Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
Menjenguk


__ADS_3

Hari selanjutnya kebetulan adalah hari libur Gibran. Semalam ia sudah berbalas pesan dengan Rendra perihal rencana menjenguk Pricilla yang berada didalam penjara.


Tepat waktu, pukul 10 pagi Gibran, Gania, dan Baby Gift sudah melaju ke tempat dimana Pricilla di penjara. Begitu juga dengan Rendra.


Setibanya di tempat tujuan, Gibran turun dari mobilnya lalu membukakan pintu untuk Gania dan Baby Gift yang digendongnya.


"itu Rendra" ucap Gibran sambil menunjuk Gibran yang sudah menunggu kedatangan mereka


"udah lama?" tanya Gibran


"belum kok, gue ngga nyangka bini lu bakal ikut" bisik Rendra sambil tertawa


Gibran hanya membalasnya dengan senyuman, lalu keempat nya berjalan masuk kedalam.


"permisi Pak, kami ingin menjenguk tahanan. Apakah bisa?" tanya Rendra pada petugas


"tahanan atas nama siapa?"


"Pricilla Anindita"


"baik, mari saya antar"


Kemudian mereka mengikuti petugas yang mengantarnya. Mereka dipersilakan duduk di kursi, kemudian petugas memanggil dan membawa Pricilla untuk menemui mereka.


"kalian" ucap Pricilla lirih kemudian tertunduk

__ADS_1


Kemudian Pricilla duduk di depan ketiga orang yang sangat mengenalnya, Pricilla tak berani menatap mereka.


"Cill, kita kesini mau jenguk lu" ucap Rendra


"gue malu. Gue minta maaf sama kalian semua" ucap Pricilla yang masih tertunduk


Kemudian terdengarlah isak tangis dari Pricilla. Gania yang melihatnya pun langsung memberikan Baby Gift ke Gibran, lalu dirinya mengusap bahu Pricilla.


"Kak, kita udah maafin kamu" ucap Gania lembut


Pricilla belum menjawabnya, kini air matanya semakin deras berjatuhan membasahi pipi.


"gue kehilangan akal, gue ngelakuin hal bodoh, gue bodoh!"


"Cilla, jangan nangis. Kita kesini mau kasih support buat kamu" ucap Gibran


"udahlah Cill, gimanapun juga lu kan sahabat kita" ucap Rendra


"sa-ha-bat??" tanya Pricilla terbata-bata


Semua mengangguk.


"terimakasih" ucap Pricilla lirih


"Gania, maaf aku sudah memanfaatkanmu waktu itu" imbuhnya

__ADS_1


"sudah jangan di bahas lagi" ucap Gania


Kemudian Gania memeluk Pricilla, ia berharap setelah ini Pricilla sadar dan tidak lagi melakukan kesalahan.


"terimakasih, disaat keluarga gue udah buang gue, kalian masih peduli sama gue" ucap Pricilla


"buang? Maksud lu?" tanya Rendra


"keluarga gue malu Ren, setelah gue bebas nanti mereka ngga mau lagi nampung gue. Sekarang mereka ngga mau anggep gue" jelasnya


"mungkin setelah gue bebas nanti, gue bakal balik ke London. Gue pengen memulai hidup baru disana" imbuhnya


"waktu sudah habis" ucap petugas yang menghampiri Pricilla


"Pak, beri saya dua menit lagi"


"jangan membantah!" ucap petugas dengan tegas


"Pak saya mohon, setelah ini tidak akan ada lagi yang menjenguk saya"


Kemudian Petugas itu mengizinkan memberi waktu tambahan dua menit.


"Gibran, disini lu yang paling gue rugikan. Gue minta maaf banget sama lu, gue berharap rumah tangga lu sama Gania tetap baik baik saja. Gue yakin lu suami yang cocok buat Gania, dan Ayah yang baik buat anak lu" ucap Pricilla


"semoga kalian hidup bahagia" imbuh Pricilla kemudian kembali masuk ke sel tahanannya.

__ADS_1


Gibran, Gania dan Rendra pun menghela nafasnya. Mereka kasihan dengan kondisi Pricilla, tubuhnya terlihat kurus hingga rambut dan wajah seperti tak terurus.


Setelah selesai, semua pulang kembali ke rumah masing-masing.


__ADS_2