Pernikahan Paksa Gania

Pernikahan Paksa Gania
Foto kapan mas?


__ADS_3

Ting tong


Suara bel dari pintu utama menggema di setiap sudut rumah Gania. Ia yang sedang bersantai di kamar pun segera melangkahkan kakinya untuk keluar dan membuka pintu.


Saat sudah menuruni tangga, ternyata Bi Asih sudah lebih dulu membukakan pintu untuk tamu.


"Non, ada tamu katanya ada perlu sama Tuan" ucap Bi Asih kemudian mmenghampiri Gania


"oh baik Bi, terimakasih ya"


Kemudian Bi Asih kembali ke dapur.


"ada perlu ap..." Gania hendak bertanya, tapi setelah melihat tamu itu matanya membulat dengan sempurna


"ngapain kamu kesini?!" bentak Gania


"Gania.." sapa tamu itu


"sabar dong, lama ngga ketemu kok kamu jadi gini" imbuh tamu itu


"karena aku tahu kamu itu busuk!"


"aku? busuk? Hahaha Gania.. Apa kamu lupa kita kan sudah mengenal baik satu sama lain?"


"kamu Pricilla! Wanita licik yang menganggu suamiku!"


"hei ini aku Anin, Anindita" ucap Pricilla sambil tersenyum licik


"Pricilla Anindita! Mau apa kamu?!"


"aku titip ini ya buat suamimu" Pricilla menyerahkan sebuah kotak berwarna hitam


"jangan ganggu keluargaku!" bentak Gania sambil menangkis kotak itu


"tapi aku butuh suamimu" bisik Pricilla kemudian tertawa layaknya psikopat


"sebaiknya kamu pergi dari sini!"

__ADS_1


"hahaha, oke.. Kamu berlagak membuang kotak itu tapi setelah aku pergi nanti pasti kamu memungutnya lagi" ucap Pricilla sambil membelai rambut Gania


"lepaskan tangan kotormu dariku" Gania mencengkram keras tangan Pricilla lalu mengibaskannya


"semoga kamu tidak kontraksi setelah melihat isi kotak itu" kemudian Pricilla pergi begitu saja sambil menggunakan kembali kacamata hitamnya.


Gania merasa shock, ia takut Pricilla akan melakukan hal gila lagi untuk mengguncang rumah tangganya.


"kenapa aku bodoh, kenapa bisa aku dekat dengan wanita licik sepertinya" Gania merutuki dirinya sendiri


Ia kembali masuk ke dalam rumah tanpa mengambil kembali kotak titipan Pricilla.


Ia kembali naik ke atas dan mengubungi suaminya.


"mas, kamu pulang sekarang ya" ucap Gania dengan suara bergetar


"sayang kamu kenapa?"


"cepetan pulang..hiks hiks" pinta Gania yang juga terdengar isak tangis setelahnya


"oke oke, tunggu ya"


25 menit kemudian


"sayang" panggil Gibran sambil membuka pintu kamarnya


"masss" Gania langsung berjalan cepat memeluk sang suami


"kamu kenapa?" tanya Gibran sambil membelai rambut Gania


"Pricilla kesini" ucap Gania lirih karena suaranya bergetar


"dia kesini? Kenapa dia bisa tahu rumah ini?"


"sebenarnya.."


Gania hendak bercerita, tapi Gibran lebih dulu menuntunnya ke sofa dan duduk bersama.

__ADS_1


"sebenarnya apa?" tanya Gibran menyelidik


"sebenarnya aku sudah mengenalnya lama, bahkan sebelum aku mencintaimu"


Gibran membulatkan matanya.


"tapi yang aku tahu namanya Anin mas, dia mengenalkan diri kalau namanya Anin" jawab Gania sambil tertunduk


"sial! Berarti sudah lama dia mencari tahu tentang kita dan merencanakan hal gila ini!" Gibran mengendus kesal


"hiks hiks hiks" isak tangis Gania kembali terdengar


"udah ya sayang, jangan nangis. Aku bakal beresin" Gibran mencoba menenangkan Gania kemudian mengusap air mata


"mas, dia ngasih kotak hitam katanya buat kamu"


"kotak hitam?"


Gania mengangguk.


"dimana?"


"di depan, tadi aku buang"


Dengan wajah kesal, Gibran beranjak dari sofa lalu mencari kotak pemberian Pricilla yang di tangkis Gania.


Setibanya di depan, Gibran langsung menemukannya.


"apa ini" decisnya sambil membuka kotak itu


Mata Gibran membulat dengan sempurna saat melihat isi kotak.


"b*ngs*t!"


"kenapa mas?" tanya Gania yang tiba-tiba muncul di belakangnya


"Pricilla berulah lagi"

__ADS_1


Lalu Gania meraih kotak itu beserta isinya, betapa terkejutnya Gania saat melihat foto suaminya dan Pricilla yang terlihat mesra tanpa busana.


"foto kapan mas?" tanya Gania dengan suara yang lagi lagi kembali bergetar


__ADS_2