" gumam Gibran sambil melihati sang putri
"semoga keberanian ini bertahan hingga Baby dewasa nanti" sahut Gania
"setelah dewasa nanti, apa Baby masih mau ku ciumi?" tanya Gibran
"ahaha, kenapa kamu sudah memikirkannya" Gania tertawa
"biasanya anak perempuan kan gitu Yang" jawab Gibran
"tapi aku engga" jawab Gania
Gibran kemudian menoleh ke arah istrinya.
"apa kamu rindu ciuman Papa? Kalau rindu, aku sukarela menggantikan ciuman itu" Gibran menawarkan diri
Gania kemudian tersenyum lalu mengusap wajah Gibran dan sedikit mencubit pipinya karena saking gemasnya.
__ADS_1